Insomnia

Malam ini, dingin terasa kamarku. Aku gelisah tidak bisa tidur, berguling ke kanan ke kiri. Ada rasa kekosongan dalam diriku, tiba-tiba ada hasrat untuk menjadi wanita yang sempurna. Kulepaskan semua pakaianku. Kupakai sandal hak tinggi, kupasang sanggulku. Kuambil sehelai kain wiron. Kurapatkan kedua kakiku, lalu kain mulai kulilit dengan ketatnya dari kiri ke kanan. Sesudah itu, kuambil tali kuikat pinggangku dengan tali kencang-kencang supaya kain wironnya tidak kedodoran nanti. Lalu kuambil stagen dan kulilitkan ke tubuhku kuat-kuat. Kemudian kuambil korset dan terakhir kupakai kebaya ke tubuhku. Lalu aku berkaca, kurasakan masih ada yang kurang. Make up !, maka aku mulai bedakan, lalu kupakai pemerah pipi, lipstik, alis mata dan bulu mata palsu. Sekali lagi aku berkaca di depan cermin. Astaga, ada siapa itu di cermin, seorang bidadari cantik dari sorga. Akupun tersenyum puas, bahagia …. kendati aku kembali lagi terkungkung dalam nafsu dan tubuhku pun terkungkung, tertawan dan tersiksa dalam stagen,  korset dan kain wiron yang ketat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s