Dari Selimut menjadi kain kebaya

Ini merupakan lanjutan dari tulisan saya yang berjudul  “Gara-gara selimut”.  Dimana pada akhir tulisan saya akhirnya kecanduan masturbasi  dengan memakai selimut seperti memakai kain jarik.
Pada waktu itu dikampung saya banyak anak-anak kecilnya dan kebetulan juga dekat dengan Sekolah Dasar serta SMP. Pada tahun-tahun itu,  tidak seperti sekarang setiap  tanggal 21 April disekolah-sekolah perayaan hari Kartini selalu dirayakan dengan meriah. Tak terkecuali disekolahan dekat kampung saya, perayaan hari Kartini selalu dirayakan dengan meriah.  Pada saat  seperti itulah yaitu setiap tanggal 21 April saya selalu menyempatkan diri ( kalau boleh dibilang begitu ) menunggu di halaman kalau-kalau ada gadis-gadis kecil anak sekolah yang berpakaian ala Kartini ( kain kebaya ) lewat didepan rumah saya. Dan memang kenyataannya banyak yang lewat. Sayapun menikmatinya, saya memandangi dari atas ke bawah tapi yang terutama saya perhatikan adalah kainnya. Saya dalam hati akan memuji, jika kain wiron yang dipakai rapi dan singset serta tidak kedodoran. Pada saat-saat seperti itu kadang alat vital saya jadi tegang.
Dari kebiasaan diatas sayapun kemudian mulai berpikir bagaimana jika saya memakai kain batik asli dan bukan selimut. Kebetulan dirumah ortu saya juga ada beberapa lembar kain batik, sebagian diletakkan  diluar untuk selimutan dan sudah agak lama, sebagian masih lumayan baru dan disimpan didalam lemari. Sayapun kemudian memberanikan diri untuk mengambil secara diam-diam kain batik yang ada diluar. Kemudian saya pakai dan onani. Tapi setelah beberapa kali, saya jadi kurang tertarik. Saya ingin kain yang bisa diwiru, karena menurut pikiran saya akan lebih indah jika ujungnya diwiru. Maka sayapun mulai diam-diam memberanikan diri mengambil kain batik yang masih agak baru yang disimpan dilemari dan saya pakai untuk onani juga. Setelah itu semakin berkembang sayapun ingin memakainya lengkap dengan kebayanya dan memang dirumah ortu juga ada kebaya. Jadi terpenuhilah keinginan saya. Saya melakukan semua ini dengan sembunyi-sembunyi di kamar tidur atau kalau semua orang rumah pergi. Tapi sampai sekarang saya sebetulnya ragu apakah ada saudara-saudara saya yang tahu kalau saya punya kelainan ini.

3 thoughts on “Dari Selimut menjadi kain kebaya

  1. Pingback: Kapok lombok « priajelita

  2. Pingback: Orbituary : indocrossdresser.lefora.com « priajelita

  3. ini sama seperti saya,entah mengapa saya juga selalu terangsang ketika melihat cewek2 makai kebaya + kain batik nya,apalagi yg pakainya ketat2 gitu,,,,,tapi kalo pakainya longgar,saya lihatnya biasa2 saja,apalagi kalo cuma pakai kain biasa (ga kain batik)
    saya juga masturbasi pakai kain batik,saya pakai juga,tapi ga pakai kebaya seperti anda,,,,,biasanya saya pakainya dengan selimut juga (malah saya pernah pakai karpet),biar kalo dipakai ada ketat2 nya gitu,,,,,saya pakainya bisa 8-9 lapis,biar kerasa ketatnya,nah dari rasa ketat itulah kenikmatkan yg saya rasakan,,,,,akhir2 ini saya sering pakai sepatu & kaos/jaket,sensasinya bisa dapat lebih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s