Wig

I write this article in 2 languages : English and Indonesian. Saya menulis artikel ini dalam 2 bahasa : Inggris dan Indonesia.

Bahasa Indonesia.

Wig adalah rambut palsu yang dipasang di kepala. Biasanya dipakai untuk menutupi kekurangan rambut kita. Seperti tipis atau botak. Ini terutama ditujukan untuk para wanita. Atau seeorang yang ingin terlihat seperti seorang wanita. Ini biasanya berhubungan dengan crossdresser, ladyboy, shemale, sissy dan  transvestise. Termasuk saya.

Di Jawa, ada wig khusus yang dipakai oleh wanita Jawa waktu mereka memakai busana tradisional. Namanya sanggul atau konde. Karena sejak pertama kali saya melakukan crossdressing, saya selalu memakai busana tradisional Jawa, maka saya membeli sebuah sanggul. Waktu itu saya membelinya tanpa mempertimbangkan bentuk muka saya.

Sanggul dipasang dibelakang kepala kita. Pertama, kita harus punya rambut yang cukup panjang untuk dapat diikat, setelah itu kita tempatkan sanggul kita dan tempelkan  ke rambut dengan jepit rambut. Kita harus meletakkan jepit rambut sedekat mungkin pada ekor rambut kita dari empat arah. Dari atas, bawah, kiri dan kanan. Kita juga menempatkan jepit rambut lain setinggi kira-kira telinga kita. Gunakan jepit rambut cukup banyak supaya sanggul dapat kokoh menempel di belakang kepala kita.

Apa yang saya terangkan diatas adalah apa yang saya pelajari secara otodidak dan berhasil. Saya tidak tahu apakah prosedurnya salah atau kurang tepat.

Tahun kemarin saya mulai memakai pakaian wanita modern, jadi saya tidak memakai sanggul.

Dibawah ini ada beberapa link yang berhubungan dengan cara memilih wig yang cocok dengan bentuk wajah kita.

English.

A wig is a fake hair that placed on head. It usually used to cover our hair shortfall. Such as thin or bald. This is primarily intended for women. Or someone who wants to look alike a woman. This usually related to crossdresser, ladyboy, shemale, sissy and  transvestise. Including me.

In Java, there is a special wig that used by Javanese women when they wear traditional costome. It is called “sanggul” or “konde”. It’s almost like a bun. Because since the first time I did crossdressing I always use Javanese traditional costume, so I bought a bun. That time I bought it without considering the form of my face.

It mounted on the back of our head. First, we should have long hair enough for tied up, after that we place our bun and stick it to the hair with hairpins. We should put the hairpins  as close as possible to the tail of our hair in four directions.  From above, below, left and from right. We also put other hairpins as  high about our ears. Use many hairpins so the bun can stays firm in the back of our head.

What I explain above is what I learn by myself. I just try it and it works. I don’t know if this procedure is wrong or not exactly right.

Last year I started to wear modern dress, so I don’t use the bun when I am wearing modern dress.

Below is some links that related with how to choose a wig that fits with our face shape.

http://thewigcompany.com/find-the-perfect-wig-for-your-face-shape/a/81/

http://ceko.hubpages.com/hub/How-to-Pick-The-Right-Wig

http://sanggul.pasarberingharjo.com/

http://hardiyamegantara.blog.com/page/2/?page=3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s