Afterglow

This article is written in 2 languages : English and Indonesian. Artikel ini ditulis dalam 2 bahasa : Inggris dan Bahasa Indonesia.

English

Some days ago I read about this on my friend’s blog. So I like to tell about my own experience about it. My feelings and thoughts that come right after my crossdressing.

My crossdressing  has been happened to me for decades. It happened to me gradually a little by a little. First I crossdressed with blanket that I wrapped around my waist like a Javanese traditional woman wearing their traditional batik cloth. Then I used batik cloth. After that I began to complete my crossdressing costume with traditional Javanese blouse called kebaya. That time I always ended my crossdressing with masturbation and I feel the same as my friend said in that posting. Guilt, shame, disgust, and feeling dirty come after crossdressing and becomes a weird looking man in a dress.

But after I perfect my crossdressing with makeup that consisted of powder, lipstick, false eyelashes, eyebrow pencil, mascara, eye shadow and wig. I feel different. I don’t feel shame, disgust, and feeling dirty come after crossdressing and not  becomes a weird looking man in a dress. Sometimes I even don’t clean my makeup after I finished my crossdressing, but I just change my dress into my normal ordinary male dress. By that time sometimes I still look my self in the mirror and feel that I still look like a girl or a woman. Sometimes I feel reluctantly to clean up my makeup. I want to enjoy my face as a girl in the mirror as long as it can after the masturbation. So I let my makeup fades and almost disappeared, then I clean up the rest.

Bahasa Indonesia

Beberapa hari yang lalu saya membaca tentang ini di blog teman saya. Jadi saya ingin bercerita tentang pengalaman saya sendiri tentang hal itu. Perasaan dan pikiran saya yang datang tepat setelah crossdressing.

Crossdressing  telah terjadi pada saya selama beberapa dekade. Itu terjadi pada saya secara bertahap sedikit demi sedikit. Pertama saya crossdressed dengan selimut yang saya lilit di pinggang seperti wanita tradisional Jawa memakai kain batik tradisional mereka. Kemudian saya menggunakan kain batik. Setelah itu saya mulai melengkapi pakaian crossdressing saya dengan blus tradisional Jawa yang disebut kebaya. Waktu itu saya selalu mengakhiri crossdressing saya dengan masturbasi dan saya merasa sama dengan teman saya seperti dalam postingnya. Rasa bersalah, malu, jijik, dan merasa kotor datang setelah crossdressing dan menjadi seorang pria dengan wajah aneh dengan  gaun wanita.

Tapi setelah saya menyempurnakan crossdressing saya dengan make up yang terdiri dari bedak, lipstik, bulu mata palsu, pensil alis, maskara, eye shadow dan wig. Saya merasa berbeda. Saya tidak merasa malu, jijik, dan merasa kotor  setelah crossdressing dan tidak menjadi seorang pria dengan wajah aneh dengan gaun wanita. Kadang-kadang saya bahkan tidak membersihkan make up saya setelah saya selesai crossdressing, tapi saya hanya berganti pakaian dengan pakaian normal laki-laki saya. Pada saat itu kadang-kadang saya masih melihat diri saya di cermin dan merasa bahwa saya masih terlihat seperti seorang gadis atau wanita. Kadang-kadang saya merasa enggan untuk membersihkan make up saya. Saya ingin menikmati wajah saya sebagai gadis di cermin selama itu mungkin setelah masturbasi. Jadi saya biarkan riasan saya memudar dan hampir hilang, baru saya bersihkan sisanya.

One thought on “Afterglow

  1. Pingback: Kapok lombok « priajelita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s