Batik

Batik adalah salah satu dari warisan leluhur kita. Bukan hanya di pulau Jawa saja ada batik, tapi ada juga batik yang berasal dari luar Jawa. Batik telah mendapat pengakuan Badan PBB yang mengurusi soal pendidikan dan kebudayaan (UNESCO) sebagai  warisan budaya Indonesia, sehingga bisa membantah klaim Malaysia atas batik.

Pada mulanya dahulu, batik hanya digunakan sebatas lingkungan keraton. Dan digunakan terutama sebagai kain panjang atau kemben. Tapi kemudian berkembang dan digunakan juga oleh rakyat kebanyakan.

Pada jaman pemerintahan mendiang presiden Soeharto dahulu, mendiang ibu Tien terkenal sebagai salah satu tokoh yang selalu berusaha mempopulerkan dan memasyarakatkan kain batik dengan memakai busana kain kebaya baik pada acara formal maupun informal.

Pemakaian batik akhir-akhir ini juga semakin digalakkan di kantor-kantor swasta dan instansi pemerintah dengan mewajibkan karyawan-karyawannya untuk memakai batik pada hari tertentu. Bahkan di Lingkungan Balaikota Pemkot Surakarta, rencananya PNS diwajibkan memakai busana tradisional berupa beskap atau kebaya dengan kain batik sebagai bawahannya mulai tanggal 23 Februari tahun ini.

Batik pada masa sekarang ini sudah diaplikasikan tidak hanya untuk bawahan berupa kain wiron saja sebagai pasangan dari kebaya. Tapi sudah meluas pemakaiannya menjadi rok, baju, celana panjang, taplak meja, sarung bantal, sprei dan lain sebagainya.

Di pulau Jawa sendiri terdapat beberapa jenis batik yang menunjukkan asalnya. Dilihat dari warna dan motifnya jika kita memang sudah familiar dengan batik, maka kita akan mengetahui berasal dari mana batik tersebut.

1. Batik Solo : berwarna dasar sogan atau kecoklatan, disebut juga batik pedalaman.
2. Batik Yogya : berwarna dasar putih, disebut juga batik pedalaman.
3. Batik Pekalongan : berwarna mencolok seperti merah, hijau, biru. Disebut juga batik pesisiran.
4. Batik Laeem : berciri khas warna merah yang berbeda dari batik lainnya. Disebut juga batik pesisiran.
Selain itu masih ada juga batik-batik yang lain seperti batik Cirebon, Banyumas dan Madura serta masih banyak lagi untuk disebutkan satu persatu.

Sesuai dengan kemajuan jaman, penggunaan komputer pada batik sekarang ini melahirkan apa yang dinamakan sebagai batik fraktal komputer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s