Tribute untuk Manthous

Indonesia telah kehilangan salah satu seniman tradisionalnya.  Bernama asli Anto Sugiartono. Lahir di Gunung Kidul. Meninggal pada tanggal 9 Maret 2012, karena penyakit stroke yang dideritanya.

Dia adalah salah satu penggagas musik campursari. Group campursarinya bernama Campur Sari Gunung Kidul ( CSGK ). Lagu-lagu campursari ciptaannya masih terasa klasik,  sangat membumi dalam arti kental akan unsur tradisional Jawanya. Satu-satunya suara instrumen barat yang terdengar dominan di hampir semua lagu-lagunya  hanya suara keyboard, selainnya di dominasi oleh suara instrumen tradisional Jawa.

Disaat lagu-lagu campursari yang lain semakin ngepop dan jauh meninggalkan akar tradisionalnya, lagu-lagu Manthous bisa jadi klangenan dan pengobat rindu bagi mereka yang mencintai musik campursari yang masih asli, yang tidak banyak dimodifikasi.

Selamat menikmati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s