Adikku sudah besar

Dik, sudah bertahun-tahun kakak tidak perhatikan ternyata kamu sudah besar. Kakak tidak mengira, padahal kita tiap hari ketemu terus.

Adikku si buyung, kamu sudah bisa berdiri tegak. Kamu itu rajin sekali. Pagi-pagi kakak masih males bangun dari tidur, kamu sudah berdiri tegak. Apa kamu mau mbangunin kakak ya ? Kakak, kamu paksa-paksa ya ngantar kamu ke kamar mandi buat pipis.

Malah kadang-kadang tengah malam, kamu tau-tau sudah berdiri tegak. Padahal kakak masih tidur sampai terbangun gara-gara kamu, dik. Jadi orang yang lumrah saja. Jangan terlalu rajin, masak tengah malam enak-enaknya orang tidur, kamu malah bangun.

Kamu juga sudah tau yang namanya cewek cantik. Cuma kamu ini termasuk aneh. Hari gini kamu sukanya sama cewek cantik yang pakai kain kebaya. Kalau sama cewek cantik saja, kamu keliatannya kurang nafsu.

Apalagi kalau liat kakak pakai kain kebaya, kamu keliatan tegang dan nafsu sekali dik. Kamu selalu memaksa-maksa untuk melihat kakak dandan pakai kain kebaya, Kakak baru mulai melilitkan kain wiron di kaki, kamu sudah mulai keliatan tegang. Begitu kakak sudah berpakaian lengkap kain kebaya, kamu semakin menjadi-jadi.

Ingat lho dik, ini kakakmu sendiri. Masak sih kamu mau sama kakakmu sendiri, itu namanya kurang ajar. Apalagi nanti kalau sampai jadi, itu namanya pernikahan sedarah. Resikonya besar lho dik buat keturunan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s