Master Chef Indonesia 2012 : 20 besar

Acara kuliner spektakuler itu akhirnya datang juga. Acara yang sudah dinanti-nanti oleh banyak orang terutama pecinta kuliner. Acara ini ditayangkan oleh RCTI setiap Sabtu dan Minggu pada jam 17.30.

2 juri merupakan muka lama yaitu chef Juna Rorimpandey dan Rinrin Marinka. Sedangkan yang seorang adalah muka baru yaitu chef Degan Septoadji Supriyadi.

Yang perlu mendapat perhatian dari ketiga juri tentu saja Juna yang selalu kontroversial. Wajahnya saja sudah mencuri perhatian. Soalnya sebelum mulai acara ini, dia kelihatan berkumis dan berjenggot. Sekarang wajahnya sudah kembali bersih dan kinclong. Tapi sikapnya semakin arogan dan semakin emosional serta nyaris main fisik walaupun tidak betulan.

Pada edisi untuk mendapatkan 20 besar ini, pesertanya cukup beragam. Mulai dari ibu-ibu yang sudah cukup berumur sampai instruktur senam dan tukang tato serta ada pula yang badannya tegap, tapi bawaannya agak feminim.

Pada edisi untuk menyaring peserta menjadi 20 besar, awal-awalnya tidak ada yang lolos. Chef Degan sampai memberi ceramah di depan semua peserta. Baru akhirnya seorang peserta yang ibu-ibu dinyatakan lolos,  sesudah itu barulah banyak peserta yang lolos. Jadi kayak orang mau punya anak harus mancing dulu dengan mengangkat anak. Dengan keadaan seperti, apakah penjurian betul-betul obyektif ?

Bahkan ada seorang peserta yang sudah dinyatakan gagal dan keluar dari ruangan penjurian, tapi kemudian dipanggil lagi oleh juri dan dinyatakan lolos. Bukankah hal ini tidak menunjukkan ketegasan dewan juri ? Dibandingkan dengan sepakbola, hal ini sejauh yang saya tahu tidak pernah terjadi. Keputusan yang sudah diambil oleh wasit tidak pernah direvisi. Walaupun mengandung kontroversi dan akhirnya mengundang pro dan kontra.

Beberapa peserta cukup unik. Diantaranya Oyon, seorang pria yang berbadan tegap dan berprofesi instruktur senam. Pada waktu masuk ke ruang penjurian, salah seorang juri meminta untuk memperagakan senam kebugaran dan dipenuhi oleh yang bersangkutan. Tapi setelah melewati tahap presentasi masakan dan  sampai pada tahap pengambilan keputusan oleh juri. Salah seorang juri jadi sewot  dan uring-uringan serta berkata sambil menantang mengajak saling menatap mata, “Mau masak apa mau gaya ? Jadi master of ceremony sekalian saja”. Walaupun pada akhirnya sang juri yang sewot itu meloloskan peserta tersebut. Tapi dari sini kelihatan kalau dewan juri tidak kompak, yang satu minta peserta memperagakan gerakan senam. Sedangkan yang lain malah jadi sewot.

Hal diatas terulang lagi ketika peserta yang dinilai adalah seorang lelaki yang berbadan tegap tapi gayanya agak feminim. Si peserta memang agak gaya. Juga soal namanya “Ogan” yang menurut dia singkatan dari “Orang ganteng”. Menurut dia sendiri, dia ahli food carving. Dan waktu presentase hidangan, dia memang juga menyertakan food carving. Tapi sayang, oleh seorang juri  dikatakan kalau itu adalah pemborosan. Bahkan chef yang lain sampai mematahkan food carving tersebut dan membuangnya ketempat sampah. Sedemikian sewotnya sampai juri tersebut berlagak mau mengajak berantem  si peserta. Peserta itu pun kéder dan mau menangis.  Tapi akhirnya chef yang uring-uringan itu meloloskan peserta tersebut.

Berbeda dengan kedua peserta diatas, peserta sebelumnya seorang pria yang berprofesi tukang tattoo melewati penjurian dengan mulus. Walapun pada awalnya, juri sempat bertanya yang aneh-aneh soal giginya yang dipotong dan juga berkomentar kalau presentase hidangannya lebih cocok untuk anak-anak.

Pada kesempatan terakhir, seorang peserta lain yang lugu menghadap juri bersama dengan seorang ibu. Dia sempat menangis ketika sambalnya dikomentari terlalu pedas dan dihadapkan pada pilihan untuk memilih dirinya sendiri atau memilih si ibu untuk lolos. Tapi akhirnya kedua peserta tersebut diloloskan oleh juri.

Demikianlah satu demi satu peserta akhirnya menemui nasib atau takdirnya sendiri-sendiri hingga akhirnya genap 20 peserta lolos.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s