Master Chef Indonesia 2012 : 14 Juli 2012

Pada episode ini para peserta mulai masuk ke wood camp. Tantangan pertama adalah berupa knife skill, para peserta diminta untuk mengupas dan memotong kentang dengan panjang antara 5 sampai 6 cm dan ketebalan sekitar 0,625 cm sebanyak berat tertentu. 4 peserta terbawah akan masuk ke pressure test.

Tantangan ini yang kelihatannya gampang ternyata susah juga buat para peserta. Yang stress bukan cuma peserta, tapi para juri juga stress. Ketegangan ini sampai memicu chef Juna untuk menegur seorang peserta yang bernama Ogan karena tingkah lakunya yang merusak mood sang chef.

Tapi dari episode ini ketahuan salah satu sifat chef Juna, suka taruhan. Ternyata taruhan tidak cuma ada di sepakbola saja, tapi di acara kompetisi masak pun juga ada. Yang taruhan pun jurinya sendiri. Dua kali chef Juna mengajak taruhan peserta.

Taruhan pertama, chef Juna menantang seorang peserta yang berjilbab bernama Nuuril seorang pramugari. Chef Juna dengan melihat cara Nuuril memotong kentang  yakin kalau peserta bakal masuk ke dalam 4 terbawah dan mengajak taruhan berupa uang Rp. 100.000,-. Kenyataanyan Nuuril tidak masuk ke dalam 4 terbawah, maka chef Juna pun kalah dan harus rela merogoh dompet serta memberikan uang Rp.100.000,- kepada Nuuril. Ternyata insting tajam seorang master chef juga bisa keliru.

Taruhan kedua lebih bersifat untuk memberi semangat kepada peserta. Seorang peserta yang hanya menambah 2 irisan kentang yakin kalau berat irisan kentang sudah memenuhi syarat diajak bertaruh kalau beratnya masih kurang dan belum memenuhi syarat, maka dia akan langsung dipulangkan tanpa melalui pressure test. Hasilnya berat irisan kentang memang sudah memenuhi syarat. Jadi chef Juna pun kalah lagi.

Tapi mungkin memang chef Juna seorang gambler. Setelah itupun ia masih mengajak taruhan Nuuril lagi, tapi akhirnya batal karena tidak ada kata sepakat.

Setelah tantangan pertama selesai, maka peserta minus 4 terbawah diberi tantangan kedua berupa test presentase masakan gado-gado untuk disajikan dalam fine dining. Ini adalah tantangan yang gampang-gampang susah. Gampang karena gado-gado adalah makanan yang sudah populer, tapi  susah untuk penyajiannya.

Di tantangan ini 2 peserta terbaik adalah Desi, seorang direktur dengan masakan “gado-gado mangkok kentang” yang pada dasarnya adalah gado-gado yang dimasukkan kedalam kentang goreng yang tengahnya dilobangi dan Adel, seorang PNS  dengan masakan “gado-gado kebab” yang pada dasarnya adalah gado-gado yang dimasukkan kedalam telur dadar yang digulung.

Peserta lain, Ogan sebetulnya kreativitasnya bagus juga yaitu gado-gado yang dimasukkan kedalam nanas. Tapi sayang nanasnya dibuang dan tidak diikut sertakan. Hal ini mendapat kritik dari chef Degan yang mengatakan kalau itu adalah pemborosan dan chef Juna yang juga menanyakan dimana nanasnya.

Setelah tantangan kedua yang juga menghasilkan 4 peserta terbawah, maka sessi berikutnya adalah pressure test untuk 8 peserta terbawah. Kali ini berupa masakan dengan bahan utama berupa telur ayam.

Dari pressure test ini akhirnya 4 peserta terbawah harus meninggalkan kompetisi. Mereka adalah Oyon, Vega, Dini dan Nina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s