Master Chef Indonesia 2012 : 22 Juli 2012 Ogan ditembak chef Degan

Tantangan pertama kembali ke basic knife skill yaitu membuat pommes frites with mayonnaise, masakan yang aslinya dari Belgia tapi lebih dikenal dengan nama french fries dengan waktu 45 menit. Chef Degan memperagakan cara membuat mayonnaise dan kentang goreng. Kentang harus digoreng dua kali.

6 peserta yang mendapat kesempatan untuk presentase adalah Yudi, Adel, Desi, Esach, Ken dan Opik. 2 terbaik adalah Esach dan Opik. Lucunya Esach sebetulnya tidak mengikuti aturan dalam membuat mayonnaise, tapi malah menambahkan sedikit gula dalam adonan. Dan Esach dinyatakan sebagai yang terbaik.

Esach dan Opik sebagai pemenang mendapat kehormatan sebagai kapten regu dan berhak memilih anggota-anggotanya untuk tantangan berikutnya.

Esach memimpin regu biru dengan anggota Desi, Agus, Beng, Hani, Dian, Yudi, Widya, Vera dan Kevin. Opik memimpina regu merah dengan anggota Bagus, Ken, Adel, Joice, Ogan, Lutfi, Nurul dan Zeze.

Tantangan kedua adalah merupakan tantangan diluar galeri master chef. Lokasinya di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Mereka harus menyediakan hidangan makan siang untuk 200 taruna dengan waktu 2 jam.

Tim merah yang kerjanya lebih terorganisir ternyata malah finish lebih lambat daripada tim biru yang kerjanya dari awal berantakan.

Penilaian dilakukan dengan voting oleh 200 taruna. Tapi dari penilaian dewan juri dan pimpinan STPI, hidangan tim merah dinilai lebih enak. Sebaliknya dari voting, tim biru unggul dengan 117 suara. Sedangkan tim merah hanya meraih 83 suara.

Regu pemenang mendapatkan hadiah berupa makan malam di sebuah restoran mewah Tin Pan Alley. Sedangkan regu yang kalah harus masuk ke pressure test.

Pressure test pada episode ini adalah membuat desert floating island with creme anglaise dengan waktu 60 menit. Chef Marinka memperagakan cara membuat floating island dan creme anglaise. Keunikannya adalah adonan floating island jika dibalik tidak tumpah.

3 peserta yang dalam posisi tidak aman untuk pressure test kali ini adalah Opik, Bagus dan Ogan. Lucunya Opik waktu presentase mendapat pujian dari 2 chef. Jadi kemungkinan besar Opik masuk ke dalam 3 peserta terbawah bukan karena kualitas hidangannya, tapi karena hubungannya sebagai kapten regu yang kalah.

Setelah diberi jeda sebentar untuk meningkatkan ketegangan,  barulah chef Juna berkomentar kalau sekarang waktunya untuk menarik pelatuk dan menembak siapa yang kalah. Chef Degan kemudian menarik pelatuk pistol dan membidik Ogan. Ogan pun terharu dan meneteskan air mata waktu berpamitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s