Master Chef Indonesia 2012 : 12 Agustus 2012 episodenya Agus

Tantangan pertama pada episode ini adalah one core ingredient berupa beras dengan tema pengalaman hidup di bulan ramadhan. Hidangan boleh berupa apetizer, main course atau desert dengan waktu 75 menit.

Peserta membuat aneka macam hidangan sebagai berikut :

  1. Hani : nasi tutug oncom dalam 2 versi : biasa dan digoreng
  2. Desi : nasi ayam briyani, diluar dugaan kontestan ini yang biasanya jago, dalam tantangan ini nasinya belum matang
  3. Beng : nasi goreng crispy
  4. Zeze : nasi tutug oncom
  5. Opik : nasi jala with prawn kari
  6. Vera : ketupat burger dan puding nasi
  7. Dian : nasi liwet ikan teri sambal kelapa
  8. Ken : burger nasi opor ayam
  9. Joice : nasi telur udang saos hitam
  10. Lutfi : nasi kari dan sapi panggang
  11. Bagus : nasi urap dan pepes ikan
  12. Nurul : pepes nasi puding kari
  13. Widya : nasi bakar teri dengan udang lemon
  14. Agus : nasi gurih merah

Pemanangnya adalah Hani. Sedangkan yang masuk pressure test adalah Desi, Bagus dan Agus.

Hani mendapat kesempatan bertanding melawan seorang chef dalam pro chef challenge. Ternyata chefnya adalah runner up master chef Indonesia season 1 yaitu Agus Sasirangan yang sekarang menjadi duta pariwisata dan duta kuliner dari Banjarmasin. Tantangannya adalah membuat signature dish dari Agus Sasirangan yaitu gangan asam banjar kepala patin dengan waktu 60 menit dan melihat resep. Sedangkan Agus Sasirangan mendapat waktu 45 menit. Chef Degan dan chef Juna akan menilai hidangan dari keduanya tanpa mengetahui siapa yang membuat.

Setelah selesai ternyata hidangan Hani dinilai lebih baik daripada hidangan Agus Sasirangan. Rasa asam dan asinnya pas, sedangkan hidangan dari Agus Sasirangan kuahnya oleh chef Juna dianggap mirip air bekas cucian sayuran. Hani mendapat point 7 dari chef Degan dan 7 dari chefJuna. Sedangkan Agus Sasirangan mendapat point 6 dari chef Degan dan 5 dari chef Juna. Dengan demikian Hani mendapatkan immunity pin.

Kalau dibandingakan dengan pro chef challenge terdahlu dimana Bagus harus menghadapi chef yang sudah berpengalaman yaitu Chef Henry Alexie Bloem, maka sepertinya tidak adil. Seharusnya dalam satu season, tiap pro chef challenge harus menghadapi chef yang kurang lebih sama pengalamannya.

Pressure test kali ini adalah membuat signature dish dari chef Marinka yaitu pyramid meillefeuille. Hidangan dari Bagus dinilai paling mendekati signature dish dari chef Marinka dan langsung mendapatkan tempat aman. Sedangkan hidangan Desi ada kekurangannya yaitu pistacio creamnya terlalu kental dan irisan jeruknya tidak sama besar. Demikian juga dengan hidangan Agus yang dinilai berantakan presentasenya dan breadnya terlalu besar potongannya.

Dan Agus pun harus pulang sekaligus mengubur mimpinya menjadi master chef Indonesia. Dengan demikian dalam episode ini kedua Agus sama-sama mendapatkan hasil yang jelek. Sama-sama kalah dan sama-sama pulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s