Perhaps, Perhaps, Perhaps

Suatu ketika chef Juna menyuruh seorang kontestan yang bernama Ken untuk maju kedepan dan setelah menanyakan sesuatu ia bertanya kepada Ken apakah dia yakin jadi pemenangnya untuk tantangan yang baru saja selesai. Karena mungkin tidak yakin, maka peserta tersebut menjawab “maybe”. Chef Juna pun balik berkata kalau ia paling tidak suka dengan kata “maybe”.

Tapi bukankah segala sesuatu yang ada didunia ini serba tidak pasti ? Orang moslem  berkata “Insya Allah”. Artinya kurang lebih kalau Tuhan mengijinkan. Sampai suatu iklan obat yang memakai bintang seorang penyanyi moslem yang tenar pun berkata begini “Insya Allah sembuh”. Demikian juga dengan iklan helm yang mamakai ustad.

Orang nasrani pun sering berkata “dalam nama Tuhan …”. Bahkan dalam alkitab Perjanjian Lama ada tertulis “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! ( Yeremia 17:5 )

Tidakkah begitu juga dengan kehidupan anda  sendiri chef Juna  ? Cita-citanya ingin menjadi pilot dan sudah mengantongi beberapa lisensi. Tapi berhubung satu dan lain hal, maka  malah menerjuni dunia kuliner dan menjadi chef yang handal. Dan bukankah anda sendiri  kadang  menyarankan kontestan untuk berdoa apabila masakannya gagal dengan maksud supaya ada kontestan lain yang masakannya lebih buruk ?

Yakin akan diri sendiri memang diperlukan dalam kompetisi ini, tapi bukankah keyakinan yang berlebihan juga akan berakibat buruk ? Memandang remeh kontestan lain. Tidak memperhatikan setiap detail masakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s