Master Chef Indonesia 2012 : 18 Agustus 2012 Dian yang padam

Tantangan pertama pada episode ini adalah mystery box. Tapi anehnya para kontestan boleh memilih sendiri benchnya. Ternyata di  mystery box yang ada di bench masing-masing kontestan hanya berisi sebuah bendera. Bendera negara China, Thailand atau Jepang dan kontestan harus membuat masakan autentik dari negara yang benderanya terdapat di dalam mystery box di bench masing-masing dengan waktu 60 menit.

Keanehan selanjutnya di pantry tidak terdapat ikan atau daging, ternyata para peserta diarahkan untuk membuat vegetarian dish yang autentik dari segi citarasa, ingredient dan teknik memasak.

Pada tantangan ini Desi membuat mango sticky rice, Widya membuat tempura saus teriyaki, Ken membuat onigiri dan kobatarayaki.

Nurul yang membuat ramen vegetarian dan mendapat tanggapan positif dari juri ternyata  menjadi pemenang pada tantangan ini. Nurul sebagai pemenang berhak memilih seorang teman kontestan lain untuk pantry pick dengan mata tertutup disamping mendapat waktu extra memasak 5 menit dan konsultansi dengan seorang juri. Dan Nurul memilih Bagus yang dengan tepat menebak ke 3 bahan utama pada pantry pick dengan mata tertutup. Sehingga memperoleh waktu extra memasak sebanyak 5 menit. Ke 3 bahan utama itu adalah torpedo, lidah sapi dan otak kambing. Bagus memilih torpedo.

Tantangan selanjutnya adalah invention test dengan bahan utama torpedo dengan waktu 60 menit dan waktu berbelanja 3 menit. Juri sempat memberitahu alternatif cara menetralisir bau torpedo yaitu dengan jahe, bawang putih, lemon atau susu.

Pada tantangan ini para peserta membuat :

  1. Lutfi : lemper torpedo oleh juri dikomentari kurang matang
  2. Nurul : spagheti aglio torpedo
  3. Desi : in twin coconut basket, mendapat tanggapan positif dari juri. Chef Juna mengatakan masakan yang cermat dan cerdas, chef Marinka menyukai flavornya, sedangkan chef Degan berkomentar enak.
  4. Ken : pan fried torpedo patties, mendapat tanggapan postif dari juri, bahkan chef Marinka meminta Ken untuk menundukkan kepalanya  supaya chef Marinka dapat mencium jidatnya. Boxy kali, botak tapi sexy. Sesudahnya chef Marinka mengatakan kalau masakannya paling enak. Romantis, tapi malah jadi ingat adegan di sepak bola. Waktu itu kiper plontos Prancis Fabian Barthez dicium jidatnya sama rekan setimnya, Lauren Blanc karena timnya menang.
  5. Bagus : soto torpedo, mendapat tanggapan negatif dari juri. Dikatakan kalau tidak ada inovasi, irisan kentang dan torpedonya sama besar dan yang paling pedas tentu saja komentarnya chef Juna yang bilang kalau memasak pakai otak.
  6. Widya : sate torpedo, mendapat tanggapan negatif dari juri
  7. Vera : canape torpedo
  8. Opik : potato torpedo
  9. Zeze : torpedo parcel, pada waktu maju ke depan sempat bingung dengan ekspresi para juri. Ternyata mendapat tanggapan positif, dikomentari kalau sayurannya bagus, enak dan teksturnya bagus
  10. Joice : bola-bola torpedo
  11. Dian : pancake torpedo dengan saus mangga. Mendapat tanggapan negatif, karena torpedonya masih bau dan pancakenya bantat
  12. Beng : kue sus goreng torpedo dengan saus krim jamur
  13. Hani : membuat 2 masakan, spageti kari torpedo dan lasagna torpedo

Pemenang pada tantangan ini adalah Desi mendapat hadiah dinner di resto Negev dengan ditemani orang terdekatnya yang ternyata adalah suaminya sendiri.  Chef di resto ini adalah Candra Yudaswara.

Sedangkan yang masuk ke pressure test adalah Widya, Dian, Bagus dan Opik. Pressure test kali ini adalah membuat pisang goreng yang spektakuler, tampilan five star resto dan fine dining dalam waktu 45 menit.

Widya membuat pisang goreng cheese with strawberry sauce. Mendapat tanggapan negatif kecuali presentasenya yang bagus. Kejunya tidak terasa, pisang terlalu kering dan saus chocolatenya terlalu keras.

Bagus membuat pisang goreng kipas sauce strawberry. Mendapat tanggapan positif selain presentasenya yang kurang bintang lima, pisangnya renyah dan teksturnya bagus.

Opik membuat tugu pisang. Mendapat tanggapan yang hampir sama dengan Bagus, saos strawberrynya bagus tapi eksekusinya gagal.

Dian membuat sarang pisang coklat strawberry. Mendapat tanggapan sarangnya enak, tapi presentasenya tidak berbentuk sarang.

Setelah selesai penilaian, para juri memberi komentar pada masing-masing peserta. Opik dan Dian dikatakan kalau tidak konsentrasi selama kompetisi, ternyata memang kedua kontestan ini konsentrasinya terpecah ke pekerjaan mereka sendiri. Sesudah itu para juri memberi kesempatan pada para kontestan untuk memilih siapa yang akan dipulangkan. Bagus dan Opik memilih Widya, karena Widya kelihatan kurang serius dalam kompetisi. Sedangkan Dian dan Widya memilih Bagus, karena Bagus lebih kuat dalam memasak sehingga merupakan saingan dalam kompetisi.

Entah karena sekarang bersamaan dengan hari raya Idul Fitri atau memang karena pada episode-episode sebelumnya para kontestan yang masuk dalam pressure test selalu  menyalami kontestan yang akan dipulangkan, maka pada episode ini Bagus diminta oleh chef Juna untuk menyalami Opik, walaupun Opik tidak dipulangkan. Tapi karena kedua-duanya masih bisa bertahan di kompetisi ini. Sedangkan yang pulang ternyata adalah Dian.

Dian ternyata seorang peserta yang tabah juga. Pada waktu bersalaman dengan Widya, Dian mengatakan kalau Widya tidak boleh menangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s