Master Chef Indonesia 2012 : 26 Agustus 2012 ironis dan antiklimaks

Tantangan pertama pada episode ini adalah membuat duplikat dari puff pastry napoleon durian cake dalam waktu 40 menit. Pemenang pada tantangan ini akan mendapatkan right hand pin yaitu hak untuk meminta bantuan dari seorang teman pada pressure test.

Komentar juri untuk masakan kontestan yang mendapat kesempatan presentase :

  • Vera : puff pastry kurang lama
  • Lutfi : rapi, kurang sedikit lagi sempurna
  • Ken : kurang matang
  • Joice : kurang lama dan kurang rapi
  • Hani : kurang rapi dan kurang isi
  • Opik : pastry cream kurang banyak, kacang kurang, tapi rasa duriannya seimbang

2 hidangan yang menarik adalah kepunyaan Lutfi dan Opik, sedangkan pemenangnya adalah Opik.

Tantangan berikutnya adalah tag team challenge. Opik sebagai pemenang pada tantangan sebelumnya berhak memilih 2 orang sebagai kapten. Opik memilih Desi dan Zeze sebagai kapten. Opik sendiri kemudian memilih ikut tim Zeze.

Kemudian sisanya ditentukan secara snow ball, hingga terbentuk 2 tim sebagai berikut. Tim pertama : Desi, Joice, Beng, Lutfi dan Nurul. Tim kedua : Zeze, Opik, Hani, Ken dan Vera

Zeze sebagai kapten dengan salah satu anggotanya Opik berhak memilih amplop yang berisi 1 set menu masakan tradisional Indonesia. Ternyata Zeze mendapatkan menu masakan Jawa Timur yang terdiri dari rujak cingur, tahu campur dan nasi krawu, sedangkan Desi mendapatkan menu masakan Aceh yang terdiri dari soto daging sapi, urap sayur dan korma kambing.

Peraturannya untuk tiap tim hanya boleh 1 orang memasak pada suatu saat dengan waktu maximal 9  menit, apabila kurang yakin boleh memberi tag kepada rekannya walaupun belum sampai 9 menit.Dengan kata lain memasak secara estafet. Waktu keseluruhannya adalah 90 menit.

Setelah selesai ternyata tantangan dimenangi oleh tim masakan Aceh. Dengan demikian tim masakan Jawa Timur yang dipimpin oleh Zeze masuk ke pressure test, kecuali Hani yang mempunyai immunity pin dan menggunakannya untuk tantangan ini.

Pressure test kali ini membuat replika dari hidangan pan seared flat fish with butter toss boiled potatoes and fennel cream sauce dalam waktu 60 menit. Pressure pointnya adalah memfillet ikan, tingkat kematangan dari ikan sendiri yang tidak boleh overcook atau undercook, bentuk dari potato dan saos harus punya konsistensi yang kuat.

Setelah selesai, maka para kontestan pun harus maju untuk mendapatkan penilaian dari juri dengan hasil sebagai berikut :

  • Zeze : presentasenya hampir menyerupai
  • Opik : thymenya kebanyakan, tomat overcook
  • Vera : saos pecah, filletnya bagus, tepungnya cukup sempurna, sayang digoreng dengan butter, thyme terlalu banyak, tapi presentasenya rapih
  • Ken : terlalu kecil filletnya, cream sauce terlalu kental, keasinan, tapi tingkat kematangannya sempurna dan presentasenya rapih.

Ternyata yang paling bagus adalah hidangan Zeze. Dan yang harus pulang, diluar dugaan adalah Opik. Sekali lagi sebuah antiklimaks diperlihatkan oleh seorang kontestan. Pada tantangan pertama menjadi pemenang dan mendapatkan pin untuk meminta bantuan teman dalam pressure test. Juga boleh memilih kapten dan ikut kapten yang mana di tantangan kedua, tapi timnya kalah dan harus masuk ke pressure test. Di pressure test inipun Opik tidak menggunakan pinnya untuk meminta bantuan dari seorang teman dan akhirnya harus pulang. Ironis ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s