Yang menang boleh langsung pulang atau habis menang langsung pulang

Kalimat itu bisa mengandung arti pemenang boleh tidak mengikuti acara berikutnya yang mungkin jika diikuti akan memberatkan yang bersangkutan. Jadi ini adalah suatu pengecualian bagi pemenang dalam suatu kompetisi.

Tapi kalimat itu jika diterapkan dalam kompetisi memasak Master Chef Indonesia bisa memiliki makna lain. Dalam beberapa episode memang pemenang pada tantangan pertama boleh tidak mengikuti tantangan selanjutnya. Tapi biasanya sang pemenang tidak diperbolehkan pulang. Melainkan hanya menonton tantangan selanjutnya di balkon.

Sedangkan kata pulang pada kompetisi ini mempunyai makna negatif artinya gugur atau tereliminasi. Jadi kalimat diatas untuk kompetisi ini bisa bermakna negatif. Artinya suatu antiklimaks atau penurunan prestasi yang terjadi secara drastis dalam suatu episode sehingga bisa dikatakan “langsung”.

Dan ini terjadi pada 2 kontestan yaitu Joice dan Opik. Cuma Opik masih mendapatkan kesempatan untuk masuk lagi ke kompetisi melalui tim cadangan yang disebut black team. Sedangkan Joice nasibnya kurang beruntung bila dibandingkan dengan Opik, karena sudah tertutup kemungkinannya untuk masuk ke kompetisi lagi melalui jalur black team.

Dengan demikian kompetisi ini seperti telah kehilangan salah satu kontestannya yang cukup berbakat dan potensial untuk menjadi pemenang dan memang sudah berulangkali menang pada suatu tantangan. Jangan lupa pula bahwa pada waktu penyaringan untuk mencari 30 besar, ibu Joice pula yang pertama lolos ke 30 besar. Setelah itu baru seperti saluran yang sudah lancar, kontestan-kontestan yang lain pun banyak yang ikut lolos ke 30 besar. Selain itu ketajaman lidahnya untuk mencicipi masakan membuatnya dijuluki sebagai “lidah setan” oleh para kontestan lain dan pada tantangan beregu biasanya Joice sering diminta untuk mencicipi masakan oleh rekan-rekannya yang satu tim.

Akhir kata walaupun usianya sudah 60 tahun, tapi semangatnya masih berapi-api dalam kompetisi ini. Walaupun kakinya sempat terkilir sewaktu offsite challenge dan harus berjalan dengan menggunakan penyangga pada episode selanjutnya tapi tidak menghalangi atau menghambatnya dalam mengikuti kompetisi ini.

Tapi pada episode dimana dia harus pulang,  tertulis kalau ia mau demo. Wah gawat ! Jangan-jangan ia tidak puas dengan penjurian master chef Indonesia dan mau protes. Atau mau demo yang berkaitan dengan dunia politik dan pemerintahan yang akhir-akhir ini marak di Indonesia.

Tenang ! Bukan itu maksudnya, ia cuma kepingin jadi demo chef ! Semoga sukses !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s