Master Chef Indonesia 2012 : 29 September 2012 Mission Impossible

Episode ini dibuka dengan pertemuan para kontestan dengan salah satu orang terdekat mereka. Tentu saja mengharukan setelah beberapa bulan mereka dikarantina dan tidak boleh bertemu dengan orang-orang terdekat mereka. Ken bertemu dengan ayahnya, Henry Sutanto. Bagus bertemu dengan kembarannya, Bagas Herlambang. Opik bertemu dengan kakaknya, Emil. Vera bertemu dengan adiknya, Fani Christiani. Dan Desi bertemu dengan sang suami tercinta, Mail Chen.

Tapi apa yang terjadi selanjutnya ? Tau-tau, Chef Juna memborgol para kontestan. Baru marah besar ? Atau jangan-jangan chef Juna hobbynya BDSM ? Bukan, ternyata itu untuk tantangan pertama yang bertema family member. Ceritanya para kontestan tidak boleh memasak, tapi hanya boleh memberi instruksi dan mencicipi hasil masakan orang terdekatnya yang datang ke gallery Master Chef Indonesia. Masakan yang harus mereka buat adalah sweet and sour chicken with butter rice dalam waktu 50 menit. Padahal rata-rata mereka para kerabat kontestan yang datang ke gallery kurang bisa memasak bila dibandingkan dengan kontestannya sendiri. Mungkin yang paling terampil adalah kembarannya Bagus.  Sementara yang lainnya seperti ayah Ken yang sudah berumur belum pernah masak sama sekali. Fani, adik Vera tidak suka memasak. Demikian juga dengan Emil, kakak Opik sewaktu ditanya oleh Opik apakah bisa membuat masakan itu, ia menggeleng, Jadi boleh dikatakan sebagai mission impossible. Dan nasib para kontestan ini pada tantangan ini tidak ditentukan oleh hasil masakan mereka sendiri. Tapi oleh hasil masakan orang lain dengan bantuan instruksi mereka sendiri.

Kesulitan pada tantangan ini adalah kematangan ayam harus pas, demikian juga dengan saosnya harus pas rasa asam dan manisnya.

Tapi hasilnya sungguh di luar dugaan, semua masakan mereka dikomentari dengan komentar yang positif oleh para juri. Walaupun tentu saja masih keluar komentar yang kurang positif dari mulut dewan juri. Dan diakhir tantangan ini, juri mengatakan kalau semua masakan enak. Entah betul-betul enak atau karena rikuh dengan kerabat para kontestan. Demikian komentar mereka untuk hidangan masing-masing kontestan :

  1. Ken : butter rice enak,  terasa flavor butternya, ayam crispy tapi kurang asam.
  2. Vera : ayam crunchy dan enak, butter rice lebih seperti nasi goreng.
  3. Desi : nasi sedikit kurang seasoning.
  4. Opik : butter rice seperti nasi goreng, saos kurang, ayam gurih dan extra crispy.
  5. Bagus : butter rice paling enak, saos terlalu banyak isinya, presentase paling rapi dan bersih, coating ayam lebih banyak dari isinya tapi crunchy dan enak.

Pemenangnya adalah Ken yang dimasak oleh ayahnya, Henry Sutanto. Seorang lelaki yang sudah berusia 70 tahun dan belum pernah memasak sama sekali. Dan Ken sebagai pemenang berhak untuk tidak mengikuti tantangan selanjutnya.

Tantangan selanjutnya adalah membuat 4 macam hidangan dan salah satunya harus berkuah dalam waktu 90 menit dengan bahan utama ayam. Penilaian dilihat dari variasi hidangan, citarasa dan penampilan.

Desi membuat sup ayam tahu jamur, grilled chicken with mustard sauce, ayam Zechuan dan bola-bola ayam cabe lada. Mendapat komentar positif dari juri.

Vera membuat salad ayam saus mustard, lumpia ayam sayur, ayam saus tiram dan sup kembang tahu. Mendapat komentar salad ayam rasanya surprising, spring rollnya crunchy, sup kurang garam dan ayam saos tiramnya keasinan.

Tapi begitu Opik yang hanya menyelesaikan 3 hidangan maju ke depan untuk presentase dan juri menanyakan kepada Bagus berapa hidangan yang dibuat dan Bagus menjawab 4, maka tantangan ini sepertinya sudah berakhir dan sudah mendapatkan kontestan yang harus berduel dengan black team.  Bagus pun tidak perlu repot-repot maju ke depan untuk presentase.

Tantangan terakhir pada episode ini adalah black team royal battle artinya semua anggota black team ikut memasak dalam tantangan ini bersama dengan Opik. Tantangannya adalah membuat modern Japanese assorted seafood with various cooking technique dalam waktu 2 jam. Hidangan ini merupakan signature dish dari chef Juna dan ia mendemonstrasikan sendiri cara untuk membuat hidangan itu.

Setelah selesai hidangan mereka dikomentari sebagai berikut :

  1. Esakh : kuah kurang garam, ikan seasoningnya bagus, supnya balance dan saosnya terlalu halus
  2. Zeze : sup ada tulangnya, saos caramel sangat kental seperti kecap.
  3. Opik : tingkat kematangannya bagus, rasanya enak, nori emulsion paling sempurna dan masakan paling mirip
  4. Nurul : sup kurang seasoning, krimnya perfect tapi terlalu sedikit
  5. Agus : sup keenceran, potongan jelly terlalu lebar, tapi rasanya enak.

Hasilnya Agus dipulangkan lebih dahulu, kemudian menyusul Zeze dan Nurul dan terakhir adalah Esakh. Sehingga yang tinggal adalah Opik.

Dengan demikian bayang-bayang hitam, julukan untuk black team mulai episode selanjutnya sudah hilang. Wah, jadi cerah lagi dong ya. Kan bayang-bayangnya sudah hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s