Master Chef Indonesia 2012 : 14 Oktober 2012 he can not make it

Untuk episode mencari 2 grand finalis master chef Indonesia kali ini tidak tanggung-tanggung didatangkan 2 profesional chef. Yang pertama adalah chef Handy Mulyana seorang cake decorator dan cake sculpture serta pernah menjadi cake decorating consultant di master chef Australia. Tantangannya adalah membuat duplikat signature dish yang berupa seven deadly sins chocolate cake. Didalamnya terdapat 7 elemen dessert dari coklat dengan 7 tekstur yang berbeda mulai dari soft sampai keras. Waktu yang diberikan adalah 3,5 jam. Penilaian didasarkan atas tekstur, rasa dan garnish. Kesulitannya adalah time management dan membuat mousse.

Setelah selesai dan ebelum mencicipi hidangan, tiba-tiba chef Degan mengumumkan kalau penilaian akan dibantu oleh seseorang yang ahli dalam menilai masakan. Dan setelah dipersilahkan masuk ternyata orang yang dimaksud adalah chef Juna sendiri yang tampil dengan potongan rambut baru “mohawk” !

Hasilnya :

  1. Opik : rasa tidak terlalu manis, lumayan enak, saos terlalu kental, mousse seperti butter terlalu berat.
  2. Desi : rasanya oke.
  3. Ken : taste great, texture closed to fantastic

Pemenang pada tantangan ini adalah Ken.

Tantangan kedua adalah membuat duplikat signature dish dari chef I Wayan Wicaya pan seared assorted seafood with edamame risotto dalam waktu 3 jam. Ken sebagai pemenang di tantangan sebelumnya mendapat keuntungan beberapa bahan sudah dipreparasi.

Hasilnya :

  1. Desi : risotto tidak matang. Ikan, udang, scalop hampir sempurna, tempe sedikit kasar.
  2. Ken : risotto warna kurang, kematangan tidak merata, sayuran tidak overcook, saos dan sambal terlalu reduce dan asin.
  3. Opik : ikan sedikit overcook, tempe butter enak, pumpkin mousse enak, risotto kurang matang, rasa edamame tidak ada, saos terlalu gelap tapi rasanya enak.

Pemenang pada tantangan ini adalah Desi dan berhak untuk maju ke grand final. Sementara Ken dan Opik harus masuk ke pressure test untuk memperebutkan 1 tempat sisa di grand final.

Pressure test kali ini adalah membuat duplikat duck raviolli tomatoes green asparagus with safforn sauce dalam waktu 60 menit. Dish ini merupakan hot appetizer. Kesulitannya di dalam raviolli ada kuning telurnya yang masih meleleh.

Hasilnya :

  • Opik : duplikasi tidak sesuai contoh, rasanya enak, raviolli lumayan tipis, kuning telurnya masih meleleh, safron saos lumayan halus, warna dan taste bagus
  • Ken : bayamnya enak, raviolli dan bayam seperti contoh, saos warnanya bagus tapi kasar, kuning telurnya masih meleleh, kulitnya agak tebal.

Pemenang pada tantangan ini adalah Opik. Dengan demikian kita telah mendapatkan 2 finalis untuk grand final di episode terakhir.

2 thoughts on “Master Chef Indonesia 2012 : 14 Oktober 2012 he can not make it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s