Bukan obeng sembarangan

Orang awam biasanya hanya mengenal 2 macam obeng yaitu obeng plus dan minus. Alat ini berguna untuk membuka atau menutup  sesuatu sesuai dengan sekrup atau baut yang akan dilepas atau dipasang. Jika sekrup atau baut yang akan dilepas atau dipasang bertanda plus, maka obeng yang digunakan juga obeng plus. Demikian juga jika sekrup atau baut yang akan dilepas atau dipasang bertanda minus, maka obeng yang digunakan juga obeng minus. Disamping ada juga jenis obeng lain seperti obeng segi enam.

Tapi semua jenis obeng diatas tidak umum  digunakan untuk memasak dan memang tidak dimaksudkan untuk tujuan itu. Yang paling nyerempet dalam hal ini adalah obeng digunakan untuk melepas atau memasang ring selang kompor gas waktu memasang atau mengganti selang kompor gas.

Atau mungkin juga  bisa digunakan sebagai tusuk sate. Tapi hal ini jarang dilakukan dan mungkin belum pernah ada, kecuali untuk tampil beda dan menarik perhatian.

Tapi tahukah anda ada satu jenis obeng yang memang dibuat untuk tujuan memasak. Ini obeng bukan sembarang obeng. Yang punya juga tidak semua orang. Mungkin yang punya cuma si Mari. Namanya obeng Mari, jika dilafalkan. Kalau ditulis dalam bahasa aslinya au bain marie.

Itu adalah suatu teknik memasak dengan uap air. Bisa disebut juga sebagai double boiling. Contohnya adalah seperti video dibawah ini yaitu memasak coklat didalam bowl yang diletakkan diatas panci dengan air yang mendidih.

Pada waktu pertama kali saya mendengar istilah ini di salah satu acara memasak di televisi, saya geli juga mendengar namanya. Sebab yang terdengar adalah obeng méri dan waktu itu juga tidak ada tulisannya di layar televisi.  Baru setelah saya mencari di internet, akhirnya saya tahu ejaannya.

Di episode terakhir Master Chef Indonesia season 2 yaitu di grand final, teknik ini  juga dipakai untuk  memasak coklat.  Sempat terlihat ketika Opik memasak coklat dengan bowl  yang ditempatkan diatas panci dengan air mendidih. Cuma sayang, bowlnya terlalu kecil. Sehingga bagian bawah bowl masih terkena air mendidih di panci bawahnya. Dan sempat ditegur oleh chef Juna. Tapi sekali lagi sayang, tindakannya bukan mengganti bowl dengan bowl yang lebih besar supaya bagian bawahnya tidak terkena air di dalam panci dibawahnya.  Tapi malah mengganti panci dibawahnya dengan panci yang lebih besar. Sehingga bowl bukan lagi bawahnya saja yang terkena air di panci bawahnya, tapi bowl malah masuk semua ke panci. Dan chef Juna pun jadi semakin gregetan. Cuma lucunya semakin gregetan, dia semakin bilang “sayang”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s