Pendekar konde

Dulu waktu kecil aku punya hobby menggambar pakai kapur tulis. Menggambarnya biasanya di lantai ubin atau di lantai plesteran. Tapi kadang-kadang juga di meja kayu. Aku senangnya menggambar orang. Biasanya orang silat Cina dan kami, aku dan ibu  menyebutnya sebagai pendekar konde. Sebetulnya sebutan itu tidak tepat. Karena rambut mereka tidak di konde, melainkan di kuncir. Waktu itu pernah ada tamu dari orang tuaku yang datang ke rumah dan melihat gambar-gambarku di lantai. Sang tamu itu kemudian memuji gambarku. Aku senangnya bukan main.

Tapi setelah dewasa, aku sekarang hampir tidak pernah menggambar lagi. Dulu sebelum berhenti menggambar, hobbyku menggambar orang pakai kain kebaya. Sekarang sudah tidak pernah lagi menggambar.

Kalau dipikir-pikir dulu waktu kecil aku suka menggambar pendekar konde, sekarang malah sering pakai konde sendiri. Ini ceritaku, apa ceritamu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s