Bunga taman lawang

Bagi pembaca yang berdomisili di Jakarta mungkin sudah akrab dengan suatu daerah yang bernama Taman Lawang. Itu adalah suatu daerah prostitusi waria.

Walaupun secara umum dapat dikatakan kalau waria Indonesia kalah kelas dibandingkan dengan ladyboy Thailand, tapi mestinya ada juga waria-waria kita yang beroperasi di Taman Lawang yang juga tak kalah cantiknya dengan para ladyboy dari Thailand.

Apalagi kalau yang namanya bunganya. Bunga Taman Lawang. Mestinya bisa dikatakan sebagai yang paling cantik diantara yang cantik. Menikmati pelayanan dari sang primadona ini bisa membuat badan kita jadi panas dingin dan angan-angan bisa melambung ke surga ke 7.

Setali tiga uang dengan yang diatas dalam memasak pun kita juga mengenal bunga lawang, tapi tidak pakai “taman”.   Itu  adalah rempah yang memiliki rasa yang mirip dengan adas manis. Rempah ini banyak digunakan di dalam masakan negara-negara Asia. Bunga lawang adalah salah satu bumbu tradisional masakan Cina yaitu ngo hiong yang terdiri dari lima jenis rempah. Nama Bunga Lawang dalam Bahasa Tionghoa adalah ba jiao atau bat gok yang memiliki arti “delapan tanduk”,  sesuai dengan bentuknya yang memiliki delapan kelopak. Bunga Lawang mempunyai bau khas yang kuat. Dari asalnya di Cina, rempah ini mulai diperkenalkan di Eropa pada awal abad ke-17 dan sejak saat itu mulai meraih popularitas. Minyak yang dihasilkan dijadikan bahan perisa dalam minuman. Bunga Lawang sebenarnya bukannya bunga, ia adalah buah yang dihasilkan oleh sejenis pohon kecil.  Buahnya dipetik sebelum ranum dan dikeringkan dengan bantuan cahaya matahari.

Bunga lawang dijadikan rempah untuk menjadi penyedap rasa untuk makanan, sama seperti kulit kayu manis dan bunga cengkeh. Bunga lawang juga banyak dipakai dalam masakan India yang kaya rempah misalnya untuk kari. Bangsa Thailand, Vietnam, dan Indonesia juga banyak memakai bunga lawang untuk penyedap masakan. Di Indonesia, bumbu ini digunakan di beberapa daerah yang memiliki ciri khas masakan berbumbu tajam. Misalnya saja gulai Aceh, Rendang Padang, masakan Jawa, dan Bali.

Selain menyedapkan masakan, bunga lawang juga memiliki khasiat kesehatan. Bumbu ini baik untuk mengatasi gangguan pencernaan dan memiliki fungsi diuretik atau melancarkan saluran kencing. Selain itu digunakan juga untuk pengobatan tradisional di Asia, contohnya untuk sakit sendi. Bunga lawang juga sering dimanfaatkan untuk minuman tradisional seperti jamu dan campuran minum teh. Salah satunya adalah minuman teh khas Thailand yang merupakan campuran teh hitam dan bubuk bunga lawang. Teh dari bunga lawang juga bisa dijadikan obat batuk. Minyaknya juga bisa mengurangi gejala mual-mual bagi ibu yang sedang mengandung. Kandungan asam shikimat (shikimic acid) dalam bunga lawang membuat rempah ini dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuat obat antiflu burung, tamiflu. Hal ini menyebabkan stoknya sempat menghilang dari pasaran dan harganya melambung.

Uraian diatas yang dikutip dari Wikipedia menunjukkan betapa pentingnya bunga lawang bagi dunia kuliner dan juga bagi kesehatan kita. Lalu bagaimana dengan bunga Taman Lawang ? Apakah betul mereka hanya dapat memberi kenikmatan yang relatif sesaat dan relatif semu ? Dan status mereka banyak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Tidak itu saja, tapi malah banyak dicibir oleh masyarakat dan dianggap sebagai sampah masyarakat.

Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini ?  Mari silahkan tinggalkan komentar anda di kotak komentar dibawah ini.

One thought on “Bunga taman lawang

  1. Sebagai seseorang yang tinggal di daerah Taman Lawang, saya cukup sering mendengar drama yang terjadi di malam/pagi hari. Mulai dari godaan-godaan kurang ajar geng motor, pengendara mobil yang cuman ingin cuci mata tanpa maksud beli, sampai berantem antar PSK.

    Menurut saya, sangat ngga pantas mereka diperlakukan seperti itu, tapi kalau ada pembeli, pasti ada penjual. Beberapa dari mereka (seperti awalnya Taman Lawang) memang hanya ingin mejeng, kemudian kalo ada yang mau (suka sama suka), ya keterusan. Tapi ada juga yang memang profesinya sebagai PSK, dan ini salah satu pekerjaan paling riskan.

    Di pihak lain, kaum waria juga harus mengevaluasi diri, karena stereotip yang mereka miliki adalah senjata mulut (dengan kata-kata yang terucap pedas dan keras), dan ini membuat banyak orang takut dan enggan bersahabat dengan mereka. Walaupun saya kenal dengan satu waria Indonesia yang masih muda dan sangat sopan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s