Gorengan

Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, demikian juga dengan kandungan lemak/minyak dan oksidanya. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung koroner. Selain itu di dalam proses menggoreng sering terbentuk banyak zat karsinogenik, hal ini telah terbukti dengan  kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih banyak dari yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

Itulah sebabnya banyak orang yang peduli kesehatan menghindari makanan gorengan dan sebagai gantinya lebih memlilih makanan yang direbus. Tapi pada kenyataannya masyarakat di Indonesia, khususnya orang-orang awam dan rakyat kelas bawah masih menyukai gorengan  sebagai cemilan sehari-hari. Makanan seperti tempe mendoan, martabak, bakwan, sate jagung yang semuanya adalah gorengan banyak dijumpai di pinggir-pinggir jalan dan warung-warung.

Memang makanan gorengan itu enak dan nikmat jika disantap, karena rasanya yang gurih dan renyah. Tapi kenikmatan itu pada kenyataannya hanya bersifat sejenak pada waktu disantap. Sesudah itu jangka panjangnya adalah seperti yang diuraikan di alinea pertama diatas. Atau tidak usah berbicara soal jangka panjang, makan gorengan kebanyakan mungkin juga bisa langsung menyebabkan kita menjadi batuk. Tapi mungkin juga bagi orang-orang tertentu makanan gorengan itu seperti tidak berpengaruh bagi kesehatan mereka, karena mereka mungkin sudah kebal atau mereka mengimbanginya dengan makanan yang bersifat detoksifikasi  dan olahraga.

Demikian pula dengan istilah gorengan di dunia investasi yang akhir-akhir ini sedang marak-maraknya di Indonesia. Apalagi kalau bukan saham. Kita sering membaca atau mendengar orang yang mengatakan bahwa salah satu cara investasi dengan  profit yang tinggi adalah dengan saham. Bagi orang-orang yang awam, setelah membaca kalimat itu dan kemudian ditambah dengan penjelasan-penjelasan yang formal dan secara garis besar serta sedikit muluk atau idealis dari orang yang kompeten di bidang itu, bukan tidak mungkin jika kemudian langsung tertarik dan kemudian akhirnya coba-coba ikut bermain saham.

Saham sendiri sebenarnya bisa  dibagi menjadi 2 jenis yaitu saham gorengan dan bukan gorengan. Dari  sifatnya saham gorengan juga sedikit banyak mirip dengan makanan gorengan. Bisa membahayakan bagi kesehatan keuangan kita bila kita salah langkah.

Salah satu contohnya adalah seperti yang sudah menjadi rahasia umum yaitu saham BUMI yang adalah termasuk salah satu primadona Bakrie group dan mungkin juga primadona di lantai bursa adalah juga saham gorengan. Jadi walaupun kapitalisasi pasarnya  besar, tapi menurut sebagian besar orang adalah termasuk saham gorengan. Karena harganya yang cenderung turun naik secara cepat dan signifikan seperti roller coaster tanpa sebab yang jelas. Menurut orang yang ahli, hal ini diakibatkan karena harganya yang dimainkan oleh para bandar.

Teknik yang paling dasar untuk bermain saham khususnya saham gorengan adalah kita membeli saham pada waktu harga saham tersebut berada di titik terendahnya dan kemudian kita menjualnya pada waktu harga saham mencapai titik yang paling tinggi. Waktu saham berada pada titik paling tinggi inilah yang diistilahkan dengan di goreng. Jadi kita menjual saham pada waktu saham itu digoreng, persis seperti menjual makanan gorengan. Karena membiarkannya untuk waktu yang lama dapat menyebabkan gorengan menjadi basi dan tidak laku,  maka demikian juga dengan saham gorengan. Dan sebaliknya waktu saham turun terus sampai ke posisi yang terendah diistilahkan sebagai diguyur.

Seperti juga halnya dengan makanan gorengan jika kita makan kebanyakan bisa menyebabkan kita batuk, maka saham gorengan juga bisa menyebabkan kita batuk baik dalam arti positif maupun dalam arti negatif. Maksudnya  batuk dalam arti positif adalah kita bisa jadi kaya mendadak jika kita tahu kapan waktu persisnya kita harus menjual saham dan kapan persisnya kita harus membeli saham.  Sedang batuk dalam arti negatif adalah kita bisa jadi jatuh miskin mendadak jika kita salah timing waktu membeli saham ternyata adalah waktu saham di puncak penggorengan atau di harga tertingginya  dan terpaksa harus menjualnya dengan merugi.

Sedang untuk jangka panjangnya seperti halnya makanan gorengan bisa menyebabkan kanker, maka saham gorengan juga bisa menyebabkan kita kanker atau kantong kering. Maksudnya jika saham yang kita beli ternyata semakin lama semakin turun harganya dan kita masih  merasa sayang untuk melepasnya, sehingga kita membelinya lagi dengan harga yang lebih rendah dari yang terdahulu dengan maksud merata-rata harga saham. Tapi waktu yang kita tunggu-tunggu yaitu waktu saham digoreng dengan harga yang tinggi tidak kunjung datang-datang juga.

Begitulah sedikit informasi mengenai gorengan, baik gorengan dalam bentuk makanan maupun dalam bentuk saham. Akhir kata saya ucapkan selamat makan atau selamat menggoreng atau selamat berinvestasi atau selamat bermain saham ? Atau anda punya ucapan yang lebih sesuai, lebih tepat dan lebih menarik untuk akhir artikel ini ? Silahkan tinggalkan di kotak komentar di bawah ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s