Maria Selena

Maria Selena adalah Puteri Indonesia 2011 yang mewakili Indonesia dalam  kontes Miss Universe 2012.  Dan sudah dapat diduga seperti biasanya  penampilan wakil Indonesia dalam kostum bikini selalu menimbulkan pro dan kontra. Karena sudah sejak dari jaman dahulu kala dan seperti sudah menjadi mitos kalau bangsa Indonesia adalah bangsa yang sopan dan santun termasuk dalam berbusana.

Seperti juga halnya dengan busana nasionalnya yaitu kain kebaya yang cenderung tertutup dari atas sampai bawah. Kain wironnya  sampai menutup mata kaki, kalau menurut pakemnya. Sedangkan lengannya  juga tertutup oleh panjangnya lengan dari kebaya. Dan hal ini dapat terlihat pada pemilihan putera-puteri daerah yang selalu menampilkan busana daerahnya masing-masing terutama untuk malam grandfinal dan juga untuk publikasi.

Tapi apa kata Puteri Indonesia 2011, Maria Selena ketika diwawancara dalam bahasa Inggris tentang pengalaman kencan yang paling menarik baginya  dan kebetulan waktu itu ia memakai busana batik yang menurutnya seperti busana tradisional Indonesia ? Dari video diatas pada detik ke 33 dapat didengar ia menjawab  “matching clothes together … batik like a traditional Indonesian clothes… it’s very annoying  actually, but it’s fun and creative  “.

Ternyata ia cukup jengkel dengan busana itu walaupun juga menyenangkan. Ternyata ia belum bisa menerima busana seperti itu dengan sepenuh hati. Padahal kalau dilihat dari omongannya, kelihatannya busana yang dimaksud sudah dimodifikasi. Bahkan mungkin sudah berupa gaun lagi, bukan kain kebaya. Dan namanya busana nasional yang sudah dimodifikasi biasanya akan dibuat dengan tujuan semakin mempermudah dan semakin  membuat nyaman pemakainya.  Termasuk bawahannya yang dulu berupa kain jarik wiron yang sempit dibagian bawahnya sehingga membuat sulit pemakainya untuk melangkah berjalan, sekarang biasanya dibuat lebar dibagian bawah dan juga sudah berupa rok serta mungkin juga sudah tidak sepanjang kain wiron atau bahkan mungkin berupa celana panjang.

Bagaimana ini ? Puteri Indonesia kita ternyata masih setengah hati dalam mencintai kebudayaan dan busananya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s