Archive | January 2013

Ketiban durian runtuh

Mungkin itulah kata-kata yang tepat untukku. Ketika suatu sore aku belanja minyak dan makanan disuatu supermarket, di situ aku melihat ada obral pakaian wanita. Aku pun iseng-iseng melihat-lihat dan memilih-milih dengan cueknya. Kebetulan diskonnya 70 %, akupun akhirnya membeli kaos seperti yang dibawah ini.

pinktshirt

Sesudah itu aku segera pergi ke bagian kebutuhan sehari-hari dan membeli apa-apa yang perlu. Kemudian aku membayar di kasir dan segera menuju ke pintu keluar. Tapi secara tak sengaja mataku menatap kotak obral dan ada kebaya warna putih disitu. Aku pun berpikir, sayang aku sudah punya kebaya warna putih lebih dari satu. Dan kebaya yang disitu pun aku lihat modelnya tidak beda jauh dari yang aku punya. Aku pun tak berniat untuk membelinya. Tapi tetap saja aku mampir ke situ.  Ternyata ada kebaya lain berwarna biru hijau yang dijual disitu. Dengan segera aku lihat dan memeriksanya. Tak begitu lama aku pun segera memutuskan untuk membelinya. Karena ku pikir jika aku tidak mengambilnya saat itu juga, bisa-bisa diambil orang.  Apalagi kebaya hijau itu tinggal satu kelihatannya. Diskonnya lumayan 30 %. Fotonya ada dibawah ini.

nugreen

Esok paginya baru aku kepikiran kalau aku seperti mendapat durian runtuh. Tidak berniat untuk mencari apalagi berburu kebaya baru, tapi malah mendapatkan kebaya baru dengan harga diskon pula. Ini adalah kejadian kedua dimana aku secara tidak sengaja mendapatkan kebaya baru dengan harga obral tanpa bermaksud untuk berbelanja atau berburu kebaya. Kebaya yang satunya berwarna putih seperti dbawah ini.

urai8

Fish and chef

Ini adalah acara kuliner yang ditayangkan Trans7 tiap hari Senin, Selasa dan Rabu jam 15.15. Isinya sesuai dengan nama acaranya adalah tentang memasak dengan bahan utama ikan dan seafood. Selain itu juga dilengkapi dengan wisata pemandangan pantai dan laut. Kalau dipikir memang sesuai dengan negara kita Indonesia yang kepulauan dan sebagian besar wilayahnya adalah laut.  Selain itu makanan laut juga terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi dan juga asam lemak tak jenuhnya.

Uniknya acara ini mempunyai 3 host yang tampil berganti-ganti dan pernah juga 2 host tampil berbarengan. Mereka adalah chef Dina, Rahma dan Winnie Giwangkara. Ketiganya pun punya ucapan  khasnya sendiri-sendiri. Ucapan khas Winnie cukup sederhana dan berbahasa Indonesia “sadap”. Tapi ucapan khas Dina bergaya Inggris “yummy guarantee”, sedangkan ucapan khas Rahma sang finalis Master chef Indonesia season 1 bergaya Prancis “tres bien”. Ketika Dina dan Winnie jadi host bareng, maka ucapannya digabung menjadi “fish and chef, sadap guarantee”.

I Honestly Love You

265post

Writing can be said as an  expression of our hearts and our hearts usually related to honesty. We commonly heard someone said “honest I said  it from the deepest of  my heart”. Especially in situation when someone reveals a very special statement that relates to  a very special intimate relationship with the couple.

So, usually what  is inside of our hearts that is poured into our writing. Altough the article is not real, but only fantasy or fiction. Our hearts still may affect in what we write in our story, even the story is only our fantasy.

I ever had a friend who regulary posted some fiction articles in a forum when the forum was still exist. Once I commented how can he feel so excited when it’s only a fiction. Then he replied that he could feel so involved in his fiction. His fiction seemed to become real for him.

If an article that is fictive can make the writer so excited, how about a true story ? Maybe we can fall in love with it. Maybe that’s why a true story can be a best seller in its time.

Kuliner di mana-mana

Seperti sudah kita ketahui bersama kalau acara kuliner sekarang masih marak-maraknya di televisi. Sedemikian maraknya hingga sebuah stasiun televisi bisa mempunyai lebih dari 1 acara kuliner tiap minggunya.

Salah satu acara kuliner yang dulu menjadi primadona acara kuliner di televisi adalah “Master Chef Indonesia” yang sekarang sudah selesai. Dulu sewaktu masih berlangsung, acara ini sempat disaingi dengan kontes semacam tapi sifatnya ringan dan lucu yaitu “Like A Chef” yang sekarang juga sudah habis tayangannya. Dan sekarang ada lagi kontes masak “Panic Kitchen” yang pesertanya sebagian selebriti serta “No Kitchen Required”  dengan kontestan chef yang tetap.

Tidak itu saja, bahkan untuk acara-acara yang sifatnya umum dan tidak bersifat spesifik kuliner juga disisipi dengan segmen yang membahas kuliner. Sampai sampai suatu stasiun televisi dari pagi sampai menjelang sore bisa menyiarkan acara kuliner beberapa kali, walaupun diselingi oleh acara-acara lain yang tidak bersifat kuliner. Stasiun yang dimaksud adalah Trans7.  Acara-acara itu antara lain :

Ragam Indonesia, sebuah acara mengenai kekayaan budaya dan sumber daya di Indonesia yang disiarkan di Trans7 setiap jam 6.00 pagi dari hari Senin sampai hari Jumat dengan durasi 30 menit. Tema besarnya membahas mengenai macam-macam dari sesuatu. Dimana sesuatu itu diganti dengan yang akan dibahas. Seperti misalnya macam-macam  olahan kedelai, macam-macam kerupuk, macam-macam olahan tahu dan lain-lain. Hampir di setiap episodenya selalu ada pembahasan mengenai kuliner.

Warna adalah suatu acara variety yang lebih ditujukan untuk kaum hawa. Disiarkan di Trans7 tiap jam 10.45 dari hari Senin sampai hari Jumar. Isinya bervariasi. Tapi ada beberapa episode yang hanya melulu membahas masalah  kuliner. Biasanya ulasannya bersifat membandingkan antara bahan yang satu dengan yang lain yang sejenis tapi beda kualitas. Kemudian bahan itu diperiksa di laboratorium untuk mengetahui adanya zat berbahaya yang ada di bahan dengan kualitas lebih rendah.  Belum lagi  di akhir acara ada suatu segmen yang bernama “Dapur warna” yang menampilkan seorang chef memasak suatu hidangan. Chef yang tampil pun sekarang berganti-ganti. Antara lain chef Vero, Winny, Aiko, Ari Galih dan Odie Djamil. Dulu karena chefnya  cewek , segmen ini bernama “Dapur cantik”.  Tapi sekarang berubah menjadi “Dapur warna”, karena ada chef cowok yang ikutan tampil.

Redaksi siang adalah acara pemberitaan yang disiarkan di Trans7 tiap jam 11.30 setiap hari.  Istimewanya untuk “Redaksi siang akhir pekan” yang disiarkan tiap hari Sabtu dan Minggu selalu ada segmen di mana sang host mencicipi makanan khas suatu restoran atau makanan khas suatu daerah dan ikut beraksi memasak di dapur dengan dibantu chef atau koki setempat.

Brownies adalah sebuah acara variety untuk anak muda yang disiarkan di Trans7 setiap jam 14.15 dari hari Senin sampai Jumat  dengan durasi 30 menit. Isinya sebetulnya bisa dibilang bervariasi sesuai dengan jenis acaranya. Tapi pernah di beberapa episode hanya mengupas tentang kuliner saja. Atau kadang-kadang temanya pergi ke suatu tempat baik di dalam negeri maupun di luar negeri kemudian mengupas tentang segala sesuatu yang menarik dari tempat itu termasuk kulinernya.

Tau gak sih adalah suatu acara untuk menguji pengetahuan umum kita mengenai sesuatu. Disiarkan di Trans7 tiap jam 14.45 dari hari Senin sampai Jumat. Tapi sama seperti acara-acara lain yang bersifat umum dan tidak berbau kuliner, acara inipun sering juga disisipi  materi kuliner dengan cara menguji pengetahuan umum pemirsa mengenai kuliner. Bahkan pernah suatu episode hanya membahas soal kuliner.

Yang disebut diatas adalah acara-acara yang tidak melulu membahas kuliner dan hanya menyisipkan materi tentang kuliner sebagai segmen acara. Sedang acara kuliner bukan sebagai sebuah sisipan atau segmen juga tersedia yaitu :

“Makan besar” yang ditayangkan tiap jam 08.15 dari hari Senin sampai Jumat di Trans7. Hostnya adalah chef Ragil, temanya adalah membuat suatu hidangan dalam bentuk yang ekstra besar atau ekstra banyak.

“Fish & chef” yang ditayangkan tiap jam 15.15 dari hari Senin sampai Rabu di Trans7. Hostnya chef Winny, Dina dan Rahma. Temanya adalah mengenai makanan laut atau seafood seperti udang, ikan dan yang sejenisnya. Sedangkan hari Kamis dan Jumat pada jam 15.15 akan disiarkan “Cooking in paradise” dengan host chef Marinka.

Tentu keadaan ini akan sangat memanjakan para pecinta kuliner. Cuma kemudian bisa timbul  pertanyaan  sampai kapan acara kuliner semacam ini booming di Indonesia ?

Beige corset

This slideshow requires JavaScript.

Tradición

Qué alegria si senor…
Aqui cont toda mi gente,
Y con gran admiracion,
Brindo est celebracion,
De mis raices trascendentes.

Yo les traigo un güagüanco,
Para que nunca te olvides,
De este ritmo sin igual,
Y con eso despertar
El orgullo de tu origen…

Qué alegria si senor…
De mi cuba a todo el mundo,
Yo no sé quien lo empezo,
Para aquel que le invento,
Yo le rindo est tributo;
Y aunque el tiempo pasara,
Es nuestra responsabilidad,
A traves de la cancion,
Servir como educacion,
Y seguir le tradicion…
Que siga la tradicion.

Bahasa Indonesia

Aku sangat senang, ya tuan
di sini dengan semua orang saya
dan dengan penuh kekaguman
Saya menawarkan perayaan akar saya
Aku membawakan  Anda guaguanco ini
Hingga Anda tidak akan pernah melupakan ritme yang tidak biasa
dan untuk membangkitkan kebanggaan Anda dalam asal Anda
Aku sangat senang, ya tuan
dari Kuba ku ke seluruh dunia
Saya tidak tahu bagaimana mulainya
tapi untuk siapa pun yang menciptakannya
Saya sekarang menawarkan persembahan ini
dan meskipun waktu akan berlalu
itu tanggung jawab  kami, melalui lagu,
untuk melayani sebagai pendidikan dan
untuk melanjutkan tradisi
biarlah  tradisi berlanjut.

Tradisi bisa disebut sebagai akar suatu bangsa. Bangsa yang kuat biasanya mempunyai tradisi yang kuat. Dari situlah kebanggaan terhadap bangsanya sendiri berasal, dibangun dan dibina. Bangsa yang besar selain menghormati pahlawannya juga menghormati tradisinya sendiri. Seperti tumbuhan  yang akarnya  tercabut dari tanah demikianlah suatu bangsa mungkin akan mengalami keadaan seperti ini jika melupakan tradisinya sendiri.

Contoh bangsa Brasil dengan tradisi sepak bolanya yang kuat juga melahirkan banyak pemain sepak bola yang handal  dan terkenal. Tidak itu saja tapi mereka juga berhasil menjadi juara dunia sepak bola sebanyak 5 kali dan sekaligus terbanyak di dunia.

Demikian juga dengan Gloria Estefan yang dengan bangga memperkenalkan dan mempopulerkan musik tradisional Cuba kepada dunia. Lalu bagaimana dengan bangsa Indonesia ? Masihkah akar tradisi melekat kuat pada dirinya ?

Tradisi kebudayaan Indonesia tampaknya semakin terkikis oleh globalisasi. Dari mulai musik tradisional sampai busana tradisional kita. Belum lagi hal-hal yang lainnya.

Akhirnya sebagai seorang  wanita Indonesia, ijinkan saya bertanya, apakah kita masih dengan bangga memperkenalkan dan mempopulerkan busana nasional kita kain kebaya kapada dunia ? Atau kebanggaan itu sudah terhalang dan tertutup oleh kepraktisan dan globalisasi ? Hingga kita memakainya secara terpaksa untuk acara-acara khusus yang tidak bisa dihindari dan pakaian yang kita pakai pun sudah dimodifikasi terlalu jauh bahkan kadang sampai tidak terlihat lagi sebagai kain kebaya ? Batik yang sudah diakui sebagai warisan budaya UNESCO sekarang sudah diklaim oleh Malaysia. Mereka pun juga punya kebaya. Bukankah keadaan ini sebetulnya sudah cukup kritis bagi bangsa Indonesia jika membiarkannya.

English

I’m so happy, yes sir
here with all of my people
and with great admiration
I offer this celebration of my roots
I bring you this guaguanco
So you’ll never forget this unusual rhythm
and to awaken your pride in your origins
I’m so happy, yes sir
from my Cuba to all the world
I don’t know how it began
but to whoever invented it
I now offer this tribute
and although time will pass
it’s our responsability, through song,
to serve as an education and
to continue the tradition
may the tradition continue.

Tradition can be referred to as the root of a nation. Strong nation usually have strong traditions. From there the pride of the nation itself came, built and nurtured. Great nation beside honoring heroes also respecting its own traditions. Just like a plant which it roots unplugged from the ground,  so a nation may experience a situation like this if forgetting its own tradition.

Examples Brazilian nation with a strong football tradition also produced many football players that are reliable and reputed. Not only that but they also succeeded to become world champion football 5 times and at the same time the most frequent in the world.

Likewise, Gloria Estefan who is proud to introduce and popularize the traditional music of Cuba to the world. Then what about the people of Indonesia? Still the  roots of tradition is strongly attached to her?

The tradition of Indonesian culture seems increasingly eroded by globalization. From traditional music to our traditional clothing. Not to mention other things.

At last as an Indonesian woman, let me ask, whether we are still proud to introduce and popularize our national dress kain kebaya  to the world ? Or the pride was already blocked and covered by the practicality and globalization? Until we are forced to wear it in special events that can not be avoided and the clothes we wear also been modified too much sometimes until to look no further as kain kebaya? Batik which is already recognized as a UNESCO cultural heritage now been claimed by Malaysia. They also have kebaya. Is not this situation has actually been quite critical for Indonesia if we let it.