hamachi ?

Apa asosiasi  anda ketika membaca kata itu ?

Bila anda seorang yang hobby atau pekerjaannya bergerak dibidang  kuliner, maka anda akan segera mengetahui bahwa itu adalah nama dari ikan dalam bahasa Jepang. Atau nama lain dari ikan ekor kuning. Tapi bila anda seorang yang hobby atau pekerjaannya bergerak dibidang komputer, maka anda akan segera mengetahui kalau itu adalah nama dari software untuk membangun jaringan virtual privat.

Dan bila anda mengetik kata itu di search engine Google,  Yahoo atau Bing, maka  yang keluar adalah hamachi nama software dan bukan hamachi nama ikan. Jadi salahkah kesimpulan berikut ini, kalau ternyata apa yang dibuat manusia dalam hal ini software lebih terkenal daripada apa yang dibuat oleh sang pencipta dalam hal ini ikan. Kalau anda mengetik “ikan hamachi” di search engine, barulah keluar situs-situs yang berhubungan dengan ikan hamachi.

Anehnya lagi software hamachi yang menggunakan nama ikan sebagai merknya, sama sekali tidak menggunakan gambar ikan atau bagian dari ikan sebagai lambangnya. Tapi malah menggunakan lingkaran biru dengan 3 lingkaran putih didalamnya atau kebalikannya lingkaran putih dengan 3 lingkaran biru didalamnya.

Atau apakah ini tanda bahwa manusia sudah lebih meninggikan dirinya sendiri daripada meninggikan sang penciptanya ? Seperti kisah di alkitab Perjanjian Lama di mana ketika sebuah bangsa hendak membangun menara Babel untuk menyaingi kebesaran sang pencipta ? Semoga kesimpulan  ini keliru.

Saya pernah melihat film Amerika Cape Fear yang  disutradarai oleh Martin Scorsese beberapa dekade yang lalu. Film ini sangat menarik perhatian saya  terutama karakter psikopat Max Cady (diperankan oleh Robert De Niro) yang mengutip sebuah ayat Silesius. Kutipannya adalah :

Aku seperti Tuhan dan Tuhan seperti saya.
Saya sebesar  Allah, Dia sekecil saya.
Dia tidak bisa diatas saya,  saya pun tidak  berada di bawahnya.

Tapi  konteks di film  ini tidak sesuai dengan konteks yang dimaksudkan oleh Silesius. Karakter Cady menggunakannya untuk menekankan secara dramatis ke karakter lain (korban dimaksudnya) kekuatan kehendak individu dan  kemampuannya yang seperti Tuhan untuk  kekerasan balas dendam. Konteks yang dimaksudkan oleh Silesius adalah realisasi manusia melalui potensi spiritualnya untuk kesempurnaan bahwa ia berasal dari substansi yang sama dengan Allah dalam arti kesatuan  mistis ilahi atau theosis yang merupakan  pengalaman langsung persekutuan cinta antara orang yang beriman dan Allah sebagai sederajat. ( Wikipedia )

English

What is your association when you read that word ?

If you are someone whose hobby or work in culinary area, then you will soon know  that it is a name of a fish in Japanese language. Or the other name of yellow tail fish. But if you are someone whose hobby or work in computer area, then you will  soon know that it is a name of a software to build a virtual private network.

And if you type that word in such search engines like Google, Yahoo or Bing, then what comes out is hamachi as a  name of software and not hamachi as a name of fish. So whether the next conclusion is wrong,  if it turns out to what that human made, in this case is sofware, is more popular than to what that the creator made, in this case is fish. If you type “hamachi fish” in search engine, then at last now comes out sites that related to hamachi fish.

Surprisingly, hamachi software that used a name of fish as its brand,  absolutely did not use a picture of a fish or parts of fish as a symbol at all. But even use a blue circle with 3 white circles inside it or the reverse, white circle with 3 blue circles inside it.

Or is this a sign that people   elevate themselves  more rather than elevating the creator ? As in the biblical story of the Old Testament in which when a nation wants to build the tower of Babel to rival the greatness of the creator? Hopefully this conclusion is erroneous.

I ever saw an American film Cape Fear directed by Martin Scorsese some decades ago. This film attracted me so much especially the character psychopath Max Cady (played by Robert De Niro) who quotes a verse of Silesius. The quote is:

I am like God and God like me.
I am as Large as God, He is as small as I.
He cannot above me, nor I beneath him be.

However, the context of this line in the film does not match the context intended by Silesius. The character of Cady uses it to emphasize dramatically to other characters (his intended victims) the power of his individual will and his god-like ability to exact a violent vengeance. The context intended by Silesius was of man’s realization through his spiritual potential for perfection that he was of the same substance with God in the sense of the mystical divine union or theosis that experience of direct communion of love between the believer and God as equals.  ( Wikipedia )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s