Archive | March 2013

Silver Boys

Silver Boys adalah group tari semacam kabaret yang didirikan oleh Tata Dado yang baru saja meninggal. Sesuai dengan namanya, maka semua anggotanya adalah laki-laki yang selalu berdandan dan menari serta bertingkah laku sebagai wanita ketika tampil di panggung. Mereka menganggap diri mereka mereka sendiri sebagai drag queen.

Maka tidak heran jika hal ini mengundang kontroversi pro dan kontra. Selain itu ada pemikiran dari orang awam, apakah mereka itu tidak akan keterusan menerapkan apa yang mereka lakukan di panggung dalam kehidupan sehari-hari. Berlenggang lenggok, berdandan dan berkata-kata seperti seorang wanita. Dan jika mereka adalah lelaki yang normal, apakah mereka tidak akan kesulitan dalam mencari pacar ?

Semua hal diatas dijawab langsung oleh para anggota dalam acara Hitam Putih. Ternyata mereka masih terlihat seperti lelaki normal begitu tidak berdandan seperti diatas panggung. Demikian juga dengan lenggang lenggok dan ucapan mereka. Cuma kebetulan para anggota Silver Boys masih belum mempunyai gandengan semua.

Episode Hitam Putih kali ini memang merupakan tribute untuk Tata Dado.  Ternyata masih ada satu cita-cita dari almarhum Tata Dado yang belum kesampaian yaitu ingin mendirikan panggung di Batam seperti panggung kabaret yang megah di Thailand. Semoga dengan berjalannya waktu, apa yang dicita-citakan almarhum bisa terwujud.

English

Silver Boys is a kind of cabaret dance group founded by Tata Dado who had just died. As the name implies, all the members are men who always dress up and dance as well as act as a woman when they appeared on stage. They consider themselves as drag queen.

So do not be surprised if it invites controversy pros and cons. In addition there is the thought of ordinary people, whether they would not be continuity to apply what they are doing on stage in everyday life. Wiggle catwalk, dress and speak like a lady. And if they are normal men, whether they will have no trouble in finding a girlfriend ?

All of the above answered directly by the members in the event of  Hitam Putih. Apparently they still look like a normal guy when they do not dress up like the stage. Likewise, sway and swing and also their speech. Just coincidentally all of  the members of the Silver Boys do not have girlfriends.

This episode of Hitam Putih is indeed a tribute to Tata Dado. It turns out there is one of the ideals of the late Tata Dado that has not accomplished that is want to build a stage in Batam like a magnificent  cabaret stage in Thailand. Hopefully, over time, what is aspired deceased can be realized.

Koki 5

Ini adalah acara kuliner baru di Transtv yang mulai tayang tanggal 29 Maret kemarin tiap hari Jumat jam 18.00. Acaranya merupakan kompetisi antar koki kaki lima, maksudnya bukan restoran bintang lima. Acara ini dibawakan oleh Saykoji dan dengan lagu tema yang juga dibawakan oleh Saykoji. Sedangkan juri terdiri dari Sisca Soewitomo,  chef Ray Janson dan Rianti Cartwright. Acaranya berlangsung di ruangan terbuka. Mottonya “Enak, angkat topi. Kagak enak, kasih lima, bye !”.

Episode pertama menayangkan kompetisi antar chef seafood kaki lima. Peserta terdiri dari 3 tim yaitu Seafood 68 Santa, Seafood 88 Kalibata dan Baruna Seafood. Kompetisi terdiri dari 2 tantangan. Tantangan pertama, membuat hidangan untuk dinilai juri berupa cumi saos padang dan cah kangkung dalam waktu 15 menit. Tantangan kedua, membuat hidangan untuk para pelanggan di lokasi shooting dalam waktu yang secepat-cepatnya, tapi terlebih dahulu dicicipi oleh para juri.

Tenyata 2 hidangan  koki kaki lima yang sudah biasa bekerja di dapur masih dinilai kurang oleh para juri. Keduanya sama-sama dinilai terlalu lama dalam memasak cumi sehingga cuminya terasa agak keras. Selain itu salah satu peserta dinilai tidak konsisten dalam rasa, karena tingkat kepedasannya berubah dari tantangan pertama ke tantangan kedua. Dan pemenangnya tentu saja adalah koki yang tidak mendapatkan kritik yaitu yang memasak cuminya pas dan tidak kelamaan yaitu tim Seafood 68 Santa.

Benu Buloe

Ini adalah sebuah acara kuliner Transtv yang tayang setiap hari Minggu jam 08.00. Acaranya seperti halnya dengan sang host bersifat ringan dan lucu. Benu Buloe sendiri sebelum mempunyai acara khusus dulunya hanya merupakan segmen dari sebuah acara pemberitaan akhir pekan di Transtv.  Baru kemudian setelah itu dibuat acara khusus tersendiri. Acara ini sudah tayang cukup lama bahkan sampai  bertahun-tahun. Dan sempat berhenti, sebelum akhirnya tayang lagi tiap hari Minggu jam 08.00

Tema besarnya Benu Buloe menjadi seorang tokoh lengkap dengan costumnya dan ditemani seorang cewek cantik. Kemudian pergi ke suatu tempat dan mengeksplorasi makanan-makanan khas di sana.

Ucapan khas yang sering keluar dari mulutnya adalah “lazis”, “la to the zis”, “hac ce ping ping ping ping”. Entah apa dan dari mana  arti kata lazis berasal. Tapi dulu pernah ada di suatu episode dimana Benu mencicipi kuliner Turki dan bertanya kepada orang yang didekatnya, apa kata lezat dalam bahasa Turki dan dijawab “leziz”. Sejak itulah kata “lazis” sering digunakan.

Walaupun begitu kadang-kadang ada juga  ulasan mengenai bumbu-bumbu dan cara membuat suatu hidangan, tapi tidak begitu mendalam.

Anne Advantie

anne-avantie

Kemarin Anne Advantie muncul di Hitam Putih Trans7 sebagai bintang tamu. Tentu saja hampir semua orang mengenalnya. Khususnya para wanita yamg selalu uptodate dalam mengikuti mode.

Ia seperti yang kita ketahui bersama adalah perancang busana khususnya busana wanita. Kemarin ia sempat mengklarifikasi mengenai satu  hal yaitu bahwa rancangannya yang oleh umum dianggap sebagai kebaya. Ternyata ia tidak mengiyakan kalau itu adalah kebaya, tapi juga tidak menolak kalau rancangannya oleh umum dianggap sebagai kebaya. Cuma ia berkata bahwa sebetulnya ia tidak merancang kebaya, tapi jadinya seperti itu. Memang sebagian rancangannya menurut pandangan saya sangat jauh dari bentuk kebaya, tapi sebagian yang lain masih kelihatan seperti kebaya.

Ternyata pendidikannya hanya sampai SMP saja dan tidak ada latar belakang pendidikan perancang busana serta takut untuk bepergian dengan pesawat terbang. Tapi hebatnya lagi  ia mempunyai jiwa sosial. Pernah suatu ketika busana rancangannya dibeli oleh seorang ibu dengan CD lagu rohani sabagai pembayarannya. Selain itu ia juga mempunyai sebuah yayasan sosial yang bernama Yayasan Wisma Kasih Bunda yang berlokasi di Semarang. Yayasan ini membantu pasien dengan penyakit tertentu seperti hidrocephalus.

Tapi selain itu ia juga memberikan suatu statement yang cukup mengejutkan. Yaitu bahwa ia adalah ibu dari para waria dan para waria itu sangat berpengaruh besar dalam model pakaian dan rancangan busananya serta ia juga mempunyai kelompok persekutuan doa yang anggotanya terdiri dari para waria. Bahkan mungkin untuk bukti, di acara tersebut ditampilkan peragaan busana rancangannya dengan model para waria. Memang para waria itu tidak kalah dengan model-model yang asli wanita.

Untuk semakin  melengkapi acara ini, ada juga bintang tamu transgender Miss Waria Hukum dan HAM Lucky Dyah Pitaloka dan ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia Yulianus Rettoblaut.

Mudah-mudahan dengan tayangan ini semakin menyadarkan masyarakat bahwa waria itu tidak sejelek yang mereka kira dan dengan demikian para waria bisa semakin diterima di masyarakat.

NB : Untuk mami Yuli, semoga berkenan dengan artikel ini dan tidak tersinggung atau marah. Salam !

SOS

Student Or Secretary ?

This slideshow requires JavaScript.

Or Shemale ?

Just the way you are

What’s on your mind if you read this posting title in relation to a song ? It may depends on your age. If you are  young and  from  MTV generation, you may be  remembered  a song of  Bruno Mars. But if you are born decades before,  you may be remembered a song of Billy Joel.

Yes, both songs are equally entitled “Just the way you are”. And both songs are equally sung by their composers who both play the same musical instrument, piano.

Although both songs equally told about love between 2 humans and told that the couple is perfect in natural way and also about the faithfulness. But both songs don’t  resemble each other. The older song which composed by Billy Joel can be said sounded more ballad, blues and jazzy.  While the newer song which composed by Bruno Mars can be said sounded more cheerful. Maybe it’s more suitable to dance.

So, is it just a coincident ? Or Bruno Mars tailed the popularity of Billy Joel by using the same title of a master hit of Billy Joel ?

Because Billy Joel’s song was  very popular a long time ago earlier before the song of Bruno Mars becomes popular. And not only that, but also sung by the other singers. Beside that, it becomes a must song for  jazz singers like  Diana Krall, Salena Jones and Susan Wong who ever sang it.