Kehangatan

Semua orang merindukannya
Baik dalam hubungan kekeluargaan, persaudaraaan dan  persahabatan
Ataupun dalam hubungan sepasang kekasih
Sampai hubungan kerja dan bisnis
Sungguh sesuatu yang didambakan

Akupun juga mendapatkannya
Ketika rambut belakangku diikat
Kemudian dipasangi sanggul
Ketika kakiku dibungkus dengan ketatnya  kain batik yang ujungnya berwiru
Ketika pinggangku diikat dengan tali kuat-kuat
Supaya kain wiron tidak longgar dan kedodoran
Ketika pinggangku kemudian ditutup dengan gulungan stagen dengan kencang
Kemudian masih ditambah dengan bra dan korset
Dan akhirnya badanku diselubungi dengan rapatnya  kebaya
Apalagi kalau kebayanya kebaya beludru panjang dan  cuacanya panas serta lembab

Hangatlah kini diriku
Tapi seperti dua sisi mata uang atau seperti pisau bermata dua
Begitulah arti kehangatan itu bagiku
Kehangatan itu begitu menyiksa diriku
Karena aku jadi harus menahan keringat
Sehingga aku harus bergerak dengan pelan dan hati-hati
Atau malah mengurangi sebanyak mungkin gerakan
Bahkan kalau perlu menahan nafas mati-matian
Semata-mata supaya aku bisa menjadi anggun

Seanggun Kartini pahlawan emansipasi wanita
Yang selalu tetap berkain kebaya meskipun sedang bekerja
Bahkan sampai tidur dan ajal menjelang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s