Jadilah pemenang di setiap tantangan

Itu adalah kalimat khas yang sering diucapkan oleh chef Juna sewaktu masih jadi juri di Master Chef Indonesia season sebelumnya. Tapi begitu dia sudah mengundurkan diri dan tidak menjadi juri lagi, maka kalimat itu juga ikut menghilang dan tidak pernah terdengar lagi sampai episode terakhir yang sudah ditayangkan.

Rupanya kalimat itu  sudah menjadi ciri khas dari Juna dan bukan ciri khas dari Master Chef Indonesia ataupun juri-juri lainnya. Sehingga juri-juri lainnya yaitu chef Arnold, Degan dan Marinka tidak pernah atau belum pernah mengucapkan kalimat itu.  Mungkin karena kalimat itu masih menjadi hak milik pribadi Juna dan belum menjadi milik umum seperti “maknyus” yang juga pernah diucapkan oleh Marinka dan Arnold walaupun diluar acara ini. Atau mereka yang enggan atau gengsi menggunakan kalimat itu.

Tapi mungkin kalau menurut fans beratnya Juna bisa jadi karena memang sudah sesuai dengan keadaannya sekarang. Artinya kompetisi Master Chef Indonesia sekarang ini sudah tidak menantang seperti dulu lagi, sehingga kita tidak perlu lagi untuk menjadi pemenang di setiap tantangan. Kalau ibarat cerita kurang greget. Ibarat sayur, kurang bumbu, kurang garam dan kurang pedas. Karena kalimat itulah yang mendorong dan memacu setiap kontestan untuk selalu berusaha menjadi pemenang di setiap tantangn. Dan karena sudah tidak ada lagi kata-kata pedas dari sang juri yang terkenal paling galak dan arogan, maka kompetisi jadi lempeng-lempeng saja. Juri-juri yang ada sekarang kelihatan lebih sopan walaupun tegas.

Sebaliknya mungkin menurut yang kurang senang dengan gaya Juna bisa jadi lain.  Kalimat “Jadilah pemenang di setiap tantangan” mungkin masih belum diberi ijin oleh yang bersangkutan untuk digunakan di acara ini. Dan acara inipun masih sama menantangnya dengan season sebelumnya, bahkan mungkin lebih menantang. Karena adanya peraturan yang mengatakan kalau eliminasi tidak hanya bisa terjadi di pressure test, tapi bisa terjadi kalau kontestan gagal menyelesaikan tugas yang diberikan di suatu tantangan. Bahkan juri pernah mengatakan kalau peraturannya bisa berubah setiap saat. Kalau ini, bisa disebut terlalu dinamis atau malah plin-plan dan tidak tegas ?

One thought on “Jadilah pemenang di setiap tantangan

  1. Sementara mereka yang sudah menjadi head chef bisa mendapatkan gaji Rp 10 juta lebih tiap bulannya. Bahkan, ada pula yang mencapai Rp 100 juta, ungkap Syaiful yang pernah bekerja di Independet Restaurant Hotel Amerika selama empat tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s