Bond age

bo(u)nd girlTrailer diatas diambil dari film James Bond yang sudah sangat terkenal yaitu Casino Royale. Bahkan sudah sampai dibuat dua kali dengan pemeran tokoh James Bond yang berbeda.

Sedangkan gambar yang dibawahnya diambil dari trailer tersebut pada waktu 2:19. Seorang gadis yang biasanya disebut sebagai gadis Bond sedang tergeletak dengan tangan terikat kebelakang. Dan James Bond sendiri sedang mengendarai  mobil dengan kecepatan tinggi dengan arah menuju si gadis. Adegan yang betul-betul menyentuh, setidaknya bagiku.

Menyentuh bisa dalam 2 arti. Pertama, orang akan kaget dan miris melihat gadis yang tergeletak tidak berdaya ditengah jalan dan akan terlindas mobil. Kedua, khusus bagi penggemar  bondage atau BDSM melihat gadis yang tangannya terikat kebelakang dan nyaris akan terlindas mobil tentu adegan tersebut menjadi menarik. Baik bagi yang bermain sebagai master ( dominant ) ataupun sebagai submissive.

Aku sendiri mempunyai cerita tentang bondage sejak waktu aku masih kecil.  Ketika masih kecil dulu aku pun sering bermain seperti layaknya anak-anak pada umumnya. Termasuk bermain lakon-lakonan. Kami bermain  kadang dengan tetangga dan kadang cuma dengan saudara sendiri. Biasanya waktu permainan lakon-lakonan tersebut, seseorang akan bermain sebagai lakon dan yang sisanya bermain sebagai penjahat. Atau mungkin juga sebaliknya, seseorang akan bermain sebagai penjahat dan yang sisanya bermain sebagai polisi atau orang baik-baik.  Diwaktu bermain tersebut selalu ada waktu dimana seseorang ditangkap beramai-ramai dan tangannya diikat kebelakang. Aku tidak pernah bermain sebagai seorang yang ditangkap tersebut melainkan sebagai yang menangkap dan cenderung sebagai pupuk bawang, karena aku waktu itu termasuk yang paling kecil. Pada waktu seseorang ditangkap dan tangannya diikat kebelakang itulah aku menikmati adegan itu. Pernah suatu ketika kakakku karena mungkin dia sudah kebagian jadi orang yang ditangkap, meminta aku menjadi orang yang ditangkap. Tapi aku menolak.

Kemudian kesenanganku melihat orang yang diikat  jadi berkembang dengan melihat film-film action di televisi. Karena boleh dikata sering atau biasanya si lakon pemeran utama pada serial action televisi selalu tertangkap terlebih dahulu dan tangannya diikat ke belakang. Walaupun pada akhirnya tentu berhasil melepaskan diri dan ganti menangkap si penjahat. Kakakku agaknya juga mengetahui hobbyku itu dan pernah bilang begini, “hayo, hayo, ngeliat orang diikat ya”.

Kesenanganku akan bondage lalu aku kombinasikan dengan kecanduanku akan kain kebaya. Pada waktu awal-awalnya dulu seperti yang kuceritakan di posting yang berjudul “Gara-gara selimut”, aku selalu memakai selimut sebagai kain jarik tanpa memakai stagen. Pada waktu itulah kedua tanganku aku masukkan kedalam selimut yang kupakai sebagai jarik dibelakang punggung. Tentu saja selimut yang melingkar di pinggangku jadi semakin sesak, karena dimasuki kedua tanganku. Jadi seperti orang yang tangannya terikat kebelakang. Aku melakukannya sambil bersimpuh.

Ketika beranjak remaja, kesenanganku akan bondage berkurang bahkan mungkin bisa dikatakan menghilang dan tertutup kecanduanku akan kain kebaya. Seingatku aku tidak pernah melakukan hal itu lagi. Aku hanya melakukan ngadi salira ngadi busana tanpa memasukkan tanganku kebelakang punggung.

Tapi beberapa tahun belakangan ini setelah aku bisa ngadi salira ngadi busana  lengkap dengan kain, kebaya dan sanggul seperti di postingku yang berjudul “Metamorfosa yang sempurna” aku kembali kepikiran untuk memvariasikannya dengan bondage. Tapi tidak dengan cara memasukkan tanganku kedalam jarik atau stagen, melainkan dengan seutas tali elastik. Selang beberapa waktu kemudian aku membeli borgol mainan.

Sayangnya borgol mainan itu tidak lama kemudian rusak dan sering membuka sendiri. Aku pun jadi tidak puas dan mencari-cari di internet cara untuk self bondage. Akhirnya ketemu juga, walaupun tentu saja tidak sesempurna jika diikat oleh orang lain. Cara itu pada prinsipnya adalah dengan membuat tali lasso dan mengencangkannya setelah kedua tangan dimasukkan kedalam lubang tali lasso.

Namun akhir-akhir ini seperti sedang terjadi perubahan selera pada diri adikku. Kalau dulu waktu melihat wanita cantik dengan tubuh aduhai dan memakai kain kebaya,  adikku bisa langsung berdiri.  Maka sekarang adikku seperti sudah kebal dan susah berdiri. Tapi anehnya kalau lihat wanita cantik dengan tubuh aduhai yang dibondage dengan tangan terikat ke belakang apalagi kalau dalam posisi hogtie, maka adikku jadi bisa berdiri. Padahal semua gambar atau video tentang  gadis dibondage di internet yang pernah aku lihat tidak pernah ada yang memakai kain kebaya. Tapi tetap saja adikku bisa berdiri. Mungkin ini yang namanya perubahan iklim atau pancaroba. Separti cuaca yang sedang kita hadapi di Indonesia tercinta ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s