Tragedi buah apel atau kotak pandora

Aku Domina Nancy sama sekali tak mengira kalau apa yang kulakukan dengan tidak sengaja akhirnya menjadi bumerang bagi diriku dan  menjadi wabah bagi orang lain.

Awal mulanya adalah ketika aku dan adikku diutus oleh orang tua kami untuk menghadiri suatu resepsi dan pakaian yang siap dipakai untuk ke resepsi kebetulan cuma ada 2 yaitu mini dress dan kain kebaya. Itu karena waktu yang mepet dan adanya perubahan rencana. Dulunya mama akan pergi bersama salah seorang dari kami. Ternyata mama tidak jadi pergi dan mengutus kami berdua. Kami pun berebut untuk memakai strapless mini dress daripada memakai kain kebaya. Kami pingsut dan sial bagi adikku. Dia kalah dan harus memakai kain kebaya.

Tapi apa yang terjadi ? Begitu adikku memakai kain kebaya, ku akui dia kelihatan cantik, anggun, dewasa dan mempesona. Kemudian aku perhatikan waktu dia berjalan. Begitu terhambat dan tersiksa kakinya untuk dapat melangkah dengan lebar dan cepat. Segala gerak-geriknya jadi lambat. Aku jadi kepikiran kalau dia cocok untuk model submissive. Maka aku menjebaknya dan memaksa dia menjadi model submissive untuk kelompokku.

Padahal sebelumnya di kelompokku tidak pernah ada pikiran untuk  menjadikan seorang wanita yang berpakaian Jawa menjadi model submissive. Kami selalu memotret model yang berpakaian mini, sexy atau bahkan hanya memakai pakaian dalam dan yang paling sopan adalah pakaian biasa sehari-hari seperti pakaian kantor.Tapi begitu mereka kuberitahu dan kuperlihatkan adiikku yang waktu itu sedang berpakaian kain kebaya, maka mereka juga satu ide dengan aku. Untungnya adikku tidak bisa atau tidak berani menolak ketika kupaksa menjadi model submissive. AKu puas, begitu juga kelompokku.

Tapi aku tidak sadar kalau ini adalah awal dari segalanya. Awal berkah tapi juga sekaligus awal musibah. Memang betul ini seperti  berkah, karena aku  mendapat submissive dengan model baru. Tapi juga awal musibah bagi diriku dan temanku. Tidak itu saja, ini juga adalah awal  dari arena balas dendam yang tidak akan pernah ada ujungnya.

Awal dari bumerang bagiku sendiri dan juga awal petaka bagi yang lain. Karena bagitu aku dalam keadaan terpaksa memakai kain kebaya dan kelompokku mengetahuinya, maka mereka juga memaksaku menjadi submissive. Aku yang sebelumnya tidak pernah menjadi submissive dan selalu menjadi dominant, untuk pertama kalinya harus menjadi submissive. Harga diriku seperti diinjak-injak. Apalagi adikku yang sebelumnya  kujebak dan kujadikan model submissive juga ikut melihat dengan mata kepala sendiri, kakaknya dijadikan submissive. Belum lagi aku harus memakai pakaian yang paling tidak kusuka ketika menjadi submissive. Harga diriku runtuh.

Tidak itu saja. Sesudah itu aku pun sudah 2 kali lagi mereka paksa menjadi submissive. Aku bahkan juga sempat  dihukum dan diikat oleh papaku sendiri sampai 2 kali pula.  Bagi mereka sepertinya mudah mendapatkan kesempatan untuk menjadikanku submissive. Kesempatan yang tidak pernah ada sebelum aku menjadikan adikku submissive. Apakah ini karma ?

Aku jadi dendam terhadap semua orang yang pernah menjadikan aku submissive. Aku akan ingat mereka satu persatu. Nama mereka ku catat satu persatu dan aku akan mencari kesempatan yang tepat untuk melampiaskan dendamku menjadikan mereka submissiveku satu persatu.

Mini, engkau adalah sahabat karibku. Oleh karena itu engkau mendapatkan  kehormatan untuk menjadi submissive ku yang pertama di rangkaian ritual balas dendamku. Tapi engkau sekarang boleh tertawa senang, karena engkau telah sukses membalas  kembali perbuatanku. Tapi tetap berjaga-jaga dan waspadalah. Karena permainan belum berakhir. Mata ganti mata. Dendam dibalas dendam. Sadis dibalas dengan lebih sadis.

Semua ini hanya berawal karena satu peristiwa yaitu adikku terpaksa memakai kain kebaya dan aku memanfaatkannya. Maka berubahlah sudah tatanan duniaku.Seorang dominant akhirnya menjadi submissive. Seandainya aku membiarkan adikku dan tidak memanfaatkan dia.

Tapi sekarang kotak pandora sudah terlanjur kubuka. Apakah dengan menutupnya kembali otomatis segala sesuatu yang telah keluar bisa hilang atau masuk kembali kedalamnya ? Terlalu sulit dan terlalu tidak mungkin, karena segala sesuatu yang keluar telah menyebar seperti wabah virus dan bukannya menghilang tapi malah berkembang biak. Serta tidak mungkin masuk kembali kedalamnya, kecuali disedot masuk kembali. Tapi sedotan apakah yang mampu menarik masuk kembali virus yang telah menyeber ke mana-mana ?

Sementara  buah apel dari sang iblis pun telah dimakan oleh Hawa dan Adam. Dosa pun telah menyebar luas kemana-mana. Dan hari penghakiman pun masih belum tiba.

Sekarang ijinkanlah aku bertanya kepada anda semua. Para pembaca budiman apakah anda semua juga menginginkan cerita dan dendam ini terus berlanjut atau haruskah aku berdamai dengan semua orang yang pernah menundukkanku dan melupakan ide untuk menjadikan wanita yang berkain kebaya sebagai model submissive ? Membiarkan tenram dan damai menaungi kita semua atau apakah anda malah ingin menjadi budak nafsu dan memuaskan serta mengobral hawa nafsu anda ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s