Pelajaran menulis

writinglessonSuatu ketika Domina dan Sumi kedatangan saudara mereka. Mereka adalah kakak sepupu mereka dan anaknya yang masih kecil yang masih duduk di Taman Kanak-kanak. Ibu Domina pada waktu itu sedang mewiru kain batik. Kebetulan keponakannya yang datang tertarik, maka si ibu dengan semangat segera menyuruh Sumi untuk memperagakan cara berbusana kain kebaya.Sumi pun segera menuruti kemauan ibunya.

Setelah saudara sepupu ibunya melihat dan memegang-megang Sumi serta bertanya-tanya seputar kain kebaya kepada ibu Sumi, saudara sepupu itu pergi dengan anaknya dan ibu mereka. Tapi mereka masih meninggalkan barang-barang mereka di rumah Sumi. Barang-barang itu antara lain benda-benda keponakan Sumi seperti buku tulis dan alat-alat tulis. Kebetulan, rupanya saudara sepupu Sumi barusan menjemput anaknya dari sekolah.

Domina segera memanfaatkan keadaan ini. Ia segera memaksa Sumi untuk menjadi submissive. Setelah Sumi diikat, maka Domina sibuk memotretnya. Karena keasyikan memotret dan mengatur posisi untuk mengambil gambar Sumi dalam keadaan yang paling baik serta dalam posisi membelakangi kursi dan meja, maka Domina tidak sadar kalau ia telah menabrak kusi dan meja serta menjatuhkan minuman keponakannya dan membasahi buku tulis halusnya. Setelah tahu ia segera mengambil buku itu dengan maksud untuk mengeringkannya.

Tapi terlambat buku itu terlanjur basah kuyup. Padahal di lembar yang basah itu sudah ada tulisannya. Untungnya tidak banyak. Dicarinya akal. Tapi kalau ia sendiri yang menulis, ia tidak bisa menikmati Sumi sebagai submissive.  Maka disuruhnya Sumi menulis sekalipun tangannya masih terikat dibelakang punggung. Apalagi tulisan keponakannya juga jelek, jadi akan hampir sama kalau ditulis Sumi dalam keadaan terikat di belakang.

Sumi tentu tidak mau, karena tidak bisa. Tapi kakaknya terus saja memaksanya dan menjewernya. Begitu juga  Sumi tetap tidak mau menuruti perintahnya. Karena ia sudah beberapa kali dijewer kakaknya. Sehingga sudah terbiasa merasakan  jeweran kakaknya. Kakaknya jadi semakin gregetan, diambilnya mistar dan diancamnya apabila ia masih tidak mau menulis maka ia akan menyabetnya. Kata Domina, “Masih enggak mau juga ? Awas ya nanti kakak sabet yang keras pakai mistar, biar kamu nangis sekalian”. Sumi menjawab, “Kak, tangan Sumi kan diikat dibelakang. Nanti tulisannya jadi jelek”. Jawab Domina, “Justru itulah biar jadi mirip. Tulisan keponakan kamu kan juga jelek”. Barulah Sumi mulai menulis.

One thought on “Pelajaran menulis

  1. Pingback: Kuda-kudaan | priajelita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s