Goro-goro

Sekarang di salah satu stasiun teve di Indonesia sedang berlangsung kompetisi masak yang sudah cukup terkenal di luar negeri dengan peserta para chef profesional yaitu Top Chef. Dengan host juga seorang selebriti chef terkenal yaitu Farah Quin dan 4 orang juri yang juga chef terkenal yaitu Vindex Tengker, Henry Bloom, Chris Salans dan Will Mayrick.

Kalau dilihat dari gelar para peserta dan jurinya sebetulnya cukup membingungkan, karena sama-sama chef. Bahkan pesertanya ada juga yang executive chef. Jadi hampir sama kalau didunia pendidikan akademis, sarjana S1 mengajar mahasiswa program Srata 1. Atau mungkin lebih tepatnya dosen S1 mengajar sarjana S1. Tapi diluar itu acara ini sebenarnya cukup menarik juga. Walaupun tentu saja karena para pesertanya orang yang secara profesional bekerja di bidang kuliner, maka kualitas mereka tentu rata-rata baik semua. Berbeda dengan acara semacam ini yang juga pernah tayang di salah satu stasiun televisi yang lain tapi dengan para peserta yang bukan chef profesional.

Setelah beberapa epsiode, dari 30 peserta sekarang tinggal 5 peserta. Dan di episode dimana tinggal 6 peserta ada suatu tantangan yang cukup unik yaitu para peserta harus membuat 2 macam masakan, 1 western dan 1 Indonesia dengan dibantu seorang chef selebriti. Dan para chef selebriti itu adalah Aiko, Chitra, Vindy Lee, Ari Galih, JD dan Juna.

Tentu saja ke 3 chef cewek yang sexy tersebut menyita perhatian penonton. Tapi selain itu sudah barang tentu Chef kontroversial kita Juna Rorimpandey. Lucunya lagi setelah paginya chef Juna tampil di acara kuliner stasiun televisi yang lain sebagai bintang tamu, ternyata sorenya masih tampil lagi di acara Top Chef. Walaupun ke 2 acara tersebut tidak live. Lucunya lagi kalau paginya sewaktu tampil dengan seorang pakar kuliner kita yang terkenal dengan kalimat “pokoké maknyus”, Juna tampil dengan sopan. Maka sore harinya ia tampil dengan kesan yang arogan dan sombong. Kepalanya terlalu mendongak ke atas dan sudah barang tentu tangannya bersedekap. Celakanya lagi peserta yang dibantunya yaitu chef Zul jadi seperti ketiban sial.

Dimulai dari waktu memasak, terlihat kalau Juna tidak bisa menghilangkan egonya dan seperti mendikte peserta. Padahal dalam hal ini mestinya ia dalam posisi membantu peserta. Dan kesialan berlangsung hingga peserta yang dibantunya harus masuk ke final test sebelumnya akhir harus tereliminasi.

Kalau goro-goro dalam wayang bersifat menghibur, maka gara-gara yang satu ini memang juga bersifat menghibur. Tapi selain itu juga jadi penyebab seorang peserta gugur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s