Maknyus : antara gizi dan rasa

Tersingkaplah sudah teka-teki perbedaan istilah antara “maknyus” dan “top markotop” seperti yang pernah saya tulis  di posting saya terdahulu yang berjudul “Wisata kuliner“. Bondan Winarno sendiri yang menyingkapkannya di beberapa episode Wisata Kuliner yang terdahulu secara tidak sengaja dengan berkata kurang lebih sebagai berikut.  Kalau untuk rasanya harus “maknyus”, tapi untuk gizinya harus “top markotop”.

Lantas bagaimana dengan istilah-istilah lain yang juga pernah ia pakai waktu menilai sebuah hidangan ? Seperti “sip martusip” dan “endang bambang gurindang”. Mungkin kita perlu menunggu hingga beliau yang bersangkutan  mengungkapkannya sendiri.