Kuda-kudaan

Ini merupakan kelanjutan dari pelajaran menulis. Dimana waktu itu Sumi diikat oleh Domina dan dipaksa menulis dengan tangan terikat kebelakang. Setelah selesai menulis untuk mengganti tulisan keponakannya yang basah kuyup, Domina masih belum mau melepaskannya juga. Ia masih mengambil foto-foto Sumi dalam keadaan bersimpuh di lantai.

Tiba-tiba mobil ibu dan saudara sepupu mereka pulang. Untungnya ternyata saudara sepupu mereka hanya menurunkan anaknya dan seorang  anaknya yang lain yang sebaya. Setelah itu mobil dengan ibu Domina dan sepupu mereka pergi lagi. Walaupun demikian Domina jadi deg-degan juga. Karena ia belum sempat melepaskan ikatan tangan Sumi ketika kedua keponakan itu masuk ke ruang tamu.

Domina kemudian berpikir cepat dan didapatnya ide. Ia mau  berpura-pura sedang main kuda-kudaan dengan Sumi. Untungnya ia punya tali lasso, maka dilingkarkannya ke leher Sumi dan ia berdiri setengah berjongkok di belakang Sumi. Domina lalu berkata, “Kudaku, ayo jalan !”. Lalu ditepuknya pantat Sumi. Sumi mengangkat badannya ke atas dan berusaha untuk berjalan dengan beringsut perlahan-lahan.  Celakanya, Domina yang  berpura-pura sedang main kuda-kudaan dengan Sumi ditanggapi betul oleh kedua anak-anak itu. Mereka kemudian saling berebut naik dibelakang punggung Sumi. Terpaksalah  Sumi berusaha semanis mungkin melayani keponakannya sambil berusaha menyembunyikan kejengkelannya. Sementara kakaknya malah seperti mendapat obyek foto yang lebih menarik dengan kedua keponakannya yang sedang bermain kuda-kudaan dengan Sumi sebagai kudanya yang tak berdaya karena terikat tangannya.

kuda-kudaan