Dapurnya Srimulat ?

Selain acara Master Chef dan Top Chef, ada juga sebuah kompetisi masak yang juga tak kalah seru dan yang juga banyak dinanti-nanti pemirsa. Acara itu adalah Hell’s Kitchen. Indonesia mendapat kehormatan sebagai negara Asia pertama yang menyelenggarakan acara tersebut.  Dan yang mendapat kehormatan sebagai juri sekaligus head chef adalah Junior Rorimpandey. Seorang chef selebriti yang banyak mengundang kontroversi pro dan kontra karena sikap dan kelakuannya yang kejam dan  sombong. Acara ini diluar negeri memang juga menampilkan chef yang juga sangar. Jadi cocok sudah dengan perangai Juna.

Disiarkan oleh SCTV setiap hari Sabtu pukul 17.00. Acara ini garis besarnya adalah seperti model dari restoran dimana para pesertanya menjadi koki dengan Juna sebagai head chefnya plus  para tamu sungguhan. Para kontestan yang pada awalnya adalah 11 pria dan 11 wanita dibagi menjadi 2 tim yaitu tim biru yang terdiri dari para kontestan pria dan tim merah yang terdiri dari para kontestan wanita. Dan yang terjadi adalah tentu saja suhu tinggi dan ketegangan dari para kontestan dalam menghadapi tekanan terutama tekanan dari head chef yang galak.

Dari 4 episode pertama, baru pada episode ke 4 kontestan berhasil melewati tantangan Dinner Service ini tanpa mengalami shutdown lebih awal. Tapi tetap saja aksi Juna melempar perkakas dapur masih tetap ada. Aksi yang mencerminkan kekecewaan, ketidakpuasan dan kemarahan terhadap para kontestan.

Tapi selain melempar wajan, Juna juga melempar serbet. Satu hal yang maaf malah  mengingatkan akan penampilan grup lawak Srimulat pada masa jayanya dulu. Stereotype Srimulat jaman dulu memang sering menampilkan pembantu rumah tangga sebagai tokoh utama. Ingat pelawak seperti almarhum Gepeng dan Basuki yang sering mendapat jatah peran sebagai pembantu. Jika mereka sudah  beraksi dipanggung, maka tidak lupa mereka membawa senjata mereka. Salah satunya adalah serbet. Dan ketika sedang meriah-meriahnys mereka melawak, saling berdialog, kadang-kadang mereka juga saling melemparkan serbet. Persis seperti yang dilakukan Juna, cuma bedanya para kontestan tidak berani melempar balik serber itu ke Juna, Berbeda dengan para pelawak Srimulat yang berani bermain lempar-lemparan serbet.

Sebuah acara kompetisi masak yang bergengsi dengan tingkat ketegangan yang sangat tinggi dan para kontestan harus menghadapi tekanan yang sangat luar biasa beratnya. Mungkin itulah kesan umum dari acara ini. Tapi hal ini dibantah oleh Juna dengan mengatakan ini bukan acara ( kompetisi ) memasak, tapi perang !. Sebuah hiperbola yang sangat ekstrim. Cuma siapa yang perang ? Atau perang antar siapa ? Perang antara para kontestan ? Perang antara tim merah dengan tim biru ? Tentu saja kedua-duanya ada, tapi kurang terasa, karena yang paling menonjol adalah lakon kita, Juna. Mungkin  perang antara Juna melawan para kontestan ? Tapi hal itu juga tidak mungkin, karena Juna berperan sebagai juri. Jadi yang ada adalah  seperti yang dikatakan Juna sendiri yaitu perang melawan diri sendiri, perang melawan hawa nafsu kita sendiri dan bertindak dengan penuh pengendalian diri. Seperti halnya Juna yang harus bisa mengendalikan dirinya sendiri, karena bersikap tegas tidak harus ditunjukkan dengan sikap kasar dan arogan apalagi sampai melempar-lempar perangkat dapur. Karena hal itu seperti yang dikatakan Juna sendiri,  bisa membahayakan orang lain ataupun diri sendiri. Suatu sikap atau perbuatan yang dikritik oleh Juna sendiri. Apalagi melihat atau mendengar kemarahan bukankah bisa mengurangi selera makan seseorang ? Bagaimana jika hal ini mempengaruhi para pengunjung restoran Hell’s Kitchen ? Kecuali jika mereka memang penggemar chef Juna dan senang melihatnya marah-marah.

Dalam keadaan seperti itulah head chef kita pernah mengeluh dengan berkata, ” … ya Tuhan … “. Mungkin sudah tidak kuat dengan keadaan yang dihadapi. Memang wajar dan lumrah kalau seseorang sudah tidak kuat, maka akan mengeluh dan berkata seperti itu. Tapi dengan ini ia seperti menjilat ludah sendiri, karena ia pernah berkata “disini tidak diperlukan Tuhan” dalam suatu acara kompetisi memasak yang lain beberapa tahun silam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s