Archives

Selfie dilarang ?

Selfie akhir-akhir ini semakin marak di dunia maya. Berkat gadget yang semakin canggih, selfie bisa dilakukan dengan semakin nyaman.  Di Indonesia dan juga di negara-negara lain, selfie bisa dilakukan dengan lebih nyaman dengan bantuan perangkat yang bernama tongsis. Walaupun mengundang pro dan kontra.

Sedemikian kontradiksinya selfie dan tongsis sehingga dilarang dibeberapa negara dan tempat di dunia. Bahkan di negeri China, ada beberapa petugas pemadam kebakaran dipecat, karena selfie di lokasi kebakaran pada waktu betugas. Lain halnya dengan yang terjadi di Lisabon, sepasang suami isteri tewas jatuh dari tebing tinggi karena selfie.

Sebetulnya apakah sebenarnya selfie itu ? Mungkin kalau dirunut bisa dikatakan sebagai self portrait photography atau mengambil gambar foto diri sendiri. Memang tidak ada salahnya. Walaupun kalau dipikir lebih jauh bisa seperti pamer diri atau seperti bersifat selfish, keakuan.

Bagaimana dengan di Indonesia ? Sejauh ini kelihatannya tidak ada peraturan yang melarang untuk selfie. Tapi secara implisit mungkin dapat dikatakan kalau selfie sudah dilarang per tanggal 11 Juni lalu. Semenjak yang bersangkutan sudah menjadi menantu orang nomor satu di Indonesia.  Khususnya selfie yang berhubungan para ananda kita. Jadi, buat para orang tua yang mau berselfie ria dengan ananda-anandanya berhati-hatilah.

selfie

Advertisements

Parodi politik masa kini

Parpol. Kalau membaca kata itu pasti kita menganggap sebagai singkatan dari partai politik. Memang betul pada mulanya parpol adalah singkatan dari partai politik. Tapi seiring bersamaan dengan runtuhnya kekuassn Orba di Indonesia dan politik sudah bukan lagi barang yang tabu untuk diplesetkan, maka sebuah stasiun televisi membikin acara yang bertajuk Parpol yang isinya bukannya soal serius tentang partai politik melainkan merupakan parodi politik. Dagelan politik.

Yah memang politik di Indonesia sekarang sudah bukan merupakan barang yang tabu lagi. Setiap orang boleh berbicara politik dan partai politik pun dapat dengan mudah didirikan. Gonjang-ganjing politik pun sudah tidak jarang terjadi di Indonesia.

Bahkan ketika seperti sekarang ini dimana presiden yang terpliih adalah presiden yang merupakan pilihan langsung dari rakyat. Walaupun pada mulanya sempat tidak diterima oleh calon saingannya dan toh pada akhirnya mereka berdua bisa saling akrab kembali. Tapi tetap saja gonjang ganjing politik masih terjadi di Indonesia. Dan semakin banyak gonjang ganjing poliik yang terjadi, maka masyarakat yang sudah jenuh,  bosan  skeptis, apatis dan pesimis semakin mempunyai banyak bahan untuk diperodikan. Seperti yang sekarang ini sedang terjadi.

Ditengah menggeloranya semangat untuk mencintai produk dalam negeri dan kembali didengungkannya semangat Trisakti yaitu kemandirian dalam bidang politik, ekonomi dan kebudayaan ternyata pemerintah malah mengambil tindakan yang kontradiksi. Yaitu memilih seorang asing untuk memegang  tampuk kepemimpinan di salah satu lembaga pemerintahan yang cukup penting.

Kalau cuma mengangkat seorang warga negara asing untuk sekedar menjadi pelatih kepala tim nasional sepakbola, hal itu masih  bisa dimengerti dan dimaklumi. Karena persepakbolaan di sana lebih maju dari Indonesia. Tapi memilih seorang warga negara asing untuk mengepalai salah satu lembaga pemerintahan sungguh sulit untuk diterima dan dimengerti. Apalagi sebelumnya sudah ada calon seotang putra Indonesia yang berbudi dan berguna. Bukankah itu sudah ideal seperti yang diharapkan para orang tua kepada anak-anak mereka. Jadilah anak yang berbudi dan berguna bagi nusa dan bangsa. Cuma sayang sang calon kesandung masalah, katanya rekening gendut. Lalu siapakah penggantinya ?

Ia adalah seorang asing. Tapi tanggung, ia bukan dari negara maju melainkan dari sebuah negara berkembang yang mungkin masih berada beberapa tingkat di bawah negara kita Indonesia. Ia berasal dari sebuah negara di Karibia yaitu Haiti. Mungkin juga ia seorang yang kurang alim dan malah agak mbeling sehingga diberi julukan Bad Rod, bukannya Good Rod. Mungkin pemimpin negara kita menginginkan sesuatu yang lebih radikal seperti ketika ia memilih seorang wanita menjadi menterinya. Seorang wanita yang mengundang kontroversi, walaupun sang menteri wanita itu seotang yang terpuji. Mungkin kita hanya bisa berharap semoga pilihan presiden kita tidak keliru.

Taat pada adat

itulah alasan yang tepat
kenapa  wanita Jawa mau repot-repot memakai jarik ketat
pakaian yang membuat berkeringat
belum lagi ditambah kebaya ketat
stagen yang membebat
dan konde yang berat
alhasil kalau jalan jadi kesrimpet-srimpat  tidak bisa cepat
semua gerakan pun jadi terhambat
kalau belum biasa badan bisa jadi penat

ingat kepada adat
lebih tepatnya taat kepada adat istiadat
sekaligus menaruh hormat
walaupun sampai kiamat
supaya tidak kualat

walaupun era teknologi sudah maju melesat
walaupun bisa-bisa dibilang kuno tapi malah kayak ningrat
asal bukan ning ratan kalau yang itu mah artinya melarat
dan tidak mungkin dibilang bejat

daripada pakai bikini salah-salah bisa dilaknat
atau dikatakan kurang bermartabat
mendingan pakai kebaya ketat
biar tambah sexy  pakai kupnat
bahannya pun dari brokat
biar dalamnya bisa sedikit terlihat

pantat pun jadi lebih terangkat
lebih besar berisi dan lebih padat
karena jarik dan stagen yang membebat
membuat semua pria yang melihat jadi tobat-tobat
menikmati pemandangan yang lezat
hidup pun serasa diantara dunia dan akhirat
tidak heran banyak orang yang jadi terpikat
walaupun mungkin cuma beberapa saat

biar berkeringat tapi malah sehat
kalau sulit jalan pun  malah semakin nikmat
atau bisa lompat-lompat
asal jangan sambil akrobat
nanti dikira orang gila lagi kumat

oalah tobat-tobat
pikiran sudah tidak kuat
nyari kata-kata yang berakhiran at
buat nyusun kalimat
akhirnya semoga para pembaca bisa mendapat sedikit manfaat
dan bukannya mudharat

makan ketupat
jangan dicampur sama obat
puisinya sudah tamat
nyuwun pangapunten menawi kulo lepat
teriring doa semoga para pembaca semua sehat walafiat
tapi jangan lupa selalu pakai kain kebaya disetiap saat

SALAM TIGA JARIT ! SelamA-LAManya Tetap Ingin GAya dengan JARIk ketaT !