Tag Archive | cding

sensasi yang lain

Belakangan ini sesudah boleh dikatakan jenuh cding dengan kain wiron dan kebaya ataupun rok mini, kepikiran bagaimana kalau pakai rok span yang panjang dan sempit sampai ke mata kaki.  Kebetulan aku punya kain batik lama  yang sudah robek di sisi memanjangnya hingga kurang  panjang untuk dililitkan ke kaki sebagai kain wiron. Jadi aku punya pikiran untuk membuatnya menjadi rok span panjang yang sempit.

Setelah ragu-ragu untuk waktu yang lama. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatnya dengan jalan menjahitnya sendiri.  Karena aku tidak punya mesin jahit, maka aku menjahitnya dengan tangan. Jadi jahitannya tidak rapi dan perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.

Kain batik itu ternyata terlalu panjang untuk dijadikan rok span panjang. Jadi aku buat atasan tank top dan rok span panjang sampai ke mata kaki. Rok span panjangnya kubuat dengan elastik di pinggangnya. Bagian bawahnya aku buat menyempit.

Begitu jadi, aku tidak sabar untuk mencobanya. Seperti yang kuceritakan diposting yang lain, aku selalu cding waktu libur. Cuma akhir-akhir ini aku juga cding di hari biasa, tapi sebatas hanya pakai rok. Tanpa make up, tidak full cding dan betul-betul hanya sebatas  memakai rok, tidak sampai masturbasi. Tapi waktu aku memakai rok span panjang itu sama atasan tank top yang aku rangkap dengan kebaya, aku bisa merasakan suatu kepuasan yang lain yang berbeda dari biasanya. Kepuasan dan kenikmatan yang tidak terlalu menggebu-gebu dan bernafsu. Suatu sensasi yang lain.

Dan tidak terasa adikku si buyung ngiler juga sedikit. Tapi sesudah itu aku bisa mengontrol diriku lagi. Ini namanya bersenang-senang tanpa kelewat terangsang. Maka pada hari itu aku mengupdate status di facebook, bunyinya begini, “tantangan hari ini adalah bersenang-senang tanpa kelewat terangsang, yang gagal akan langsung masuk ke pressure test”. Gayanya niru acara yang aku senangi, Master Chef Indonesia.  Lalu aku tweet di twitter begini, “@MasterChefIndo tantangan hari ini adalah bersenang-senang tanpa kelewat terangsang, yang gagal akan langsung masuk ke pressure test”.

Dengan demikian aku menjadi pemenang tantangan itu dan mendapatkan hadiah berupa immunity pin. Kekebalan untuk tidak terlalu terangsang secara berlebihan.

Kenangan hari wisuda yang sangat membahagiakan

Tadi malam atau pagi dini hari saya bermimpi seperti sedang kuliah atau kerja dan saya dipegang-pegang dengan akrab oleh dosen wanita saya yang cantik.  Setelah bangun saya jadi ingat dulu waktu kuliah sore sambil bekerja, saya juga punya beberapa dosen wanita yang boleh dibilang aduhai cantiknya.

Sebetulnya sesudah selesai SMA dulu sebelum kuliah sore,  saya sempat kuliah seperti mahasiswa pada umumnya yaitu kuliah pagi. Saya sempat beberapa tahun kuliah, tapi nilai-nilai kuliah saya selalu jelek atau pas-pasan. Saya sampai sempat jatuh sakit. Alangkah sedih hati saya. Masa depan saya sepertinya suram. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan  kalau saya salah jurusan dan sayapun drop out.

Kemudian untuk kompensasinya saya mengambil kursus-kursus sampai akhirnya saya bekerja. Kemudian saya disarankan oleh keluarga  untuk mengambil kuliah sore. Sayapun menyetujuinya. Saya bekerja sambil kuliah di sore hari. Karena untuk jurusan kuliah yang saya ambil,  sebagian pernah saya ikuti di kursus-kursus sebelumnya dan juga saya baca-baca berita serta dari buku. Maka kuliah menjadi tidak sulit bagi saya. Kuliah saya malah terhitung lancar, bukan itu saja nilai-nilai mata kuliah saya cukup bagus dan saya lulus dengan predikat cum laude. Terimakasih Tuhan untuk semuanya.

Selama kurun waktu saya kuliah sore sambil bekerja boleh dibilang saya jarang-jarang punya kesempatan buat cding. Cuma kebetulan juga selama kurun waktu itu nafsu saya boleh dibilang tidak terlalu menggebu-gebu dan kebetulan juga saya punya teman kuliah cewek yang cukup akrab juga. Jadi nafsu saya bisa agak tersamarkan. Tapi setelah teman kuliah cewek saya berhenti kuliah, nafsu saya jadi agak menguat. Karena kesempatan untuk cding boleh dibilang hampir tidak ada, maka saya lampiaskan dengan onani sambil melihat gambar / foto dan juga film tentang cewe yang berpakaian khusus yaitu kain kebaya serta menggambar cewe berkain kebaya. Kebetulan juga saya bisa menggambar. ( Besok kapan-kapan kalau memenuhi syarat,  saya upload beberapa gambar saya )

Maka ketika tiba hari wisuda, rasanya luar biasa. Saya  merasa sangat bahagia sekali.  Seperti mendapat durian runtuh. Sambil menyelam minum air. Entah peribahasa apa lagi yang cocok untuk situasi ini. Bayangkan saja, yang pertama saya di wisuda dengan predikat cum laude. Kemudian saya mendapatkan kesempatan emas untuk melihat teman-teman cewek saya,  tentu saja terutama yang cantik-cantik dan bodynya sexy memakai kain kebaya. Dan kebetulan juga pada waktu itu kain batik ( jarik ) yang sudah dimodifikasi menjadi rok atau sarimbit belum begitu musim seperti sekarang.  Soalnya saya sukanya kalau lihat cewe pakai kain kebaya dan kainnya harus kain batik lembaran asli yang diwiron depannya. Wuih rasanya seperti di langit yang ketujuh. Bisa cuci mata hampir setengah harian. Adik saya sampai bisa berdiri dan ngiler terus,  cuma untungnya tidak sampai banjir. Hanya nyemek-nyemek saja. Apalagi upacara wisudanya berada dilantai yang satu tingkat lebih tinggi dan ketika harus mulai acaranya kami harus naik tangga dengan berjalan. Sayapun dengan seksama menikmati adegan teman-teman cewek yang berkain kebaya harus berjalan dengan ekstra hati-hati untuk menaiki tangga. Dan kebetulan juga sebelah kanan dan kiri saya duduk adalah teman-teman cewek saya, maka sayapun bisa menikmati pemandangan kaki-kaki yang dibelit kain wiron yang indah walaupun tertutup oleh toga sedikit.

Tetapi yang lebih terutama adalah sebelum upacara itu dimulai, dimana kami para wisudawan bergerombol-gerombol sambil menunggu upacara dimulai. Pada waktu itu secara kebetulan saya bisa berada didekat dosen wanita yang cantik dan tubuhnya aduhai. Sang dosen wanita inipun tentu saja juga berpakaian kain kebaya. Kesempatan besar bagi saya untuk menikmati pemandangan ini. Saya memperhatikan sang dosen mulai dari kepala sampai ke kakinya. Saya pikir toganya menghalangi pemandangan untuk menikmati lekuk tubuh sang dosen yang terbalut kain kebaya yang ketat,  karena dengan demikian saya hanya bisa menikmati wajah dan bagian bawah kakinya. Tapi lumayanlah, saya juga memperhatikan sang dosen yang berjalan-jalan dengan langkah-langkah kecil karena takut kalau kserimpet atau takut kalau kain wironnya jadi kedodoran.  Sebetulnya tidak itu saja, tapi saya memperhatikan seluruh teman dan mahasiswi cewek yang kadang-kadang berjalan kian kemari dengan langkah-langkah sempit seperti diseret-seret. Alamak, sedapnya pemandangan ini.  Saya juga ingat ada adegan dimana seorang mahasiswi meminta temannya yang cowok untuk menarik kain wironnya ke bawah, karena ia memakainya agak ketinggian. Aduh bagaimana ini ? Juga waktu itu ada beberapa mahasiswi  yang masuk ke toilet, maka teman-teman mahasiswa pun iseng berkata ” wah kalau pipis bagaimana caranya ? “.  Yang lain pun menjawab ” pakai selang”.

Kalau mengenang semua ini,  rasanya saya kepingin di wisuda lagi. Dan sekali lagi sungguh suatu keberuntungan bagi saya, karena saya menempuh kuliah dua kali. Pertama Diploma 3, karena waktu itu perguruan tinggi tempat saya kuliah masih berbentuk akademi belum universitas. Baru kemudian ekstensi ke Strata 1. Jadilah saya menikmati dua kali wisuda. Tapi sebetulnya diatas semua itu saya harus mengucap syukur untuk pendidikan yang telah selesai saya tempuh. Sekali lagi terimakasih Tuhan. Juga untuk semua dosen yang telah dengan penuh dedikasi memberkan perkuliahan kepada kami,  terutama untuk sang dosen wanita cantik yang saya tulis di tulisan ini. Wah maaf-maaf beribu maaf lho ibu dosen. Tapi ibu memang cantik dan sexy kok.

Nia ku menghilang

Sudah beberapa tahun terakhir ini sesudah saya punya rumah sendiri, hampir tiap malam menjelang hari libur saya selalu tidak bisa tidur. Walaupun badan sudah capai. Bawaannya tidak bisa ngantuk sampai mata rasanya pedas tetap saja saya tidak bisa tidur. Saya sendiri heran dan bahkan jengkel dengan keadaan ini. Ujung-ujungnya setelah berguling ke sana berguling ke sini di ranjang, sayapun bangun dengan perasaan sedikit jengkel dan akhirnya cding lagi. Dari kebiasaan ini saya sampai bisa membuat tulisan yang berjudul “Insomnia”  dan “Ironi”.

Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan kebiasaan cding tengah malam yang biasanya berlanjut sampai pagi hari. Karena saya tahu akan berdampak buruk bagi kesehatan saya. Tapi seakan-akan saya seperti terjebak dalam perangkap nafsu. Saya seperti ditakdirkan untuk tidak bisa mengelak dari kebiasaan buruk ini. Saya seperti menjadi budak dari nafsu saya. Padahal pada tahun-tahun pertama saya punya rumah sendiri sayapun tetap bisa tidur pulas pada malam menjelang hari libur.

Sebagai seorang warga negara republik yang tercinta ini saya juga adalah seorang yang beragama sebagaimana  warga negara pada umumnya. Tiap malam menjelang tidur sayapun selalu berdoa kepada Tuhan supaya sudi memberi hambanya yang penuh dosa ini istirahat yang cukup. Tapi mungkin lantaran dosa saya yang menjadi penghalang doa saya atau saya berdoanya tidak khusuk, tetap saja tiap malam menjelang libur hampir selalu saya tidak bisa tidur.

Sementara keadaan ini tetap berlangsung terus sampai tahun ini, di tahun ini juga saya semakin mengembangkan cding saya dengan membuka account di facebook dan indocrossdresser.lefora.com. Kemudian juga situs blog saya sendiri ini. Ketiga account ini saya maksudkan untuk mencurahkan uneg-uneg saya tentang cding dan juga sharing dengan temen-teman seputar cding.  Cerita yang berhubungan dengan ini  ada di posting saya yang berjudul “Metamorfosa yang sempurna”.

Pada keadaan  ini dimana saya semakin getol bercding, lucunya secara perlahan-lahan nafsu saya sedikit demi sedikit semakin bisa saya kendalikan. Mungkin lantaran sudah tersalurkan lewat tulisan-tulisan di posting saya atau chat dengan sesama cder atau bahkan ML secara imaginer lewat fb. Kalau biasanya setiap cding selalu diakhiri dengan masturbasi dan seringnya saya buat supaya bisa berlama-lama. Maka akhir-akhir ini kadang-kadang saya tidak perlu masturbasi dan tidak perlu berlama-lama. Jadi malam sebelum libur saya cding tidak terlalu lama. Kemudian saya pergi tidur sebelum tengah malam, walaupun tidurnya tidak lelap dan bangunnya kepagian. Tapi sedikit demi sedikit secara tidak sengaja saya mulai bisa tidur pada malam menjelang hari libur walaupun besok paginya saya cding lagi. Tapi keadaan ini saya anggap lebih sehat daripada saya begadang sambil cding semalaman.

Lama kelamaan malam menjelang libur sayapun tidak cding dan tidur sayapun semakin bisa lebih pulas. Cding kemudian saya lakukan pada pagi harinya. Mungkin inilah jalan yang diberikan oleh yang Mahakuasa untuk menghilangkan insomNIA saya. Terimakasih Tuhan. Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang dikasihiNya. Saya tahu bahwa saya masih saja tetap berada dilembah dosa yang paling dalam dan paling gelap tapi saya juga tahu bahwa Tuhan mengasihi umatNya yang berdosa sekalipun.

Sensasi baru

Semenjak saya pertama kali punya hobby cding,  dari dahulu pakaian saya yang saya kenakan selalu kain kebaya. Sudah sepuluh tahun lebih saya melakukannya. Sampai akhirnya tahun-tahun terakhir ini saya menjadi kurang atau sulit bernafsu. Memang kebaya saya ada cukup lumayan banyak,  demikian juga dengan kainnya. Sehingga bisa dikombinasi untuk menghasilkan variasi baru dan menghilangkan kebosanan. Tapi tetap saja saya kurang bernafsu dan mulai timbul kebosanan.

Beberapa bulan kemarin saya memperhatikan sebuah gaun wanita yang bermotif polkadot putih dan lingkaran hitam yang terpajang disebuah toko pakaian. Kebetulan hampir setiap hari saya melewati toko itu. Dari memperhatikan  kemudian timbul keinginan untuk  memakainya. Dari hari kehari  keinginan itu semakin menguat. Akhirnya saya putuskan untuk menanyakan lebih lanjut gaun itu dan bila cocok saya bermaksud untuk membelinya. Tapi pada saat saya memutuskan dan  pergi ke toko tersebut, gaun tersebut sudah laku. Sayapun sedikit kecewa.

Beberapa hari kemudian rasa kecewa dan gambaran tentang gaun sudah menghilang dari pikran saya.  Tapi selang beberapa hari kemudian mulai timbul lagi keinginan untuk mencoba cding dengan gaun. Dan kebetulan suatu  ketika  saat  saya membeli lauk, disebelahnya ada toko pakaian. Maka sayapun melihat-lihat pakaian yang ada ditoko itu. Saya tertarik dengan terusan berukuran mini berwarna hitam. Tapi waktu itu tidak langsung saya beli. Baru beberapa hari kemudian waktu saya kembali kesana akhirnya saya beli.  Setelah saya coba, saya jadi sedikit kecewa. Karena bawahnya ternyata agak terlalu lebar dan modelnya tidak simetris.  Fotonya ada dalam posting yang berjudul “long cool woman in a black dress”. Kemudian untuk menyempurnakan penampilan saya, sayapun membeli wig. Berkali-kali saya mencoba foto-foto dengan pakaian itu hasilnya saya selalu tidak puas. Sampai akhirnya saya sampai pada kesimpulan, kalau saya tidak cocok dengan memakai gaun. Saya lebih cocok pakai kain kebaya.

Selang kira-kira sebulan lebih mulai timbul pemikiran mungkin gaunnya yang tidak cocok atau wignya yang tidak cocok. Bagaimana kalau dengan gaun yang bawahnya span atau mungkin wignya yang agak simpel. Kemudian kebetulan juga suatu ketika saya melewati toko pakaian yang lain lagi dan saya melihat ada terusan rok mini yang bawahnya span. Seketika itu juga saya langsung melihat-lihat pakaian-pakaian yang ada ditoko itu. Setelah pilih-pilih akhirnya saya menjatuhkan pilihan saya pada terusan rok mini yang berwarna putih yang bawahnya span dan sepanjang badannya ada elastiknya. Pada waktu itu sebetulnya saya masih ragu-ragu apakah pilihan saya tepat dan saya akan terlihat pantas dengan gaun ini.

Kemudian ketika tiba hari libur, maka sayapun mencoba gaun terusan mini yang berwarna putih itu dan berfoto-foto. Hasilnya menakjubkan. Saya bukan saja puas tapi betul-betul takjub dan sampai tidak percaya pada diri saya saya sendiri.  Saya bukan saja terlihat pantas dengan gaun putih itu tapi betul-betul terlihat cantik dan sexy. Tidak puas-puasnya  saya  berkaca berulang kali.  Demikian juga saya melihat hasil foto-foto saya berulang kali. Bukan itu saja, tapi saya juga merasakan gairah nafsu dalam diri saya pertama kali sewatu cding dengan tidak  berkain kebaya. Ternyata dengan memakai gaunpun saya juga terlihat pantas dan bisa merasakan gairah nafsu. Foto-foto cding saya ada dalam posting yang berjudul “snow white”