Tag Archive | Christmas

Piet hitam

Kisah ini terjadi di hari Natal. Domina, Sumi dan kedua orang tuanya juga ikut merayakan hari Natal. Mereka berencana pergi di acara Natal keluarga di gereja mereka.

Kebetulan kedua bersaudara itu mendapat tugas dari gerejanya. Mereka berdua mendapat jatah seorang menjadi penerima tamu dengan pakaian adat Jawa dan seorang lagi mendapat tugas menjadi piet hitam. Hal inilah yang membuat Domina jadi pusing tujuh keliling.

Mau jadi piet hitam, karena dengan begini ia tidak usah ribet-ribet pakai jarik tapi kok kelihatannya lucu juga soalnya seluruh badannya diwarna hitam. Pikirnya jadi kayak badut. Nanti bisa-bisa malah diledek sama teman-teman. Mau jadi bagian terima tamu, ia paling tidak bisa kalau disuruh pakai jarik.

Setelah lama berpikir, ia akhirnya memutuskan untuk menjadi piet hitam. Dan Sumi kebagian jatah pakai jarik.

Setelah saatnya tiba, mereka berempat pergi ke gereja. Setibanya di sana, acara masih belum mulai. Karena mereka berempat memang datang awal.

Tak lama kemudian apa yang dikuatirkan Domina pun jadi kenyataan. Sumi dan teman-teman mereka beserta anak-anak kecil mulai meledek Domina. Kata seorang anak kecil, “Kak Ina kayak badut”. Seorang anak kecil lain berkata, “Kak Ina kayak hantu, item. Serem”. Bahkan beberapa anak kecil yang juga kenal dengannya jadi takut. Tidak itu saja, teman-teman Ina dan Sumi yang sebaya dengan mereka juga ikut meledek. Kata mereka, “Ina, kamu sekarang kok jadi item kayak gitu. Apa kelamaan berjemur ya ?”. Yang lain berkata, “Hai, cantik. Sekarang kamu kok jadi jelek sih”. Bahkan ada beberapa pria teman mereka yang juga ikut meledek. Kata mereka, “Ina kamu sekarang kok jadi negro. Apa mau nyaingi Beyonce sama Rihanna ?”. Akhirnya adiknya sendiri malah juga ikut meledek, katanya “Kak Ina sekarang baru giat belajar masak. Kemarin manggang roti, tapi saking semangatnya kak Ina sendiri jadi ikut kepanggang sampai gosong”.

Ina hanya bisa diam dan sebentar-sebentar sedikit tersenyum karena terpaksa. Dalam hatinya ia berkata. Ah, kalau saja aku yang pakai jarik dan adikku yang jadi piet hitam. Tentu aku bisa jadi primadona kayak adikku sekarang. Berjalan dengan genit kesana kemari sambil mengangkat pantat sedikit. Berjalan perlahan, melangkah kecil-kecil sambil menggoyangkan pantat berirama hingga badan jadi mendut-mendut. Atau berjalan kecil-kecil dengan cepat sehingga semakin genit dan semakin menggemaskan . Tebar pesona lempar senyum ke kanan kiri. Apalagi di acara ini ada beberapa teman pria mereka. Cuma satu hal saja yang membuat aku tidak bisa melakukan semua ini, aku paling tidak suka sama kain kebaya. Pakaian yang menyiksa tubuh dan membuat kaki tidak bisa melangkah bebas. Belum lagi resiko dikatain ndeso. Awas kamu dik !

Singkat cerita, acara telah selesai. Ina dan Sumi langsung pulang ke rumah. Sementara orang tua mereka masih tinggal di gereja.

Sesampainya di rumah, Ina segera melampiaskan balas dendamnya kepada adiknya. Adiknya ia uber-uber sambil membawa tali untuk mengikatnya. Tak lama kemudian adiknya sudah berhasil ditangkap dan tangan serta kaki Sumi sudah berhasil diikat. Lalu Sumi ia pangku dan sebelah tangannya memegang sapu property piet hitam di acara gereja itu. Ia mulai menyabetkan sapu itu ke pantat Sumi sambil berkata, “Ini hukumannya kalau jadi anak gadis nakal yang suka meledek kakaknya sendiri. Rasain !”, Sumi berteriak-teriak, “Ampun, kak ! Ampun ! Tadi Sumi kan cuma bercanda. Sumi minta maaf, kak !”.

zwarte piet 1

Setelah disabetnya berulang kali, Domina menghentikan sabetannya. Tapi Ina masih melanjutkan balas dendamnya. Ia mengikat adiknya dalam posisi hogtied, kemudian adiknya dimasukkannya kedalam karung propertinya waktu ia jadi piet hitam.

zwarte piet 2

Untungnya tak beberapa lama ibunya pulang. Didengarnya teriakan Sumi, “Ampun kak ! Lepasin Sumi !”. Sang ibu segera bertanya kepada Ina, “Kamu apakan lagi adikmu ?”. Ina menjawab, “Ma, kami sedang main-main jadi piet hitam dan Sumi jadi gadis nakalnya”. Untungnya pula sang ibu tidak memeriksa keadaan Sumi yang terikat tangan dan kakinya. Sang ibu segera memerintahkan Ina untuk melepaskan adiknya. Katanya, “Ina, lepaskan adikmu sekarang ! Sudah dewasa kok masih mainan kayak anak kecil”.

Ina merasa lega dalam hatinya. Ia segera melepaskan adiknya dari dalam karung dan juga ikatannya sebelum diketahui ibunya. Setelah Sumi dikeluarkan dari dalam karung dan dilepaskan ikatannya, Ina segera berkata, “Selamat hari Natal ya dik. Damai di bumi, damai di hati. Maafkan kakak !”. Disalaminya  dan diciumnya adiknya.

Santa Claus is coming to town

Ini adalah cerita masa kecilku dulu sewaktu aku masih duduk di Sekolah Dasar. Waktu itu aku sering mendengar cerita dari teman-teman sekelasku tentang Santa Claus. Mereka bilang kalau mereka waktu itu disuruh orang tua mereka untuk meletakkan sepatu dan rumput beserta air putih dalam suatu tempat dan meletakkannya di bawah tempat tidur mereka pada tanggal 4 Desember malam hari sebelum tidur. Soalnya pada malam itu Santa Claus akan datang ke rumah mereka dan memberi mereka hadiah. Dan teman-temanku yang melakukan itupun mendapat hadiah mereka masing-masing. Hadiah itu rata-rata semacam alat tulis dan sekolah atau jam tangan.

Waktu pertama kali aku mendengar cerita itu, aku tidak langsung ikut mengerjakannya. Baru tahun berikutnya aku juga melakukan itu.  Ketika itu aku masih percaya kalau yang memberi hadiah betul-betul Santa Claus. Maka akupun menyertakan selembar surat di tempat itu. Isinya permintaan akan barang-barang yang aku inginkan pada waktu itu yaitu beberapa cassette dari artist yang aku idolakan waktu itu. Tapi besok harinya ternyata aku tidak mendapat barang-barang yang aku inginkan melainkan  mendapat hadiah berupa alat-alat tulis.

Ketika kita sudah dewasa, kita pun tahu kalau itu adalah hadiah dari orangtua kita. Dan sebagai orang Kristiani, kita tahu bahwa hadiah Natal yang paling indah dan bermakna bagi kita adalah bayi Yesus yang telah lahir bagi kita.

English

This is a story from my childhood when I was sitting in primary school. At that time, I often heard stories from my classmates about Santa Claus. They said that they were told by their parents to put shoes and lawn with water in one place and put it under their bed on December 4 at night before bed. Because on that night  Santa Claus is coming to their house and give them gifts. And my friends who did that too got their reward. The prize was commonly stationery  or watches.

When I first heard the story, I did not directly participate.  But the  next year I also did it. That time  I still believed that the  gifts really  given by Santa Claus. So I  included a letter in that place. It contained the demand for the goods that I wanted at that time that was some cassettes from the artists that I admired that time. But the next day, it turned out that I did not get the things I wanted but I got the gift of writing instrument.

As we’ve grown, we also know that it is a gift from our parents. And as Christians, we know that Christmas gift that  is  most beautiful and meaningful for us is the baby Jesus that was born for us.

This slideshow requires JavaScript.

In the flesh

Late last year, Christians had just celebrate Christmas.  The event where God became a human in baby Jesus to save human from sin. It shows how important human as His creatures, so He needed to come to the world for His rescue mission. In the flesh.

As you know that  almost all of my postings in “Belief” menu or category  use many songs videos and also use them as the titles. The songs that I used  are secular songs, not religious or gospel songs. I just analyse and assume whether it fits or not. Usually I use the relationship between human,  especially between man and woman  to describe the relationship between human and God. In other words, I describe God as human especially as a man like the event of Christmas itself. Beside God himself also describes His congregation as His bride. So I think, it wouldn’t  be a  mistake.

But why I choose secular songs instead of religious or gospel songs ? Of course they are more interesting, at least that’s what I guess. I don’t mean to trap you or to force you or even to influence your mind. After all I’m not a psychist or a mentalist or even a magician  as you already know. I’m just a stupid person who pretends to be a beautiful girl, right ?.  By the way, you’re free to read it or not. Don’t you ?

Almost all of my articles are about my life experiences. I am sorry, if they are not interesting and even boring to you.  I just want to share my burdens so I can feel a little lighter. I just want to pour my heart’s content. Thank you if you still read or want to read it. May I say God bless you ?

What a strange Christmas operetta

Talk about Christmas that will come soon, I remember this incident that happened many years ago when I was a kid. I have a male cousin. He was a shy boy when he was a kid. His face was cute when he was a child.

His elementary school held a Christmas operetta and he participated. Guess whose character he was playing ? He played as Mary, the mother of Jesus. And who decided to do  it ? His teacher of course. Is it a wise decision to decide a boy play as a girl or woman ? Cause I read in some articles, some of crossdressers begin their crossdressing habit since they were children without noticed by themselves and it happened incidently without being planned.

Fortunately, as far as I know he  grew as a normal person, except he is not married yet. I hope he has no deviant behavior, especially when related to  sex.  For his own sake, I hope what happened to me is not happened to him.