Tag Archive | crossdressing

Master Chef Indonesia 2013 : 4 Agustus crossdressing

Di episode ini para kontestan masih berada di Malaka. Setelah BDSM, kali ini crossdressing ditampilkan di MCI. Chef Kenny Chan seorang specialist nyonya cuisine tampil dengan pakaian dan dandanan seorang nyonya. Kalau kebetulan ia hobby crossdressing, mungkin dalam hati ia berkata mumpung ada kesempatan.

Tantangan pertama berupa restaurant challenge. Brian sebagai pemenang ditantangan sebelumnya berhak memilih partner. Brian memilih Melitta. Selain itu Brian juga berhak memilih restaurant tempat ia memasak. Dan Brian memilih Bistro Year 1673 dengan hidangan peranakan kolonial. Maka Rissa dan William mendapat restaurant Famosa chicken rice ball.

Setelah selesai didapatkan nilai sebagai berikut : Brian 32 dan Melitta 26. William 38 dan Rissa 37. Maka Rissa yang nilainya lebih rendah dari William dan Melitta yang nilainya lebih rendah dari Brian harus mengikuti pressure test.

Pressure test kali ini adalah menduplikasi hidangan nyonya cuisine dari Chef Kenny Chan berupa udang lemak nanas dalam waktu 60 menit. Selain itu mereka harus membuat karbohidrat dan condiment yang sesuai.

Hasilnya presentase hidangan Melitta lebih menyerupai contoh, tapi rasanya kurang mendekati. Sementara presentase hidangan Rissa kurang menyerupai contoh, tapi rasanya lebih mendekati. Dengan demikian maka Melitta harus mengubur mimpinya menjadi master chef.

Stopcrossdressing really stop ? An orbituary

stop1 stop2Situs ini adalah merupakan salah satu situs yang kadang-kadang saya kunjungi. Isinya kurang lebih mengenai crossdressing yang setuju atau tidak bisa disebut sebagai suatu kecanduan ataupun kelainan dan cara-cara untuk mengatasinya jika kita memang ingin berhenti atau mungkin sekedar mengurangi kecanduan kita akan crossdressing.

Kemarin ketika saya berniat mengunjungi situs ini ternyata tidak bisa ditemukan dan setelah googling, saya berkesimpulan kalau situs ini sudah ditutup oleh yang punya.

Terakhir kali saya mengunjungi situs ini, saya sempat membaca artikel yang isinya mengatakan kalau ia, yang empunya ingin menutup situs ini. Karena bagaimanapun jika menulis atau memikirkan tentang crossdressing, kita bisa tergoda kembali untuk melakukan hal itu.

Memang sayang melihat situs ini ditutup, karena artikel-artikelnya cukup bermutu dan mungkin juga bermanfaat bagi seorang crossdresser.  Selain itu, situs ini kelihatannya sudah cukup terkenal dan juga dijadikan link oleh situs-situs atau blog-blog lain.

Secara tak sengaja melihat kejadian ini , sebuah situs yang ditutup ketika sedang berjaya seakan mengingatkan kepada suatu pepatah yang mengatakan lebih baik mundur ketika masih sukses daripada mundur setelah tidak sukses atau gagal.  Dalam bahasa Jawa ada pepatah yang berbunyi “lengser keprabon mandeg pandito”.  Dari abu kembali menjadi abu, dari debu kembali menjadi debu. Sampai jumpa lagi Jared !

English

This site is one of the sites that I visit occasionally. The content is about crossdressing that agree or not can be referred to as an addiction or disorder and the ways to overcome it if we really want to quit or maybe just reducing our addiction to crossdressing.

Yesterday when I intend to visit this site,  it can not be found and after googling, I concluded that the site had been closed by the owner.

The last time I visited this site, I had read an article that it says that he, the owner wanted to close this site. Because after all,  if writing or thinking about crossdressing, we could be tempted back to do that.

It’s a shame to see this site shut down, because the articles are in quite good quality and may also be useful for a crossdresser. Beside that, the site looks already quite well known and linked by the other sites  or blogs.

Accidentally saw this scene, a site which is closed while it is succesful  as if remind us  of an adage that says  it’s better retreat while succesful than retreat after unsuccessful. In Javanese language there is a proverb that says “resign from empire, stop as reverend”. Ashes to ashes, dust to dust.  See you again Jared !

Festival kuil / Temple festival

Begitu melihat dan tahu festival ini di acara Suka-suka Kompastv, saya langsung terkejut. Ternyata acara yang berlangsung di India ini diikuti oleh para pria yang berdandan persis seperti perempuan India dengan sari dan makeupnya. Dandanan dan pakaian merekapun tidak asal-asalan saja, tapi betul-betul rapi dan sempurna seperti layaknya kalau seorang pria di makeover oleh ahli kecantikan. Hingga menjelma menjadi wanita sempurna. Mereka pun tidak ada yang senyum-senyum atau tertawa-tawa  karena geli dengan pakaian dan dandanan mereka sendiri. Ataupun saling mengejek satu sama lain. Tapi layaknya sebuah upacara ritual agama, semua dan segala sesuatunya berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Tujuannya adalah untuk memenuhi nazar dan menyenangkan dewi. Prinsipnya adalah kalau dewi yang disembah bahagia, maka ia akan meluluskan permintaan kita. Jadi acara ini mestinya berlangsung secara sakral. Tapi komentar pembawa acaranya lain. Begitu mulai ditayangkan langsung berkomentar kalau ini bukan di Taman Lawang. Untuk diketahui bahwa Taman Lawang adalah nama sebuah tempat prostitusi untuk waria di Jakarta. Kemudian masih ditambah kalau selain bisa membahagiakan dewi juga bisa memenuhi hasrat dan keinginan sendiri.

English

One look and knew this festival in Suka-suka KompasTV event, I was immediately shocked. It turns out that the event took place in India is followed by the men who dress exactly like the Indian women with saree and  their makeup. Their dress and clothing also do not perfunctory, but really neat and perfect like when a man in a makeover by beauty experts. Until transformed into a perfect woman. None of them  smiles or laughs because it amused with their own clothes and makeup. Or teasing each other. But like a religious ritual, all and everything takes place in an orderly and solemn.

The goal is to fulfill their vows  and to please the goddess. The principle is if the Goddess who we worship happy, then she will pass our request. So this event should occured  sacred. But the host’s comments are different. When began airing immediately commented that this was not at Taman Lawang.  Please be aware that Taman Lawang is the name of a place of prostitution for transvestites in Jakarta. Then they added that beside it can pleases their goddess, they can also fulfill their own desires and wishes.