Tag Archive | indocrossdresser

Orbituary : indocrossdresser.lefora.com

Tak dapat dipungkiri lagi kalau situs ini telah sangat berjasa terhadap diriku khususnya terhadap hobbyku berlintas busana. Harus kuakui kalau sebelum aku menemukan situs itu, aku sama sekali tidak tahu istilah cding, cder dan mungkin juga crossdresser. Dulu sewaktu kecil dan internet belum semarak sekarang memang aku pernah tahu dan membaca istilah itu, crossdress. Tapi kemudian karena tidak pernah dipakai, setelah sekian lama akhirnya aku lupa dengan istilah itu. Baru setelah aku membaca itu di internet dan juga di situs itu akhirnya ingatanku kembali lagi.

Selain itu lewat situs ini juga aku juga mengetahui kalau orang-orang yang mempunyai hobby crossdressing ternyata juga banyak. Bukan itu saja, orang-orang yang hobbynya lebih khusus dan lebih jarang yaiu berlintas busana khusus busana Jawa kain kebaya ternyata juga tidak sedikit.

Awal mulanya aku mengetahui situs ini adalah lewat google.com. Waktu itu Sabtu malam Minggu dan seperti kebiasaanku dulu aku selalu berlintas busana sambil online mencari artikel dan gambar yang berhubungan dengan “kain, kebaya dan jarik” serta yang semacamnya. Biasanya aku tidak pernah mendapatkan situs indocrossdresser.lefora.com. Tapi malah situs-situs lain yang bukan pelintas busana yang isinya juga gambar-gambar wanita memakai kain kebaya dan artikel-artikel yang berhubungan dengan itu. Sampai suatu saat akhirnya aku mendapatkan situs itu lewat google.com dengan kata kunci pencarian yang kurang lebih sama. Pertama kali waktu itu aku jadi heran. Ternyata ada juga cowok yang hobby pakai kain kebaya sampai masturbasi. Kemudian karena tertarik maka aku ikut mendaftarkan diri menjadi member di situs itu.

Setelah disetujui menjadi member, aku pun menulis postingan di situs itu dan juga mengupload foto-fotoku. Setelah kulakukan beberapa kali, aku jadi kepikiran untuk membuat blog sendiri. Aku ingat waktu itu beberapa artikel awal ku antara lain trilogiku “Gara-gara selimut”, “Dari selimut menjadi kain kebaya” dan “Metamorfosa yang sempurna”. Di situs itu dulu ada bagian yang kurang lebih isinya top posts atau beberapa postingan yang paling banyak dilihat oleh pengunjung dan postinganku ternyata juga ikut masuk kedalam daftar top posts. Tentu saja aku merasa senang bukan main.

Suatu ketika di situs itu dimuat pendaftaran untuk menjadi member premium dengan harga promosi. Karena ongkosnya tidak mahal, maka iseng-iseng aku mentransfer sejumlah uang untuk pendaftarannya. Selang beberapa hari aku mendapat email yang menyatakan kalau aku sudah menjadi member premium. Maka aku pun semakin semangat untuk membuat postingan dan mengupload foto-fotoku.

Sampai suatu saat ketika hendak login, aku mendapat pesan aneh di layar monitor. Isinya kurang lebih aku tidak bisa login, karena keanggotaanku sedang menunggu persetujuan dari admin. Ini terjadi beberapa hari. Kemudian sesudah itu aku bisa login lagi. Dan kebetulan di situs itu ada yang membicarakan soal keanggotaan premium dan keistimewaannya. Maka aku pun juga ikut nimbrung dan mengkritik kejadian yang aku alami selama beberapa hari. Tak dinyana selang beberapa hari ketika aku browsing di situs itu, namaku tertera menjadi salah satu moderator di situs itu. Ternyata itu sebagai kompensasi atas gangguan yang aku alami. Maka aku pun mengucapkan terimakasih kepada administrator situs itu.

Selang beberapa lama, aku mendapat respon dari salah satu member atas salah satu postinganku. Isinya kurang lebih postinganku kurang menarik, mungkin saja kurang sensasional. Maka sejak itu aku mulai kurang aktif hingga akhirnya aku tidak aktif lagi membuat postingan dan mengupload foto. Di samping itu blogku juga sudah mulai berkembang, maka aku pikir lebih baik aku mengurus blogku sendiri.

Tapi setelah untuk waktu yang lama, aku sekali-kali masih menyempatkan diri untuk melihat situs itu walaupun untuk sepintas saja. Dan aku masih terus secara berkala mendapatkan email dari situs itu. Hingga suatu saat ketika aku ingin melihat situs itu, browser komputerku bukannya mengakses alamat itu, tapi malah mengakses alamat lefora.com dan di layar monitor ada tulisan yang isinya kurang lebih menyatakan kalau alamat itu sudah tidak ada lagi. Karena masih penasaran, maka aku berulang-ulang mengulang hal itu dan itu kulakukan selama beberapa hari. Hingga akhirnya aku dapat kesimpulan kalau situs itu memang sudah tidak ada lagi. Maka aku iseng-iseng menulis di facebook dan twitterku, isinya “rest in peace indocrossdresser.lefora.com …”

Tapi selang beberapa hari kemudian ketika aku iseng-iseng mengakses indocrossdresser.lefora.com
, ternyata alamat itu bisa diakses lagi untuk beberapa waktu dan aku kembali mendapat email secara berkala dari situs itu. Tapi kemudian selama beberapa hari atau minggu aku tidak mendapat email dari situs itu, maka aku pun jadi penasaran. Aku pun mencoba mengakses situs itu dan kembali situs itu tidak bisa diakses. Sebagai gantinya ada situs lain yang namanya kalau tidak salah forum.indocrossdresser.com. Dan juga ada beberapa nama dari member yang sama dengan member di situs yang lama. Selain itu lewat sebuah blog yang merupakan milik dari administrator situs indocrossdresser,lefora.com juga dimuat sebuah tulisan yang mengatakan kalau forum sekarang pindah di alamat baru tersebut. Maka aku pun menarik kesimpulan kalau sekarang benar-benar situs indocrossdresser,lefora.com sudah tamat. Kalau betul memang begitu keadaannya, maka aku ingin ( kembali ) mengucapkan “Rest in peace indocrossdresser.lefora.com. May God forgive you and accept you at His side. Ashes to ashes. Dust to dust”. Beristirahatlah dengan tenang indocrossdresser.lefora.com. Biarlah tunas-tunas muda bermunculan untuk menggantikanmu. Long live crossdresser !

Lewar posting ini aku juga ingin mengucapkan salam kepada member di indocrossdresser.lefora.com. Bagaimana kabarnya ? Sis Andini, Desi Sukaff, Devina Angelina, Jenny Id, Yuanita dan semuanya saja termasuk yang aku  sudah lupa namanya.

Advertisements

Dari saputangan menjadi tissue

Waktu aku masih duduk di taman kanak-kanak, aku ingat suatu permainan yang selalu dilakukan tiap hari di waktu pelajaran kelas. Namanya “sapu tangan”. Permainannya dilakukan di halaman sekolah, kami para murid jongkok melingkar membentuk sebuah lingkaran. Salah seorang murid yang jadi akan berjalan mengitari sebelah luar lingkaran  sambil memegangi sebuah saputangan. Para murid kemudian menyanyikan lagu seperti ini “sapu tanganku putih, terbuat dari kain, wanginya bukan main, siapa yang belum punya harus mengejar saya”. Diakhir lagu itu kemudian anak itu harus menjatuhkan saputangannya di atas kepala anak yang berjongkok yang berada paling dekat dengannya. Kemudian anak yang kejatuhan saputangan itu harus berdiri dan berlari mengejar anak yang menjatuhkan saputangan serta mendapatkannya. Bila tidak berhasil, maka posisinya didalam lingkaran digantikan oleh anak yang tadi menjatuhkan saputangan. Demikian terus berulang-ulang.

Aku sendiri mempunyai kesan yang khusus terhadap saputangan. Waktu kecil aku merasa geli terhadap benda itu. Mungkin karena bentuknya yang relatif lebih kecil jika dibandingkan celana atau baju apalagi yang namanya saputangan wanita.

Tapi sekarang keberadaan saputangan sudah berubah, para wanita lebih suka memakai tissue daripada saputangan. Saputangan sekarang sudah jarang dipakai para wanita. Tapi para pria masih suka memakai saputangan daripada tissue.

Para pemakai tissue mungkin mempunyai alasan kepraktisan. Tissue tidak usah dicuci, dikeringkan dan disetrika jika sudah kotor. Tapi cukup dibuang dan kita bisa langsung mengambil tissue yang baru lagi. Sedangkan saputangan perlu dicuci, dikeringkan dan disetrika jika sudah kotor.

Dari segi ekonomis, saputangan lebih ekonomis daripada tissue.Tapi akhir-akhir ini ada gerakan yang ingin kembali memasyarakatkan saputangan dan menggalakkan kembali pamakaian saputangan dengan alasan go green atau issue sadar lingkungan. Saputangan dinilai tidak menyebabkan limbah yang lebih banyak daripada tissue. Padahal tissue sendiri juga dibuat dari kertas yang notabene lebih mudah hancur daripada plastik.

Pada jaman dahulu, aku masih ingat dan sering melihat para wanita jika bepergian selalu membawa saputangan. Jika mereka malu atau karena hal lain, maka mereka akan menutupi mulut mereka dengan saputangan. Suatu pemandangan yang indah dan romantis. Karena saputangan biasanya mempunyai corak dan warna. Beda dengan tissue yang selalu polos dan berwarna putih.

Soal saputangan ini, aku pernah melihat suatu pemandangan yang agak aneh di tempat ibadah. Sepasang suami isteri yang sudah cukup berumur masing-masing membawa saputangan. Tapi si isteri memakai saputangan pria yang ukurannya besar, sedang si suami memakai saputangan wanita yang ukurannya kecil.

Mungkin si isteri punya alasan berhubung saputangan pria lebih besar ukurannya daripada saputangan wanita. Jadi kalau untuk membersihkan bisa lebih maksimal. Dan jika untuk membersihkan keringat, maka akan lebih lama untuk menjadi basahnya.

Sedang si suami mungkin punya pemikiran berhubung saputangan wanita lebih kecil ukurannya daripada saputangan pria, maka lebih praktis untuk dibawa dan dikantongi.

Tapi fenomena ini sering aku lihat, jadi bukan hanya untuk sekali itu saja. Dan kelihatannya para wanita yang memakai saputangan pria itu normal saja perilakunya. Demikian juga dengan para pria yang memakai saputangan wanita itu berperilaku normal saja.

My guardian angel

Bermula dari keisengan membalas posting di indocrossdresser.lefora.com yang isinya kurang lebih khayalan kalau para cder masuk sorga, saya mengkombinasikan 2 foto atau gambar. Gambar pertama yaitu foto seluruh badan saya dan gambar kedua adalah gambar sayap malaikat. Kebetulan foto saya memakai pakaian putih dan saya bergaya dengan posisi merentangkan lebar-lebar kedua tangan saya. Jadi saya pikir mirip atau cocok kalau saya tambahi dengan sayap malaikat dibelakangnya. Setelah  mengkombinasi 2 foto/gambar, saya segera posting dan upload foto saya ks situs tersebut.

Baru kemudian saya lihat-lihat dan saya amati lagi foto tersebut. Dan semakin saya amati, ternyata saya aemakin kagum dengan foto itu hingga akhirnya foto itu saya jadikan profil di facebook saya dan juga avatar di indocrossdresser.  Tidak itu saja gambar tersebut juga saya jadikan wallpaper di komputer kantor. Sampai teman kantor ada yang tanya itu fotonya siapa ? Malaikat pembimbing ? Mungkin maksudnya malaikat penjaga  ( guardian angel ). Ya semoga saja gambar itu bisa menjadi pelindung saya. Teman saya yang lain malah menebak kalau itu foto saya yang ditempel ditubuh orang lain.

Kebetulan juga ada 3 foto dengan pakaian dan gaya yang serupa. Maka sayapun mengkombinasi 2 foto yang lainnya lagi dengan sayap malaikat.

Kemudian timbul ide kreatif,  latar belakangnya saya ambil gambar foto langit yang berawan-awan. Jadi saya mengkombinasi 3 foto, pertama gambar langit yang berawan-awan, kemudian foto / gambar sayap malaikat dan yang terakhir adalah foto saya.

This slideshow requires JavaScript.

Metamorfosa yang sempurna

Ini merupakan akhir dari trilogy tulisan saya. Yang pertama berjudul “Gara-gara selimut”. Kedua berjudul “Dari selimut menjadi kain kebaya“.

Setelah saya bekerja, sayapun membeli kain batik dan kebaya sendiri. Saya ingat betul pertama kali saya membelinya mula-mula hanya 1 kain batik dan 1 kebaya. Kemudian saya membeli 1kain batik, 1 kebaya dan 1 selendang. Berhubung saya masih tinggal dirumah ortu, maka sayapun memakainya masih terbatas di kamar tidur atau kalau pas orang rumah pergi semua. Jadi kalau saya cding kelengkapannya sudah bertambah menjadi kain, kebaya, dan selendang. Saya juga mengambil sandal jinjit kepunyaan ibu yang agak kekecilan dan juga tas tangan yang sudah tidak kepakai serta kipas. Begitulah cara saya cding. Saya sering mematut-matut didepan cermin dan berlenggang lenggok. Rasanya puas sekali.

Setelah bertahun-tahun saya kerja, akhirnya saya punya rumah sendiri. Rasanya senang sekali saat itu bisa beli rumah dari hasil keringat sendiri. Dan efek lainnya adalah saya jadi bisa bebas bercding kapan saja selama masih didalam rumah dan bahkan kadang-kadang secara sembunyi-sembunyi saya juga berjalan-jalan di halaman depan rumah tidak hanya di malam hari tapi juga kadang-kadang nekat di siang hari sambil  waspada. Beberapa hari setelah menempati rumah saya sendiri sayapun mulai membeli kebaya 4 buah. Pertama kali 2 buah dan selang beberapa hari 2 buah lagi. Setelah itu saya beli bh, sandal jinjit dan seterusnya saya jadi kebablasan membeli kain batik dan kebaya 1 demi 1 saya kumpulkan hingga sekarang kira-kira ada 1 lusin kain batik dan 9 kebaya.

Pertama kali hari Minggu saya dirumah sendiri , saya merasa senang sekali karena bisa saya gunakan untuk cding seharian dari pagi sampai sore. Saya merasa puas sekali. Saya bahkan dalam sehari kadang sampai berganti-ganti kebaya ataupun kain. Berhubung saya di rumah sendiri, maka saya masak dan  mencuci sendiri dan dihari itu saya lakukan sambil berkain kebaya.  Rasanya bahagia dan feminin sekali.

Setelah berulang-ulang hal itu saya kerjakan, sayapun semakin menuntut diri saya sendiri untuk menjadi wanita yang sesempurna mungkin dalam hal lahiriah waktu bercding. Maka sayapun membeli kelengkapan yang belum saya punyai yaitu  stagen dan sanggul serta peralatan makeup walaupun yang murahan mulai dari bedak, lipstick, eye shadow, pensil alis hingga yang terakhir adalah bulu mata palsu. Saya kadang-kadang merasa kagum pada diri saya sendiri waktu berkaca setelah bermakeup, betapa cantik nian diriku. Kemudian saya amati-amati diri saya dalam cermin seluruh tubuhku yang terbalut kain kebaya dilengkapi dengan sandal jinjit, selendang dan memakai sanggul. Alangkah mirip diriku dengan perempuan cantik yang anggun dan njawani. Betul-betul sebuah metamorfosa yang sempurna.

Setelah itu sayapun masih merasa ada yang kurang yaitu dokumentasi. Maka sayapun membeli kamera digital. Kemudian setiap cding saya sempatkan untuk mengambil foto diri dengan selftimer dengan aneka macam gaya bak foto model. Setelah saya punya foto-foto diri waktu cding, sayapun tertantang untuk menunjukkan kepada dunia luar tapi dengan tetap menyembunyikan identitas asli saya. Kebetulan dirumah ada computer dan internet. Maka sayapun mencari-cari situs mana yang kira-kira cocok  dan salah satunya adalah situs indocrossdresser. Dari situs ini juga saya baru tahu kalau saya ternyata tidak sendirian mempunyai kelainan ini, tapi banyak rekan-rekan saya di situs ini. Terimakasih untuk situs ini karena bisa menjadi tempat untuk kita saling curhat dan tukar info.