Tag Archive | internet

Was a sunny day

It was one of my favourite songs since I was in elementary school. I still remember my late father had a cassette of Paul Simon with this song included. He used to play it over and over.

Now when I become adult and internet is easy to be accessed anywhere, I seek this song with the original singer on the internet. But I couldn’t find it until this time when I look  for it on Youtube. I am so glad about it, so I post in this article. I hope you like this song.

A very simple folk song with optimistic lyrics. I like the situation that described in this song. A day with good weather, people passing and  speak in polite. The birds are there in the trees, maybe chirping. The radio plays favorite melodies. Sounds  peaceful like in paradise.

I wish my city looks alike that too. No flood when rainy season, no traffic jam. The trees are enough to provide oxygene for the people and the birds chirping to give beautiful sounds. Very utopia !

About the singer, who doesn’t know Paul Simon ? A very popular folk singer, he used to duet with Art Garfunkel before he sings  solo. He also a good guitarist.

Was a sunny day
Not a cloud was in the sky
Not a negative word was heard
From the people passing by
’twas a sunny day
All the birdies in the trees
And the radio’s singing song
All the favorite melodies

He was a navy man
Stationed in newport news
She was a highschool queen
With nothing really left to lose
She was a highschool queen
With nothing really left to lose

Was a sunny day
Not a cloud was in the sky
Not a negative word was heard
From the people passing by
’twas a sunny day
All the birdies in the trees
And the radio’s singing song
All the favorite melodies

Her name was lorelei
She was his only girl
She called him “speedoo”
But his chistian name was mister earl
She called him “speedoo”
But his chistian name was mister earl

Was a sunny day
Not a cloud was in the sky
Not a negative word was heard
From the people passing by
’twas a sunny day
All the birdies in the trees
And the radio’s singing song
All the favorite melodies

Could you be loved

This is a story about the school of  my female coworker’s daughter. She is a student of a Catholic senior high school. The school is well known as a good quality school  that implements high discipline to their students. And it was one of favourite schools in my city.

But this Saturday  she was invited to a meeting of teachers and parents. The meeting is about how to handle the deviant usage of internet by the students. The principal said that the students often use internet to browse adultery and porn sites. He suggested the parents to check their child’s computer daily to track what sites they have been visiting. He even explained the detail to do it. Begin with turn on the computer until using the tool of the internet browser to track it.

But the parents argued with him and said that they only met their children in a few hours a day. Beside they still have their own activities. Their children even spend more time at school than at home every Monday until Saturday. Then, how the solution about this topic ? It seems that both sides didn’t make an agreement.  She said that she had enough of the lectures of her daughter’s teachers. Some of the teachers  are seminarians and priests.

Yes, indeed. Internet seems to look alike a double-edged sword. It can be used for good and bad purposes. It depends on the users themselves. And send our children at a good quality school also doesn’t guarantee that our children can become a person with a good morality.

Proverbs 22:6 Start children off on the way they should go, and even when they are old they will not turn from it.

Ephesians 6:4 Fathers,  do not exasperate your children; instead, bring them up in the training and instruction of the Lord.

Weekend without crossdressing

Yesterday, it was Sunday. A holiday to me. But I didn’t feel too excited. Beside my health was not too good, weather factors also tend to hot and humid. So I just spent it with relaxed. Enjoyed the  atmosphere.  There was a desire to do crossdressing as usual. But I thought about it again and said to myself, my health was not very good and the weather was hot and humid too. If  I  did it too, I could be sick because too tired doing crossdressing and taking pictures of myself, beside of the lust itself. Also high heels that I wore. Not to mention the weather itself. Made us easy to get sweat.

Finally I decided not to do it. As the compensation, I took alook  and edited my crossdressing photos in my computer, browsing internet, visited my own blog and a social network site.  Thanks (  to whom ? ),  my lust was not volatile until evening comes and I go to sleep. It was a holiday that passed without crossdressing. This is very rarely happens to me. It happened last time almost about six months ago.

Mabuk kepayang ala Bollywood

Anda tentu tahu ciri-ciri film India. Nyanyi dan menari, menangis dan tertawa, ceritanya membuai dan lagu-lagunya mendayu-dayu. Durasinya panjang. Betul-betul memabukkan.

Barusan saya mendapat teman cowok dari India di internet. Tidak mengira ternyata dia betul-betul tipikal seperti aktor yang di film-film India, perayu. Baru saja kenal dia sudah bilang cinta pada saya. Katanya saya cantik. Padahal kami baru saja bertemu. Itupun hanya lewat internet. Perkataan itu tidak diucapkan hanya sekali dua saja, tapi berulang-ulang. Tidak itu saja, ia pun mengobral ciuman. Katanya ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Lalu ia bertanya balik apakah saya mencintainya dan meminta saya mengomentari fotonya. Saya jawab wajahnya seperti bintang film Bollywood. Sedangkan soal cinta sayapun menjawab realistis, bagaimana bisa saya mencintainya. Bukankah kita baru saja bertemu di internet. Saya belum mengenal anda secara mendalam. Diapun menjawab tidak apa-apa. Yang penting saya tahu dia mencintai saya. Sayapun mulai terbawa suasana.

Diapun mengajak saya untuk main webcam, tapi saya tolak karena waktu itu ditempat saya online tidak ada webcamnya. Saya juga menjelaskan bahwa foto-foto saya terlihat cantik karena makeup yang tebal. Dia menjawab kalau dirumah ada webcam apakah saya mau main webcam sampai larut malam, saya jawab kalau dirumah saya tidak biasa internetan sampai larut malam. Dan diapun mengerti.

Chatpun berlanjut.Saya bilang kalau saya punya keinginan pakai sari, tapi tidak tahu caranya. Dia bilang akan memakaikannya pada saya. Karena saya masih bertanya terus, maka diapun menerangkan dengan terperinci. Dimulai dengan bra dan panty, kemudian ditutup dengan blouse dan bawahan, baru kemudian pakai sarinya. Katanya dia malu untuk menjelaskan ini.

Malamnya ketika saya membuka facebook saya dan bilang kalau saya mau tidur,  dia memohon-mohon supaya saya tetap online  sebentar lagi.

Kemudian besoknya ketika kami chating lagi, saya tanya bagaimana cuaca di sana. Dia bilang cuacanya dingin. Sayapun menjawab dengan romantis seandainya saya ada disana untuk menghangatkannya.  Kemudian setelah berbicara tentang hal-hal lain  dia menjadi semakin menggebu-gebu. Katanya ia sudah menunjukkan foto-foto saya kepada ibunya dan bilang kepada ibunya kalau saya adalah teman wanitanya. Dia juga bilang kalau ibunya tidak keberatan. Wah bisa gawat juga kalau sudah sampai tahap ini. Bahkan dia bilang mau pergi ke tempat tinggal saya walaupun jarak tempat tinggal kami berjauhan dan berbeda negara. Sekali lagi dia menanyakan apakah saya mencintai dia dan mau menerima dia jika dia datang ke tempat saya. Karena saya merasa selalu dirayu, maka saya tanya apakah ia selalu merayu teman wanitanya. Apakah saya ini menggemaskan baginya.

Sampai pada tahap ini saya jadi bingung jangan-jangan dia mengira kalau saya wanita sejati. Sedemikian bingungnya saya sampai kemudian chat dengan teman fb saya yang lain untuk minta pendapatnya. Tapi kemudian dia mendahului dengan mengatakan bahwa dia sudah tahu kalau saya gay ( menurut istilah dia ). Maka saya jawab, kalau saya jadi lega. Karena dia sudah tahu keadaan yang sebenarnya. Kemudian saya tanya apakah dari awal dia sudah tahu soal itu. Dia menjawab kalau awalnya dia mengira saya wanita sejati, kemudian dia menambahkan saya sebagai temannya. Baru kemudian setelah mengamat-amati foto-foto saya, akhirnya dia tahu kalau saya gay . Tapi dia sudah terlanjur jatuh cinta pada saya.

Tiba-tiba dia bilang bahwa dia tahu kalau saya tidak mencintainya. Diapun seperti mengucapkan kata-kata perpisahan. Kalau saya menolaknya, dia tidak akan chat atau mengirim pesan lagi ke saya dan tidak akan mengganggu saya lagi. Katanya ia mengucapkan ini dengan menitikkan air mata. Sayapun menghiburnya, karena saya memang tidak keberatan berteman dengan dia. Saya jawab,jangan sedih. Saya tidak menolaknya. Saya tidak keberatan menjadi temannya atau teman dekatnya atau teman wanitanya. Setelah jeda sebentar, barulah ia menjawab tidak keberatan dengan itu. Katanya lagi yang penting dia menyukai saya.

Deja Vu atau utopia ?

Di masa sekarang ini, komputer dan internet adalah sudah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk komunikasi dan informasi. Mulai dari untuk keperluan penting bisnis, informasi berita sehari-hari, kebutuhan sosial sampai untuk kesenangan. Salah satunya yang merebak untuk kebutuhan sosial adalah facebook.  Dengan situs ini kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita dimanapun mereka berada.

Dan inipun terjadi pada diri saya, untuk kebutuhan sosial mencari teman. Maka sayapun membuka account facebook. Dan pada awal-awalnya hasilnya cukup mengagetkan bagi saya. Saya hampir saja menjalin hubungan serius dengan seseorang tapi tidak jadi. Kemudian sampai sekarang ini saya   berhubungan cukup dekat dengan beberapa teman. Hubungan sejenis. Semua ini karena saya sering mengunggah foto-foto saya. Pada mulanya saya hanya mengunggah foto-foto  saya dari leher kebawah.  Saya tidak mengira kalau komentar-komentar dari teman-teman adalah pujian-pujian positif  entah betul-betul serius atau cuma bercanda. Tapi ini  membuat saya semakin terpacu untuk sering mengunggah foto-foto saya. Bahkan kemudian setelah cukup berani, saya mengunggah foto-foto saya sampai kewajah saya. Disamping itu kadang saya juga mengobrol dengan teman-teman. Mulai dari obrolan biasa sampai yang ke hubungan intim bahkan bercumbu secara imaginer. Saya betul-betul tidak mengira kalau saya ( entah apa kata yang tepat untuk ini ) digila-gilai oleh mereka.  Ada yang secara halus tapi terang-terangan memuji saya. Kata mereka saya ini sexy dan merangsang. Ada yang model tembak langsung.

Keadaan ini yang berlangsung terus menerus  membuat saya seakan hidup dalam dua dunia.  Yang pertama, dunia nyata yang saya jalani sehari-hari. Yang kedua adalah dunia maya internet. Kemudian timbul  pikiran dalam diri saya bagaimana kalau saya menjalin hubungan serius. Tapi apakah saya berani melakukan ini ?

Kemudian saya jadi teringat keadaan sekitar puluhan tahun lalu.  Waktu itu saya masih kecil masih sekolah, tapi saya sudah mempunyai kebiasaan berkain kebaya. Tentu saja tidak serapi seperti foto-foto saya sekarang, bahkan tidak bermakeup dan bersanggul. Dulu saya pernah punya angan-angan bagaimana kalau hidup sebagai seorang wanita dan hidup dengan seorang pria. Betapa romantisnya kayalan saya waktu kecil dulu. Tapi waktu itu saya belum mengenal komputer dan internet. Jadi kayalan itu hanya tinggal sekedar kayalan,  samasekali belum menjadi nyata walaupun hanya sekedar maya.  Berbeda dengan sekarang, walaupun tidak nyata. Tapi cuma maya imaginer, tapi saya betul-betul menikmati.