Tag Archive | kuliner

Koki 5

Ini adalah acara kuliner baru di Transtv yang mulai tayang tanggal 29 Maret kemarin tiap hari Jumat jam 18.00. Acaranya merupakan kompetisi antar koki kaki lima, maksudnya bukan restoran bintang lima. Acara ini dibawakan oleh Saykoji dan dengan lagu tema yang juga dibawakan oleh Saykoji. Sedangkan juri terdiri dari Sisca Soewitomo,  chef Ray Janson dan Rianti Cartwright. Acaranya berlangsung di ruangan terbuka. Mottonya “Enak, angkat topi. Kagak enak, kasih lima, bye !”.

Episode pertama menayangkan kompetisi antar chef seafood kaki lima. Peserta terdiri dari 3 tim yaitu Seafood 68 Santa, Seafood 88 Kalibata dan Baruna Seafood. Kompetisi terdiri dari 2 tantangan. Tantangan pertama, membuat hidangan untuk dinilai juri berupa cumi saos padang dan cah kangkung dalam waktu 15 menit. Tantangan kedua, membuat hidangan untuk para pelanggan di lokasi shooting dalam waktu yang secepat-cepatnya, tapi terlebih dahulu dicicipi oleh para juri.

Tenyata 2 hidangan  koki kaki lima yang sudah biasa bekerja di dapur masih dinilai kurang oleh para juri. Keduanya sama-sama dinilai terlalu lama dalam memasak cumi sehingga cuminya terasa agak keras. Selain itu salah satu peserta dinilai tidak konsisten dalam rasa, karena tingkat kepedasannya berubah dari tantangan pertama ke tantangan kedua. Dan pemenangnya tentu saja adalah koki yang tidak mendapatkan kritik yaitu yang memasak cuminya pas dan tidak kelamaan yaitu tim Seafood 68 Santa.

Advertisements

Benu Buloe

Ini adalah sebuah acara kuliner Transtv yang tayang setiap hari Minggu jam 08.00. Acaranya seperti halnya dengan sang host bersifat ringan dan lucu. Benu Buloe sendiri sebelum mempunyai acara khusus dulunya hanya merupakan segmen dari sebuah acara pemberitaan akhir pekan di Transtv.  Baru kemudian setelah itu dibuat acara khusus tersendiri. Acara ini sudah tayang cukup lama bahkan sampai  bertahun-tahun. Dan sempat berhenti, sebelum akhirnya tayang lagi tiap hari Minggu jam 08.00

Tema besarnya Benu Buloe menjadi seorang tokoh lengkap dengan costumnya dan ditemani seorang cewek cantik. Kemudian pergi ke suatu tempat dan mengeksplorasi makanan-makanan khas di sana.

Ucapan khas yang sering keluar dari mulutnya adalah “lazis”, “la to the zis”, “hac ce ping ping ping ping”. Entah apa dan dari mana  arti kata lazis berasal. Tapi dulu pernah ada di suatu episode dimana Benu mencicipi kuliner Turki dan bertanya kepada orang yang didekatnya, apa kata lezat dalam bahasa Turki dan dijawab “leziz”. Sejak itulah kata “lazis” sering digunakan.

Walaupun begitu kadang-kadang ada juga  ulasan mengenai bumbu-bumbu dan cara membuat suatu hidangan, tapi tidak begitu mendalam.

Koki feminim dan maskulin

Profesi koki seiring dengan makin maraknya dunia kuliner di Indonesia, maka juga semakin naik daun. Bisa dikatakan tidak kalah dengan profesi selebriti. Dan ini bukan hal baru lagi, tapi sudah berlangsung lama dan bertahun-tahun. Salah satu stasiun televisi di Indonesia dalam waktu yang tidak lama lagi bahkan akan menggelar sebuah ajang kompetisi pencarian Master Chef. Ini adalah untuk yang kedua kalinya. Setelah sukses untuk kali yang pertama di tahun lalu.

Dunia yang oleh orang awam dianggap sebagai dunia milik wanita dan biasanya didalam rumah  diletakkan dibagian belakang di area servis dan cenderung disembunyikan,  tapi dalam bisnis ternyata  banyak juga digeluti oleh kaum adam. Bahkan ada anggapan kalau profesi koki sebetulnya lebih cocok untuk pria, karena pria lebih stabil emosinya dan lebih mementingkan rasio. Jadi kemungkinan cita rasa masakannya lebih stabil akan lebih besar.

Ada suatu kejadian di suatu kompetisi memasak dimana para kontestan di putaran final diadu juga dengan seorang chef profesional. Hasilnya waktu chef profesionalnya seorang wanita, ia dikalahkan oleh seorang kontestan yang seorang pria. Sebaliknya waktu chef profesionalnya seorang pria, ia tidak bisa dikalahkan oleh para kontestan. Penilaian dilakukan oleh para chef profesional tanpa mengetahui pembuat dari masakan yang dinilai.

Para chef lelaki ini pun tidak kalah terkenalnya bila dibandingkan dengan para chef wanita. Acara show mereka di televisi juga tidak kalah menariknya bila dibandingkan dengan acara show dari para chef wanita. Gaya merekapun bermacam-macam. Mulai dari yang lucu, feminim, maskulin, macho sampai yang akrobatik.

Rudy Choirudin

Salah satu chef senior di Indonesia bisa dibilang memiliki gaya yang agak feminim. Anehnya gaya ini makin menjadi-jadi bila dibandingkan dengan gayanya pada waktu dahulu yang lebih berkesan formal. Gayanya sekarang agak kegenit-genitan. Terutama  bibirnya waktu berkata-kata. Apakah ini lantaran terbawa oleh profesi, menjiwai profesi atau karena memang disengaja ? Sekarang ia mempunyai acara tetap yang bernama Foody with Rudy di stasiun televisi AnTV.

Chef Harada

Chef yang orang Jepang ini menikah dengan orang Indonesia dan memiliki restauran yang bernama Ajihara di Jakarta. Gayanya genit nggak ketulungan mirip cewek selain jenaka. Bicaranya pélo dengan logat Jepang yang masih kental. Ia berusaha memadukan budaya Jepang dan Indonesia. Barusan ia punya acara tetap di stasiun televisi TransTV yang bernama Fun Cooking. Di acara ini dia selalu tampil dengan kimono.

Edwin Lau

Punya acara tetap Good Living di MetroTV. Tapi berbeda dengan kedua chef diatas, Edwin memiliki postur tubuh yang macho. Badannya kekar seperti binaragawan. Gaya bicaranya gentle, tapi tidak feminim. Bila melihat dia memasak dengan baju yang berlengan pendek akan terlihat suatu pemandangan yang kontras. Lengan yang kekar, tapi mengolah bahan makanan menjadi masakan.

Juna Rorimpandey

Tampangnya sekarang macho banget. Berkumis dan berjenggot. Lengannya bertatoo. Berbeda dengan dulu sebelum memelihara kumis dan jenggot, walaupun sudah bertatoo di lengannya. Pada waktu menjadi juri di acara Master Chef Indonesia, gayanya arogan dan sombong. Berbeda dengan gaya waktu menjadi host di acara Master Class Ramadhan yang tentu saja gentle.

Billy Kalangi

Sama dengan Juna, Billy juga memelihara kumis dan jenggot. Tapi biarpun demikian, kesannya tidak segarang Juna. Mungkin karena garis bibirnya yang cenderung seperti  tersenyum. Punya acara Resep Rahasia di KompasTV yang bertema mengeksplorasi kekayaan kuliner nusantara . Sebelumnya punya acara masak yang bernama Cooking 911.

Kungfu Chef Muto

Kungfu Chef adalah salah satu acara masak yang bisa dibilang berbeda dari yang lainnya. Kokinya  mengolah bahan makanan dan memasak dengan gaya akrobatik kungfu. Pakaian yang dikenakan pun bergaya China. Wajan yang dipakai memasak berbentuk meja bulat yang besar. Kesannya macho banget

Crossworking atau emansipasi pria ?

This slideshow requires JavaScript.

Saya punya hobby menonton acara kuliner di televisi. Seperti diketahui belakangan ini acara kuliner di televisi sedang marak-maraknya. Hampir setiap stasiun televisi mempunyai acara kuliner andalannya masing-masing. ANTV punya “Foody with Rudy”. TransTV punya “Harmoni alam” dan “Ala Chef”. MNCTV punya “Santapan Nusantara”. RCTI punya “Master Chef Indonesia” yang sudah selesai penayangannya. GlobalTV punya “Kungfu Chef”. MetroTV punya “Menu and Venue”. Trans7 punya “Makan Besar”. Kebetulan hampir semuanya  ditayangkan di hari Minggu, jadi saya bisa menonton semuanya. Malah seperti rally nonton acara kuliner di televisi mulai dari pagi sampai siang atau sore.  Dimulai dari acara “Menu and Venue”. Dilanjutkan dengan acara “Makan Besar”, kemudian disambung dengan acara “Ala Chef”. Diteruskan dengan “Asli Enak”. Kemudian siangnya masih ada “Harmoni Alam”. Kalau dulu acara “Master Chef Indonesia” masih berlangsung bisa berlanjut sampai sore. Baru diakhiri dengan sebuah acara stasiun lokal yang bernama “Uenak Tenan” ketika dulu masih tayang.

Para chefnya pun juga tidak kalah dengan artis. Yang cowok banyak yang ganteng juga. Kayak chef Juna Rorimpandey, Edwin Lau, Bara Pattiradjawane, Billy Kalangi. Yang cewek pun cantik-cantik kayak Farah Quinn, Karen Charlotta, Rinrin Marinka.

Ternyata dunia yang semestinya lebih akrab dengan wanita, juga banyak dijamah dan dijelajah serta digauli oleh para pria yang perkasa. Tampilan mereka ketika sedang memasakpun tetap macho. Kesannya jauh dari lembek dan kebanci-bancian. Bandingkan dengan desainer pakaian  seperti Ivan Gunawan yang feminim bahkan berani tampil dengan pakaian cewek atau dengan presenter macam Olga Syahputra.

Dan ini sudah terjadi sejak lama, bukan barusan belakangan ini ketika acara kuliner sedang marak-maraknya di televisi. Buktinya di Indonesia ada chef-chef senior yang cowok seperti Chef Tatang, Rochendy dan Rudy Choirudin. Sebagian orang malah mengatakan, cowok  memasak di dapur itu sexy. Kalau cowok pakai pakaian cewek disebut crossdressing, apakah ini bisa disebut sebagai crossworking ?  Cowok yang melakukan pekerjaaan cewek. Atau bisa disebut sebagai emansipasi pria ?

Saya sendiri sedikit-sedikit juga bisa masak. Bukannya mau nyombong. Walaupun yang sederhana saja. Namanya juga cewek. Masak air sama mie instan. Bukan kok. Nasi goreng juga bisa, sayur bening, tumis-tumisan sayuran sampai yang bersantan seperti sambal goreng tahu. Cuma saya belum pernah mengolah seafood dan daging-dagingan. Paling banter cuma menggoreng sebangsa nugget yang sudah siap pakai. Saya pernah punya angan-angan kepingin membuka usaha kuliner, tapi masih ragu-ragu.