Tag Archive | rok mini

Dari mini dress hitam menjadi kantil putih

sebelumberkainkebaya

sesudahberkainkebaya

Advertisements

homemade dress atau recycled dress

skirt1Menjahit atau membuat sebuah pakaian yang sederhana dan memperbaiki pakaian yang lepas jahitannya atau robek sedikit adalah juga merupakan kegiatanku yang mungkin juga bisa disebut sebagai sebuah hobby.

Beberapa diantaranya pernah dimuat di postinganku. Seperti kebaya dengan motif harimau, rok mini berwarna hijau tentara.  Dan juga rok mini dengan motif garis-garis diatas.

Rok mini warna hijau dan rok mini diatas adalah bekas dari t shirt kaos yang sudah tidak kupakai lagi. T shirt yang berwarna hijau kemudian kupotong di bagian bawah ketiak persis dan kebetulan dibagian bawah ada bannya. Kemudian ke dalam ban itu ku masukkan elastik. Begitulah rok mini warna hijau itu pun langsung jadi.

Sedangkan rok mini yang bergaris-garis itu berasal dari t shirt kaos yang kupotong pada bagian tengah lengannya. Bagian yang terbuka bekas lengannya kemudian kututup dengan kujahit. Kemudian bagian atasnya kujahit dan kubuat ban, lalu kumasukkan elastik kedalamnya.

tshirt

Garis patah  panjang panjang berarti t shirt dipotong  tengah lengannya. Sedangkan garis patah panjang pendek berarti t shirt dipotong di bagian bawah ketiak persis

Tapi untuk kebaya harimau, aku membuatnya dari bahan. Jadi bukan dari bekas pakaian.

berbeda-beda tetapi tetap satu jua

Semboyan itu biasa dikenal sebagai terjemahan dari Bhinneka Tunggal Ika.  Ternyata semboyan itu berlaku juga pada diriku ketika sedang berlintas busana.  Kalau dulu selama bertahun-tahun, pakaian wajibku hanya 1 macam dan tidak lain serta tidak bukan adalah kain kebaya. Tapi belakangan ini sudah berkembang. Kadang-kadang aku memakai rok mini terusan dan paling akhir aku juga punya sarimbit atau rok span sempit panjang yang kujahit sendiri. Ternyata ketiganya yaitu kain kebaya, sarimbit ( rok span sempit panjang ) dan rok mini punya sensasinya sendiri-sendiri.

Yang pertama, kain kebaya yang tentu saja akan  membuat diriku menjelma menjadi  seorang wanita Jawa yang anggun dan aristokrat. Tapi disaat yang bersamaan hasratku menjadi penuh dengan libido seksual dan hawa nafsu  yang menggebu-gebu setta biasanya mau atau tidak mau selalu tertuju kapada si adik untuk selalu berusaha memanjakan, meggoda dan membuat si adik tegang serta bergairah. Sampai kadang-kadang terpaksa ada sedikit kekerasan yang harus dilakukan. Atau kadang-kadang malah menikmati diri sendiri yang tersiksa dalam bebatan pakaian yang ekstra ketat sambil berjalan terhuyung-huyung kesrimpet-srimpet kesana kemari. Bahkan kadang-kadang sampai melakukan bondage.  Ujung-ujungnya pun sudah bisa ditebak akan  selalu berakhir dengan ritual si adik mandi basah kuyup.

Yang kedua adalah pakaian semacam rok mini terusan yang membuat diriku menjelma menjadi  seorang gadis yang masih hijau seolah-olah tidak tau apa arti libido seksual dan hawa nafsu. Tapi sebaliknya aku merasakan kelembutan dan feminin. Sekali-kali tidak ada hawa nafsu yang menggebu-gebu dalam hasratku dan boleh dikatakan hampir tidak ada sesaatpun melintas dalam pikiranku. Aku seolah-olah sudah menjadi gadis yang lugu dan suci. Fisik ku pun juga menjelma menjadi seorang gadis yang masih imut.

Yang terakhir adalah sarimbit atau rok span sempit panjang yang membuat diriku menjadi seorang wanita yang mulai sedikit tergoda untuk mencicipi libido seksual dan hawa nafsu. Mulai melirik si adik, membelai dan menggodanya hingga si adik mulai bergairah. Tapi bgitu si adik mulai bergairah dan ngiler, maka akupun seperti secara otomatis menghentikan rayuan dan godaanku kepada si adik.

Akhirnya kembali seperti iklan Indomie yang berkata, “itu ceritaku, apa ceritamu ?” Nah, para pengunjung situs ku sekalian silahkan berbagi pemgalaman dengan meninggalkan komentar di kotak komentar dibawah. Terimakasih.

sensasi yang lain

Belakangan ini sesudah boleh dikatakan jenuh cding dengan kain wiron dan kebaya ataupun rok mini, kepikiran bagaimana kalau pakai rok span yang panjang dan sempit sampai ke mata kaki.  Kebetulan aku punya kain batik lama  yang sudah robek di sisi memanjangnya hingga kurang  panjang untuk dililitkan ke kaki sebagai kain wiron. Jadi aku punya pikiran untuk membuatnya menjadi rok span panjang yang sempit.

Setelah ragu-ragu untuk waktu yang lama. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatnya dengan jalan menjahitnya sendiri.  Karena aku tidak punya mesin jahit, maka aku menjahitnya dengan tangan. Jadi jahitannya tidak rapi dan perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.

Kain batik itu ternyata terlalu panjang untuk dijadikan rok span panjang. Jadi aku buat atasan tank top dan rok span panjang sampai ke mata kaki. Rok span panjangnya kubuat dengan elastik di pinggangnya. Bagian bawahnya aku buat menyempit.

Begitu jadi, aku tidak sabar untuk mencobanya. Seperti yang kuceritakan diposting yang lain, aku selalu cding waktu libur. Cuma akhir-akhir ini aku juga cding di hari biasa, tapi sebatas hanya pakai rok. Tanpa make up, tidak full cding dan betul-betul hanya sebatas  memakai rok, tidak sampai masturbasi. Tapi waktu aku memakai rok span panjang itu sama atasan tank top yang aku rangkap dengan kebaya, aku bisa merasakan suatu kepuasan yang lain yang berbeda dari biasanya. Kepuasan dan kenikmatan yang tidak terlalu menggebu-gebu dan bernafsu. Suatu sensasi yang lain.

Dan tidak terasa adikku si buyung ngiler juga sedikit. Tapi sesudah itu aku bisa mengontrol diriku lagi. Ini namanya bersenang-senang tanpa kelewat terangsang. Maka pada hari itu aku mengupdate status di facebook, bunyinya begini, “tantangan hari ini adalah bersenang-senang tanpa kelewat terangsang, yang gagal akan langsung masuk ke pressure test”. Gayanya niru acara yang aku senangi, Master Chef Indonesia.  Lalu aku tweet di twitter begini, “@MasterChefIndo tantangan hari ini adalah bersenang-senang tanpa kelewat terangsang, yang gagal akan langsung masuk ke pressure test”.

Dengan demikian aku menjadi pemenang tantangan itu dan mendapatkan hadiah berupa immunity pin. Kekebalan untuk tidak terlalu terangsang secara berlebihan.

Di persimpangan jalan

Dari dahulu sejak pertama kali saya cding, pakaian yang saya kenakan selalu kain kebaya. Menurut saya, kain kebaya itu anggun jika dikenakan oleh seorang wanita, karena kain yang ketat dan kebaya yang pas di badan akan membentuk lekuk tubuh  kita,  sehingga anggun untuk dipandang. Gerak gerik yang akan terbatasi dan terhambat oleh ketatnya kain yang kita pakai adalah merupakan suatu tantangan dan gairah serta kenikmatan bagi saya. Apalagi jika si buyung ikut meronta-ronta karena ketatnya kain. Sengsara membawa nikmat itulah suatu pameo yang pantas untuk ini.  Aktivitas ini yang berlangsung bertahun-tahun walaupun selalu bervariasi dan berkembang  akhirnya juga bisa membuat saya setengahnya jadi bosan dan kurang bergairah serta bernafsu lagi untuk melakukannya. Seperti yang tertulis di posting saya yang berjudul “Sensasi baru”.

Tahun ini saya juga mulai menngenakan rok mini dan juga jeans ketat untuk cding. Bermula dari sekedar mencoba-coba, akhirnya saya senang juga dengan pakaian yang bergaya barat ini. Bahkan boleh dikata kalau kecanduan juga. Karena ternyata saya juga pantas dengan pakaian-pakaian semacam ini.

Kini saya merasa seperti di persimpangan jalan. Sejauh yang saya amati di dunia cding biasanya seorang crossdresser mempunyai spesialisasinya sendiri. Maksudnya seorang crossdresser biasanya mempunyai jenis pakaian favoritnya sendiri-sendiri. Misalnya yang suka tank top dan hot pant, maka akan sering memakai pakaian seperti itu. Yang suka rok panjang, maka seringnya akan pakai rok panjang. Yang suka busana muslimah, maka biasanya akan sering memakai busana muslimah dan seterusnya. Memang ada juga yang suka dengan kombinasi dari dua jenis pakaian. Misalnya kadang-kadang pakai rok, tapi kadang-kadang juga pakai celana. Kadang-kadang pakai jilbab, kadang-kadang tanpa jilbab. Tapi tidak seekstrim seperti saya, yaitu dari kain kebaya yang sangat tradisional dengan kainnya yang berupa lembaran kain batik asli dan diwiron serta dipakai dengan ketat meruncing kebawah kemudian menjadi rok mini dan jeans ketat. Memang ada seorang teman facebook  saya yang kadang-kadang memakai kain kebaya seperti saya dan kadang-kadang juga memakai rok, tapi rok yang dia pakai tidak semini yang saya pakai dan dia lebih sering memakai kain kebaya dari pada memakai rok.

Seorang teman facebook saya ketika sedang chat dengan saya mengatakan kalau saya sedang “switch”. Tapi saya membantah dan menjawab kalau saya sekarang kadang-kadang pakai kain kebaya dan kadang-kadang pakai rok mini untuk cding. Menurut saya cding dengan kain kebaya dan rok mini / jeans ketat sensasinya berbeda. Kalau dengan kain kebaya, akan terasa anggun dan konvensional. Sedang kalau pakai rok mini / jeans ketat akan kelihatan sexy dan modern.

Sekarang kalau mau cding saya kadang-kadang malah jadi bingung sendiri. Mau pakai apa ya ? Pakai kain kebaya, rok mini apa jeans ketat. Kadang-kadang ujung-ujungnya jadi saya buat variasi. Dimulai dengan rok mini, sesudah puas terus dirangkap pakai kain kebaya seperti di posting saya yang berjudul “Dari Barat sampai ke Timur berjajar”. Atau dimulai dengan rok mini. Kemudian setelah puas, tapi masih kepingin cding terus saya lepas dan ganti dengan kain kebaya.