Tag Archive | sexy

3 macan dan 1 pisang

Apa yang anda bayangkan jika saya berkata “macan” atau lebih spesfik lagi “macan betina” ? Hewan carnivora yang buas ? atau cewek cantik yang sexy dan hot ? Terus apa yang bakal  anda bayangkan jika saya berkata “pisang” ? Buah sehat dan lezat bagi yang suka ? Buah yang menjijikkan bagi yang tidak suka pisang ? Atau pisang dalam konotasi yang lain lagi ?.

Apa yang anda bayangkan jika saya berkata “macan betinanya punya pisang” ? Kalau anda seseorang yang berpikiran lurus dan jernih tentu akan bingung. Masakan  macan hewan carnivora bisa punya pisang ? Kalau monyet punya pisang baru masuk akal. Tapi kalau libido sex anda sedang kuat, maka anda tentu  punya bayangan lain tentang kata-kata saya itu. Macan betina bisa diartikan sebagai cewek cantik yang hot dan sexy. Pisang, anda tahu sendiri bisa diartikan sebagai apa dalam konteks ini.  Kalau macan betina bisa punya pisang ? Anda bisa atau pasti menduga kalau  dia waria, shemale atau ladyboy.

Dan itulah yang terjadi beberapa hari kemarin.  Setelah malamnya saya nonton acara “Buaya Show” di Indosiar dengan host Uya Kuya dan bintang tamunya antara lain  Trio Macan.  Di acara itu ada game dimana para bintang tamu harus memasukkan 3 jeruk yang diletakkan di lantai ke dalam hulahop yang juga diletakkan di lantai dengan menggunakan pisang yang digantungkan dengan tali ke pinggang para bintang tamu. Jadi mirip lomba memasukkan pensil / ballpoint ke dalam botol yang sering diadakan waktu 17an. Cuma bedanya pensil diganti dengan pisang dan digantungkan didepan tidak dibelakang dan botolnya diganti dengan hulahop yang diletakkan di lantai.

Esoknya saya update status di dinding grup saya di fb yang isinya bombastis mengatakan kalau Trio Macan itu ternyata shemale. Maka tanggapan-tanggapan yang masuk pun serius-serius. Bahkan ada yang mau menyelidiki Trio Macan.

Cuma seorang teman yang kebetulan lihat acara itu  tahu keadaan sebenarnya dan berkomentar. Dan sayapun berkomentar yang sebenarnya serta bilang padahal yang lain sudah pada mikir serius penasaran antara percaya dan tidak . Ternyata cuma plesetan. Pisangnya betul-betul buah pisang, bukan pisang dalam konotasi yang lain. Cuma sayang videonya belum ada di Youtube.

Buat teman-teman yang sudah kemakan issue ini saya minta maaf yang sedalam-dalamnya.

Di persimpangan jalan

Dari dahulu sejak pertama kali saya cding, pakaian yang saya kenakan selalu kain kebaya. Menurut saya, kain kebaya itu anggun jika dikenakan oleh seorang wanita, karena kain yang ketat dan kebaya yang pas di badan akan membentuk lekuk tubuh  kita,  sehingga anggun untuk dipandang. Gerak gerik yang akan terbatasi dan terhambat oleh ketatnya kain yang kita pakai adalah merupakan suatu tantangan dan gairah serta kenikmatan bagi saya. Apalagi jika si buyung ikut meronta-ronta karena ketatnya kain. Sengsara membawa nikmat itulah suatu pameo yang pantas untuk ini.  Aktivitas ini yang berlangsung bertahun-tahun walaupun selalu bervariasi dan berkembang  akhirnya juga bisa membuat saya setengahnya jadi bosan dan kurang bergairah serta bernafsu lagi untuk melakukannya. Seperti yang tertulis di posting saya yang berjudul “Sensasi baru”.

Tahun ini saya juga mulai menngenakan rok mini dan juga jeans ketat untuk cding. Bermula dari sekedar mencoba-coba, akhirnya saya senang juga dengan pakaian yang bergaya barat ini. Bahkan boleh dikata kalau kecanduan juga. Karena ternyata saya juga pantas dengan pakaian-pakaian semacam ini.

Kini saya merasa seperti di persimpangan jalan. Sejauh yang saya amati di dunia cding biasanya seorang crossdresser mempunyai spesialisasinya sendiri. Maksudnya seorang crossdresser biasanya mempunyai jenis pakaian favoritnya sendiri-sendiri. Misalnya yang suka tank top dan hot pant, maka akan sering memakai pakaian seperti itu. Yang suka rok panjang, maka seringnya akan pakai rok panjang. Yang suka busana muslimah, maka biasanya akan sering memakai busana muslimah dan seterusnya. Memang ada juga yang suka dengan kombinasi dari dua jenis pakaian. Misalnya kadang-kadang pakai rok, tapi kadang-kadang juga pakai celana. Kadang-kadang pakai jilbab, kadang-kadang tanpa jilbab. Tapi tidak seekstrim seperti saya, yaitu dari kain kebaya yang sangat tradisional dengan kainnya yang berupa lembaran kain batik asli dan diwiron serta dipakai dengan ketat meruncing kebawah kemudian menjadi rok mini dan jeans ketat. Memang ada seorang teman facebook  saya yang kadang-kadang memakai kain kebaya seperti saya dan kadang-kadang juga memakai rok, tapi rok yang dia pakai tidak semini yang saya pakai dan dia lebih sering memakai kain kebaya dari pada memakai rok.

Seorang teman facebook saya ketika sedang chat dengan saya mengatakan kalau saya sedang “switch”. Tapi saya membantah dan menjawab kalau saya sekarang kadang-kadang pakai kain kebaya dan kadang-kadang pakai rok mini untuk cding. Menurut saya cding dengan kain kebaya dan rok mini / jeans ketat sensasinya berbeda. Kalau dengan kain kebaya, akan terasa anggun dan konvensional. Sedang kalau pakai rok mini / jeans ketat akan kelihatan sexy dan modern.

Sekarang kalau mau cding saya kadang-kadang malah jadi bingung sendiri. Mau pakai apa ya ? Pakai kain kebaya, rok mini apa jeans ketat. Kadang-kadang ujung-ujungnya jadi saya buat variasi. Dimulai dengan rok mini, sesudah puas terus dirangkap pakai kain kebaya seperti di posting saya yang berjudul “Dari Barat sampai ke Timur berjajar”. Atau dimulai dengan rok mini. Kemudian setelah puas, tapi masih kepingin cding terus saya lepas dan ganti dengan kain kebaya.

Kenangan hari wisuda yang sangat membahagiakan

Tadi malam atau pagi dini hari saya bermimpi seperti sedang kuliah atau kerja dan saya dipegang-pegang dengan akrab oleh dosen wanita saya yang cantik.  Setelah bangun saya jadi ingat dulu waktu kuliah sore sambil bekerja, saya juga punya beberapa dosen wanita yang boleh dibilang aduhai cantiknya.

Sebetulnya sesudah selesai SMA dulu sebelum kuliah sore,  saya sempat kuliah seperti mahasiswa pada umumnya yaitu kuliah pagi. Saya sempat beberapa tahun kuliah, tapi nilai-nilai kuliah saya selalu jelek atau pas-pasan. Saya sampai sempat jatuh sakit. Alangkah sedih hati saya. Masa depan saya sepertinya suram. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan  kalau saya salah jurusan dan sayapun drop out.

Kemudian untuk kompensasinya saya mengambil kursus-kursus sampai akhirnya saya bekerja. Kemudian saya disarankan oleh keluarga  untuk mengambil kuliah sore. Sayapun menyetujuinya. Saya bekerja sambil kuliah di sore hari. Karena untuk jurusan kuliah yang saya ambil,  sebagian pernah saya ikuti di kursus-kursus sebelumnya dan juga saya baca-baca berita serta dari buku. Maka kuliah menjadi tidak sulit bagi saya. Kuliah saya malah terhitung lancar, bukan itu saja nilai-nilai mata kuliah saya cukup bagus dan saya lulus dengan predikat cum laude. Terimakasih Tuhan untuk semuanya.

Selama kurun waktu saya kuliah sore sambil bekerja boleh dibilang saya jarang-jarang punya kesempatan buat cding. Cuma kebetulan juga selama kurun waktu itu nafsu saya boleh dibilang tidak terlalu menggebu-gebu dan kebetulan juga saya punya teman kuliah cewek yang cukup akrab juga. Jadi nafsu saya bisa agak tersamarkan. Tapi setelah teman kuliah cewek saya berhenti kuliah, nafsu saya jadi agak menguat. Karena kesempatan untuk cding boleh dibilang hampir tidak ada, maka saya lampiaskan dengan onani sambil melihat gambar / foto dan juga film tentang cewe yang berpakaian khusus yaitu kain kebaya serta menggambar cewe berkain kebaya. Kebetulan juga saya bisa menggambar. ( Besok kapan-kapan kalau memenuhi syarat,  saya upload beberapa gambar saya )

Maka ketika tiba hari wisuda, rasanya luar biasa. Saya  merasa sangat bahagia sekali.  Seperti mendapat durian runtuh. Sambil menyelam minum air. Entah peribahasa apa lagi yang cocok untuk situasi ini. Bayangkan saja, yang pertama saya di wisuda dengan predikat cum laude. Kemudian saya mendapatkan kesempatan emas untuk melihat teman-teman cewek saya,  tentu saja terutama yang cantik-cantik dan bodynya sexy memakai kain kebaya. Dan kebetulan juga pada waktu itu kain batik ( jarik ) yang sudah dimodifikasi menjadi rok atau sarimbit belum begitu musim seperti sekarang.  Soalnya saya sukanya kalau lihat cewe pakai kain kebaya dan kainnya harus kain batik lembaran asli yang diwiron depannya. Wuih rasanya seperti di langit yang ketujuh. Bisa cuci mata hampir setengah harian. Adik saya sampai bisa berdiri dan ngiler terus,  cuma untungnya tidak sampai banjir. Hanya nyemek-nyemek saja. Apalagi upacara wisudanya berada dilantai yang satu tingkat lebih tinggi dan ketika harus mulai acaranya kami harus naik tangga dengan berjalan. Sayapun dengan seksama menikmati adegan teman-teman cewek yang berkain kebaya harus berjalan dengan ekstra hati-hati untuk menaiki tangga. Dan kebetulan juga sebelah kanan dan kiri saya duduk adalah teman-teman cewek saya, maka sayapun bisa menikmati pemandangan kaki-kaki yang dibelit kain wiron yang indah walaupun tertutup oleh toga sedikit.

Tetapi yang lebih terutama adalah sebelum upacara itu dimulai, dimana kami para wisudawan bergerombol-gerombol sambil menunggu upacara dimulai. Pada waktu itu secara kebetulan saya bisa berada didekat dosen wanita yang cantik dan tubuhnya aduhai. Sang dosen wanita inipun tentu saja juga berpakaian kain kebaya. Kesempatan besar bagi saya untuk menikmati pemandangan ini. Saya memperhatikan sang dosen mulai dari kepala sampai ke kakinya. Saya pikir toganya menghalangi pemandangan untuk menikmati lekuk tubuh sang dosen yang terbalut kain kebaya yang ketat,  karena dengan demikian saya hanya bisa menikmati wajah dan bagian bawah kakinya. Tapi lumayanlah, saya juga memperhatikan sang dosen yang berjalan-jalan dengan langkah-langkah kecil karena takut kalau kserimpet atau takut kalau kain wironnya jadi kedodoran.  Sebetulnya tidak itu saja, tapi saya memperhatikan seluruh teman dan mahasiswi cewek yang kadang-kadang berjalan kian kemari dengan langkah-langkah sempit seperti diseret-seret. Alamak, sedapnya pemandangan ini.  Saya juga ingat ada adegan dimana seorang mahasiswi meminta temannya yang cowok untuk menarik kain wironnya ke bawah, karena ia memakainya agak ketinggian. Aduh bagaimana ini ? Juga waktu itu ada beberapa mahasiswi  yang masuk ke toilet, maka teman-teman mahasiswa pun iseng berkata ” wah kalau pipis bagaimana caranya ? “.  Yang lain pun menjawab ” pakai selang”.

Kalau mengenang semua ini,  rasanya saya kepingin di wisuda lagi. Dan sekali lagi sungguh suatu keberuntungan bagi saya, karena saya menempuh kuliah dua kali. Pertama Diploma 3, karena waktu itu perguruan tinggi tempat saya kuliah masih berbentuk akademi belum universitas. Baru kemudian ekstensi ke Strata 1. Jadilah saya menikmati dua kali wisuda. Tapi sebetulnya diatas semua itu saya harus mengucap syukur untuk pendidikan yang telah selesai saya tempuh. Sekali lagi terimakasih Tuhan. Juga untuk semua dosen yang telah dengan penuh dedikasi memberkan perkuliahan kepada kami,  terutama untuk sang dosen wanita cantik yang saya tulis di tulisan ini. Wah maaf-maaf beribu maaf lho ibu dosen. Tapi ibu memang cantik dan sexy kok.

Sensasi baru

Semenjak saya pertama kali punya hobby cding,  dari dahulu pakaian saya yang saya kenakan selalu kain kebaya. Sudah sepuluh tahun lebih saya melakukannya. Sampai akhirnya tahun-tahun terakhir ini saya menjadi kurang atau sulit bernafsu. Memang kebaya saya ada cukup lumayan banyak,  demikian juga dengan kainnya. Sehingga bisa dikombinasi untuk menghasilkan variasi baru dan menghilangkan kebosanan. Tapi tetap saja saya kurang bernafsu dan mulai timbul kebosanan.

Beberapa bulan kemarin saya memperhatikan sebuah gaun wanita yang bermotif polkadot putih dan lingkaran hitam yang terpajang disebuah toko pakaian. Kebetulan hampir setiap hari saya melewati toko itu. Dari memperhatikan  kemudian timbul keinginan untuk  memakainya. Dari hari kehari  keinginan itu semakin menguat. Akhirnya saya putuskan untuk menanyakan lebih lanjut gaun itu dan bila cocok saya bermaksud untuk membelinya. Tapi pada saat saya memutuskan dan  pergi ke toko tersebut, gaun tersebut sudah laku. Sayapun sedikit kecewa.

Beberapa hari kemudian rasa kecewa dan gambaran tentang gaun sudah menghilang dari pikran saya.  Tapi selang beberapa hari kemudian mulai timbul lagi keinginan untuk mencoba cding dengan gaun. Dan kebetulan suatu  ketika  saat  saya membeli lauk, disebelahnya ada toko pakaian. Maka sayapun melihat-lihat pakaian yang ada ditoko itu. Saya tertarik dengan terusan berukuran mini berwarna hitam. Tapi waktu itu tidak langsung saya beli. Baru beberapa hari kemudian waktu saya kembali kesana akhirnya saya beli.  Setelah saya coba, saya jadi sedikit kecewa. Karena bawahnya ternyata agak terlalu lebar dan modelnya tidak simetris.  Fotonya ada dalam posting yang berjudul “long cool woman in a black dress”. Kemudian untuk menyempurnakan penampilan saya, sayapun membeli wig. Berkali-kali saya mencoba foto-foto dengan pakaian itu hasilnya saya selalu tidak puas. Sampai akhirnya saya sampai pada kesimpulan, kalau saya tidak cocok dengan memakai gaun. Saya lebih cocok pakai kain kebaya.

Selang kira-kira sebulan lebih mulai timbul pemikiran mungkin gaunnya yang tidak cocok atau wignya yang tidak cocok. Bagaimana kalau dengan gaun yang bawahnya span atau mungkin wignya yang agak simpel. Kemudian kebetulan juga suatu ketika saya melewati toko pakaian yang lain lagi dan saya melihat ada terusan rok mini yang bawahnya span. Seketika itu juga saya langsung melihat-lihat pakaian-pakaian yang ada ditoko itu. Setelah pilih-pilih akhirnya saya menjatuhkan pilihan saya pada terusan rok mini yang berwarna putih yang bawahnya span dan sepanjang badannya ada elastiknya. Pada waktu itu sebetulnya saya masih ragu-ragu apakah pilihan saya tepat dan saya akan terlihat pantas dengan gaun ini.

Kemudian ketika tiba hari libur, maka sayapun mencoba gaun terusan mini yang berwarna putih itu dan berfoto-foto. Hasilnya menakjubkan. Saya bukan saja puas tapi betul-betul takjub dan sampai tidak percaya pada diri saya saya sendiri.  Saya bukan saja terlihat pantas dengan gaun putih itu tapi betul-betul terlihat cantik dan sexy. Tidak puas-puasnya  saya  berkaca berulang kali.  Demikian juga saya melihat hasil foto-foto saya berulang kali. Bukan itu saja, tapi saya juga merasakan gairah nafsu dalam diri saya pertama kali sewatu cding dengan tidak  berkain kebaya. Ternyata dengan memakai gaunpun saya juga terlihat pantas dan bisa merasakan gairah nafsu. Foto-foto cding saya ada dalam posting yang berjudul “snow white”

Deja Vu atau utopia ?

Di masa sekarang ini, komputer dan internet adalah sudah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk komunikasi dan informasi. Mulai dari untuk keperluan penting bisnis, informasi berita sehari-hari, kebutuhan sosial sampai untuk kesenangan. Salah satunya yang merebak untuk kebutuhan sosial adalah facebook.  Dengan situs ini kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita dimanapun mereka berada.

Dan inipun terjadi pada diri saya, untuk kebutuhan sosial mencari teman. Maka sayapun membuka account facebook. Dan pada awal-awalnya hasilnya cukup mengagetkan bagi saya. Saya hampir saja menjalin hubungan serius dengan seseorang tapi tidak jadi. Kemudian sampai sekarang ini saya   berhubungan cukup dekat dengan beberapa teman. Hubungan sejenis. Semua ini karena saya sering mengunggah foto-foto saya. Pada mulanya saya hanya mengunggah foto-foto  saya dari leher kebawah.  Saya tidak mengira kalau komentar-komentar dari teman-teman adalah pujian-pujian positif  entah betul-betul serius atau cuma bercanda. Tapi ini  membuat saya semakin terpacu untuk sering mengunggah foto-foto saya. Bahkan kemudian setelah cukup berani, saya mengunggah foto-foto saya sampai kewajah saya. Disamping itu kadang saya juga mengobrol dengan teman-teman. Mulai dari obrolan biasa sampai yang ke hubungan intim bahkan bercumbu secara imaginer. Saya betul-betul tidak mengira kalau saya ( entah apa kata yang tepat untuk ini ) digila-gilai oleh mereka.  Ada yang secara halus tapi terang-terangan memuji saya. Kata mereka saya ini sexy dan merangsang. Ada yang model tembak langsung.

Keadaan ini yang berlangsung terus menerus  membuat saya seakan hidup dalam dua dunia.  Yang pertama, dunia nyata yang saya jalani sehari-hari. Yang kedua adalah dunia maya internet. Kemudian timbul  pikiran dalam diri saya bagaimana kalau saya menjalin hubungan serius. Tapi apakah saya berani melakukan ini ?

Kemudian saya jadi teringat keadaan sekitar puluhan tahun lalu.  Waktu itu saya masih kecil masih sekolah, tapi saya sudah mempunyai kebiasaan berkain kebaya. Tentu saja tidak serapi seperti foto-foto saya sekarang, bahkan tidak bermakeup dan bersanggul. Dulu saya pernah punya angan-angan bagaimana kalau hidup sebagai seorang wanita dan hidup dengan seorang pria. Betapa romantisnya kayalan saya waktu kecil dulu. Tapi waktu itu saya belum mengenal komputer dan internet. Jadi kayalan itu hanya tinggal sekedar kayalan,  samasekali belum menjadi nyata walaupun hanya sekedar maya.  Berbeda dengan sekarang, walaupun tidak nyata. Tapi cuma maya imaginer, tapi saya betul-betul menikmati.