Tag Archive | wanita

Sebuah komentar dari teman atas nama situs ini

Pada waktu itu saya sedang mengedit posting untuk blog saya di kantor,  seperti biasanya teman cewek yang duduk disebelah saya sedikit-sedikit ikut melihat-lihat tapi  sambil lalu saja.  Diapun bilang begini ” pria kok jelita ? opo wandu ? engko uwong wédhok kan orak payu to “.  Bahasa Indonesianya : pria kok jelita ? apa banci ? nanti wanita kan tidak laku. Sayapun seperti biasanya hanya bisa senyum-senyum sedikit.  Jangan kuatir, non. Kita tidak bermaksud untuk menyaingi wanita sejati. Semua ada tempat dan bagiannya sendiri-sendiri.

Deja Vu atau utopia ?

Di masa sekarang ini, komputer dan internet adalah sudah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk komunikasi dan informasi. Mulai dari untuk keperluan penting bisnis, informasi berita sehari-hari, kebutuhan sosial sampai untuk kesenangan. Salah satunya yang merebak untuk kebutuhan sosial adalah facebook.  Dengan situs ini kita bisa berkomunikasi dengan teman-teman kita dimanapun mereka berada.

Dan inipun terjadi pada diri saya, untuk kebutuhan sosial mencari teman. Maka sayapun membuka account facebook. Dan pada awal-awalnya hasilnya cukup mengagetkan bagi saya. Saya hampir saja menjalin hubungan serius dengan seseorang tapi tidak jadi. Kemudian sampai sekarang ini saya   berhubungan cukup dekat dengan beberapa teman. Hubungan sejenis. Semua ini karena saya sering mengunggah foto-foto saya. Pada mulanya saya hanya mengunggah foto-foto  saya dari leher kebawah.  Saya tidak mengira kalau komentar-komentar dari teman-teman adalah pujian-pujian positif  entah betul-betul serius atau cuma bercanda. Tapi ini  membuat saya semakin terpacu untuk sering mengunggah foto-foto saya. Bahkan kemudian setelah cukup berani, saya mengunggah foto-foto saya sampai kewajah saya. Disamping itu kadang saya juga mengobrol dengan teman-teman. Mulai dari obrolan biasa sampai yang ke hubungan intim bahkan bercumbu secara imaginer. Saya betul-betul tidak mengira kalau saya ( entah apa kata yang tepat untuk ini ) digila-gilai oleh mereka.  Ada yang secara halus tapi terang-terangan memuji saya. Kata mereka saya ini sexy dan merangsang. Ada yang model tembak langsung.

Keadaan ini yang berlangsung terus menerus  membuat saya seakan hidup dalam dua dunia.  Yang pertama, dunia nyata yang saya jalani sehari-hari. Yang kedua adalah dunia maya internet. Kemudian timbul  pikiran dalam diri saya bagaimana kalau saya menjalin hubungan serius. Tapi apakah saya berani melakukan ini ?

Kemudian saya jadi teringat keadaan sekitar puluhan tahun lalu.  Waktu itu saya masih kecil masih sekolah, tapi saya sudah mempunyai kebiasaan berkain kebaya. Tentu saja tidak serapi seperti foto-foto saya sekarang, bahkan tidak bermakeup dan bersanggul. Dulu saya pernah punya angan-angan bagaimana kalau hidup sebagai seorang wanita dan hidup dengan seorang pria. Betapa romantisnya kayalan saya waktu kecil dulu. Tapi waktu itu saya belum mengenal komputer dan internet. Jadi kayalan itu hanya tinggal sekedar kayalan,  samasekali belum menjadi nyata walaupun hanya sekedar maya.  Berbeda dengan sekarang, walaupun tidak nyata. Tapi cuma maya imaginer, tapi saya betul-betul menikmati.

Gara-gara selimut

Dirumah kami waktu kecil dulu adalah beberapa selimut yang warnanya garis-garis hitam putih yang kami gunakan untuk tidur jika cuaca dingin. Kami tiga bersaudara, saya adalah yang bungsu. Kami adalah anak-anak yang normal dari keluarga yang harmonis. Sebagaimana  layaknya anak-anak, maka kami juga bermain-main.  Kadang-kadang kami bermain rumah-rumahan dan biasanya kakak-kakak saya kedua-duanya atau salah satunya memakai selimut tersebut seperti memakai kain jarik dengan ketatnya.  Dan saya melihatnya dengan perasaan yang sedikit aneh, sebetulnya saya ingin meniru kakak saya itu tapi saya malu. Jadi keinginan itu saya pendam dalam hati.

Disamping bermain-main sebagaimana layaknya kanak-kanak.  Kami juga hobby nonton tv. Waktu itu yang ada hanya stasiun televisi  milik pemerintah dan kebanyakan acaranya adalah fragmen. Didalam fragmen tersebut biasanya  wanita-wanita yang berstatus ibu muda berpakaian kain kebaya dan secara tak sengaja saya memperhatikan tingkah laku dan gerak-gerik  tokoh-tokoh ibu muda yang berpakaian kain kebaya tersebut. Saya perhatikan betapa terbatasnya gerak-gerik ibu tersebut, mau  jalan harus pelan-pelan. Begitu pula kalau mau duduk.
Pikiran itu terus  mengganggu pikiran saya. Hingga akhirnya saya  secara sembunyi-sembunyi di kamar mulai mencoba  memakai selimut tersebut  seperti layaknya memakai kain. Dari hari ke hari sampai minggu ke  minggu mungkin sampai berbulan-bulan saya beberapa kali melakukannya. Hingga kali yang kesekian akhirnya saya masturbasi dengan selimut itu. Tapi waktu itu saya tidak tahu kalau itu masturbasi. Yang saya tahu adalah alat vital rasanya sakit bukan main. Saya kira alat vital saya keluar darahnya. Saya jadi takut. Tapi setelah saya lihat sendiri kalau yang keluar adalah bukan darah tapi cairan putih. Maka sayapun jadi lega. Dan kemudian akhirnya saya tahu kalau itu adalah masturbasi. Malah setelah itu saya jadi seperti ketagihan setiap beberapa hari saya melakukannya dengan sembunyi-sembunyi

Ironi

Aku hendak mendongak menatap langit, tapi kepalaku tertahan beratnya sanggul.

Aku hendak menggeliat menyegarkan tubuh, tapi badanku terbalut ketatnya stagen dan korset.

Aku hendak melangkahkan kaki, tapi kakiku terbebat sempitnya kain panjang.

Sekali lagi au mencoba melangkah, tapi aku malah kesrimpet jarik.

Inikah yang namanya burung dalam sangkar ?

Kepalaku dihias dengan indahnya sanggul, tapi aku tak leluasa mendongak.

Badanku dibalut dengan anggunnya kebaya, tapi aku tak leluasa  menggeliat.

Kakiku ditutup dengan indahnya kain panjang, tapi aku tak leluasa melangkah.

Belum lagi kakiku yang memakai sandal jinjit.

Inikah yang namanya emansipasi wanita ?

Dalam rangka hari Kartini tahun 2011.